Matahari sudah beranjak naik, hampir di atas kepala tingginya. Saat itulah Heera terbangun dari tidurnya, meski dalam keadaan linglung dan tak mengerti mengapa dia bisa tertidur di sofa hanya mengenakan selimut. Dia bahkan tidak tahu siapa yang memindahkan tubuhnya dari pemandian ke kamar. Para pelayan yang membawakannya pakaian pun tidak mengetahuinya. Dia keluar dari kamarnya, berjalan menyusuri koridor yang terdapat halaman luas di sisi kiri dan kanannya. Ada beberapa tanaman bunga yang tumbuh subur, dengan beberapa ekor kupu-kupu yang terbang dan hinggap di sekitarnya. Heera berjalan disepanjang koridor sambil menolehkan kepalanya ke sana-sini untuk menemukan siapa pun yang ada di sini. Kediaman pribadi Putra Mahkota di perbatasan cukup luas dan besar, bahkan entah berapa lama dirinya

