Rupanya, sejak Gerhard selesai mencuci wajahnya, Hydra itu sudah mengikuti Gerhard. Dan karena Hydra mengetahui kemana tempat yang dituju oleh Gerhard, mereka pun membuatkan ilusi seolah - olah telah tiba di tempat tujuan mereka, padahal nyatanya mereka justru masih jauh dari mata air gunung Aesira.
Hydra memiliki 4 kaki serta 1 pasang sayap. Wujudnya seperti naga pada umumnya, hanya saja hewan ini memiliki jumlah kepala yang lebih dari satu, dan jika 1 kepala ditebas, maka akan muncul 2 kepala baru dari tempat yang ditebas itu.
Hydra yang berada di hadapan Gerhard, Cleo dan juga Nikita pun berdiri, memperlihatkan sosoknya yang luar biasa besar. Perlahan, sayap pada tubuhnya direntangkan, dadanya membusung dan ke 5 kepala mereka terangkat. Mulut Hydra terbuka dan dalam satu tarikan napas, ke 5 kepala itu berteriak dengan suara yang begitu keras.
"Aaaggghh!" pekik Gerhard, Cleo dan juga Nikita bersamaan saat mendengar suara teriakan Hydra yang berada di hadapan mereka, sontak mereka langsung menutup daun telinga mereka dengan kedua tangan.
"Sebaiknya kita mundur!" pekik Nikita.
Nikita memundurkan langkahan kakinya, begitu juga dengan Cleo. Namun Gerhard justru tak bergeming dan masih berada di posisinya.
"Gerhard!"' panggil Cleo susah payah karena kedua tangannya masih menutup telinganya, sedangkan ia harus berteriak memanggil Gerhard yang sudah pasti tak akan didengar oleh Gerhard.
Cleo dan Nikita sudah berada di jarak yang cukup jauh dari Gerhard.
"Aku tidak tahu jika Hydra bisa menciptakan sebuah ilusi," ujar Nikita.
Ke 5 kepala Hydra itu menatap tajam ke arah Gerhard. Tubuh Hydra yang berwarna hitam legam dengan mata ungu yang tampak menyala akan membuat siapapun yang melihatnya memilih mati. Namun Gerhard tidak demikian, pria itu justru mengepalkan tangannya dan menatap ke arah Hydra.
"Aku tidak akan pergi sampai mendapatkan air mata dari kalian!" pekik Gerhard.
Mendengar Gerhard yang berteriak, para Hydra itu tampak tidak suka dengan Gerhard. Mereka pun langsung berjalan menghampiri Gerhard dan menatap wajah pria itu dengan lekat dari jarak dekat. Gerhard masih tak bergeming, pria itu masih menatap para Hydra dan menguatkan tekadnya.
Satu tangannya pun terulur berusaha meraih para Hydra itu seolah berusaha berkomunikasi dengan hewan besar itu.
Brugh !
Tiba - tiba saja salah satu kepala dari Hydra itu menyenggol tubuh Gerhard hingga pria itu terpental beberapa meter dan terjatuh ke tanah. Cleo dan Nikita sama - sama terkejut karena Gerhard didorong oleh para Hydra. Tatapan Hydra satu persatu berubah, wajah mereka meringis menatap Gerhard seolah mereka marah pada pria itu.
"Sepertinya ini tak akan berhasil. Mencoba berkomunikasi dengan para Hydra sama saja mencari mati!" pekik Nikita.
Nikita pun berlari meninggalkan Cleo seorang diri dan menyusul ke arah Gerhard, berusaha menyelamatkan Gerhard dan menarik pria itu dari sana. Cleo tersentak melihat aksi nekat Nikita yang mendekati para Hydra padahal Nikita sendiri pun tahu ia tak bisa mengendalikan Hydra dengan kekuatannya.
"Nikita!" pekik Cleo dengan jeritannya yang melengking.
Merasa terusik dengan kehadiran Cleo, Hydra itu pun memutar tubuhnya kemudian melempar tubuh Cleo yang berada di atas tanah dengan ekornya. Dengan ukuran yang begitu besar, tentu saja Cleo tak mampu menahan serangan dari ekor Hydra yang tiba - tiba. Tubuh Cleo pun melambung tinggi mengenai beberapa pohon dan kemudian terhempas hingga beberapa meter ke belakang, Nikita dan Gerhard sama - sama menoleh melihat ke arah Cleo yang terlempar akibat terkena serangan Hydra.
Nikita masih berusaha berlarian ke arah Gerhard, baru saja dirinya hampir mendapatkan Gerhard, salah satu kepala Hydra pun mengetahui gerak gerik Nikita. Sontak salah satu kepala Hydra itu pun langsung menyerang Nikita dengan mulut yang terbuka lebar seolah - olah ingin memakan Nikita.
Menyadari jika Nikita dalam bahaya, Gerhard pun bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Nikita kemudian langsung memeluk tubuh wanita itu. Gigi Hydra yang tajam langsung menggores punggung Gerhard dan membuat Gerhard serta Nikita terlempar dalam keadaan saling memeluk satu sama lain.
"Kau tidak apa - apa?" tanya Gerhard sesaat setelah tubuh mereka mendarat di tanah.
Nikita menganggukan kepalanya, matanya tiba - tiba membulat saat menyadari bagian punggung Gerhard yang terluka dan berdarah.
"Kau berdarah!" pekik Nikita.
Gerhard menoleh ke area punggungnya yang terkena goresan dari gigi Hydra, kemudian ia meringis kesakitan saat menyadari ada luka di punggungnya. Gerhard mengedarkan pandangannya dan menemukan sabit yang dilumuri dengan tin, pria itu pun langsung berlari meninggalkan Nikita dan mengambil sabit itu.
"Apa yang kau lakukan? Kau berusaha menebas leher mereka dengan benda sekecil itu?" tanya Nikita.
"Tidak ada cara lain untuk bertahan selain ini," jawab Gerhard.
Setelah mendapatkan sabit yang telah dilumuri dengan tin, Gerhard pun mengambil segenggam tanah dan ia masukkan ke dalam saku bajunya. Tanpa berkata apapun kepada Nikita, Gerhard pun berlarian ke arah Hydra, menghindari setiap serangan yang diberikan oleh Hydra itu kepadanya.
"Aaaarggghh!" erang Gerhard sembari melompati tubuh Hydra dan kini ia berada tepat berada di punggung para Hydra.
Menyadari jika Gerhard berhasil naik ke atas tubuhnya, Hydra pun memutar tubuhnya berulang kali hingga terjadi getaran di tanah yang terasa seperti gempa bumi. Di sisi lain, Nikita mencari keberadaan Cleo yang terlempar, dan untung saja dengan cepat Nikita menemukan tubuh Cleo yang sudah tak sadarkan diri di atas tanah dengan luka yang cukup parah akibat terkena ranting - ranting pohon.
"Cleo!" pekik Nikita langsung berlari ke arah Cleo dan segera mengeluarkan salah satu botol ramuan untuk mempercepat penyembuhan luka.
Nikita langsung memberikan ramuan itu kepada Cleo dan membantu wanita itu meminum cairan itu hingga habis. Setelah meminum cairan itu, perlahan pendarahan yang terjadi pun berhenti dan luka - luka yang semula terbuka kian menutup.
Cleo dan Nikita sama - sama menoleh menatap ke arah Gerhard yang berada di atas tubuh Hydra. Namun nampaknya Hydra itu seolah sangat tak suka jika ada seseorang yang berada di atas tubuhnya. Kepala Hydra yang paling kanan pun berbelok lalu berusaha menyerang Gerhard yang berada di atas tubuhnya. Beruntung Gerhard dengan cepat menunduk dan kemudian kembali berlari.
Gerhard berusaha mendekati area mata Hydra dan melemparkan tanah ke matanya agar bisa mengumpulkan air mata itu, namun untuk sampai ke area mata, terasa sangat sulit bagi Gerhard. Kepala Hydra yang berada di paling tengah pun ikut menyerang Gerhard, bahkan tubuh Hydra berulang kali memberontak berusaha menjatuhkan Gerhard dari atas sana.
"Ber - henti, menyakitiku!" pekik Gerhard kemudian kembali berlari ke arah kepala Hydra dan langsung meloncat ke arah puncak kepala Hydra.
Hydra pun mengamuk dan berteriak saat Gerhard berhasil mencapai kepalanya, mereka berusaha lebih keras menjatuhkan Gerhard sampai Gerhard beberapa hampir terjatuh dari kepala Hydra.
Sreeek !
Gerhard menancapkan sabit miliknya ke atas kepala Hydra, menjadi pegangan baginya untuk berusaha bertahan agar tidak terjatuh dari atas sana. Sedangkan Hydra terus memberontak berusaha menyingkirkan Gerhard. Salah satu kepala Hydra itu akhirnya berhasil menggigit baju Gerhard dan langsung menarik tubuh Gerhard dari kepala yang lain.
"Oooo... Oaaahhh!" pekik Gerhard saat tubuhnya ditarik oleh kepala Hydra yang lain hingga tangannya terlepas dari sabit yang menancap di atas kepala Hydra yang lainnya.
Byur !