[35]

1702 Kata
Gerhard terbuang oleh Hydra dan masuk ke dalam sungai Leomord yang tak memiliki arus. Hydra yang tadi menarik Gerhard pun mengigit sabit yang ditancapkan oleh Gerhard kemudian membuangnya ke sembarang arah. Kini, ke 5 kepala Hydra itu tampak marah kepada Gerhard karena melukai salah satu kepala mereka. "Aku akan membantunya!" ujar Nikita. Cleo dengan cepat menarik tangan Nikita dan tak membiarkan wanita itu menyusul Gerhard yang tenggelam ke dasar sungai. Meski itu sungai, nyatanya sungai yang terletak di pangkal jauh lebih dangkal daripada sungai yang sudah mengalir melewati Adarlan, Wendlyn dan juga Terassen.  Nikita pun terdiam, dia masih menunggu kemunculan Gerhard dan akhirnya ia sedikit bernapas lega karena Gerhard akhirnya muncul ke permukaan air. Mata Gerhard dan Hydra pun bertemu, dengan tersulut emosi, Hydra itu melompat masuk ke dalam air dan menyerang Gerhard bertubi - tubi. Salah satu kepala Hydra bahkan berusaha menahan Gerhard agar tidak bisa naik ke permukaan. "Dia bisa mati jika tidak mendapatkan oksigen!" pekik Nikita yang terlihat khawatir dengan keadaan Gerhard. Sedangkan para Hydra itu terus menyerang Gerhard. Karena sungai yang sangat dalam, para Hydra itu bahkan sampai bisa menenggelamkan tubuhnya yang begitu besar. Hydra terus menyerang Gerhard seolah - olah mereka sangat tak menyukai Gerhard.  "Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Gerhard di dalam hatinya. Hydra itu tanpa henti menyerang Gerhard bahkan sampai kesadaran Gerhard perlahan menghilang dan tubuhnya tak lagi bergerak berenang ke permukaan. Nikita dan Cleo yang melihat itu hanya terisak karena sudah pasti Gerhard tak akan selamat. Di dalam air, Gerhard memejamkan matanya, berusaha memfokuskan diri untuk kembali kepada tujuannya. Ia sama sekali tak berniat menyakiti para Hydra, sebaliknya, justru para Hydra yang menyakitinya. Kemudian Gerhard pun teringat pada perkataan para Aul yang ia temui beberapa hari lalu. "Kami tidak akan menyakiti manusia jika memang mereka yang tidak memulainya," ujar pemimpin Aul kepada Gerhard beberapa waktu yang lalu. "Sekarang sudah terlanjur, Hydra menyerangku dan aku bisa mati jika tidak melawan," gumam Gerhard di dalam hatinya. Mata Gerhard kembali terbuka. Di tengah - tengah para Hydra yang berusaha melilit tubuhnya dengan menggunakan leher, Gerhard pun mengeluarkan benda tajam lain yang sedari tadi diletakkan di balik bajunya dan digunakan untuk menebas rumput. "Jika kepalanya dipenggal tanpa racun akan kembali tumbuh, maka aku harus menemukan kepala aslinya agar kepala itu tidak kembali tumbuh seperti sedia kala," ujar Gerhard. Gerhard melepas tubuhnya dari lilitan Hydra kemudian berenang menjauhi para Hydra dan mengamati pergerakan kepala Hydra dari jauh. Matanya memicing sampai akhirnya ia menyadari ada pergerakan aneh dan berbeda dari kepala ke 2 dari kiri. Warna yang dipancarkan bahkan lebih kuat dan berbeda dari yang lain. "Itu pasti yang asli," ujar Gerhard lagi. Menyadari Gerhard yang menghilang dari lilitan Hydra, Hydra itu pun berusaha mencari Gerhard sampai salah satu kepalanya yang lain memberikan sinyal jika ia menemukan Gerhard yang berada di sisi kiri mereka. Hydra itu sontak menoleh bersamaan ke arah Gerhard dan berenang menghampiri Gerhard. Tiba - tiba saja, sebuah cahaya berwarna emas muncul dari tubuh Gerhard, dan cahaya itu bahkan sampai mengiringi setiap darah yang mengalir keluar dari tubuh Gerhard akibat serangan yang diberikan oleh Hydra. Gerhard tampak babak belur akibat terkena serangan Hydra yang cukup kuat. Salah satu Hydra yang ditandai oleh Gerhard sebagai kepala aslinya dan menyimpan keabadian Hydra pun mengisyaratkan untuk berhenti. Ke 4 kepala Hydra yang lain menuruti ucapan kepala yang pertama. Kini ke 5 kepala itu menatap lekat ke arah Gerhard yang auranya terasa berbeda dari semula. Terlebih dengan amarah yang memuncak, Gerhard berhasil membuat para Hydra diam mematung dan ketakutan menatapnya. "Kenapa mereka terdiam?" tanya Gerhard saat menyadari jika para Hydra justru terdiam dan menatapnya. Merasa akan kehabisan napas karena terlalu lama berada di dalam air, Gerhard pun memutuskan untuk mengubah tujuannya menjadi berenang ke permukaan.  "Haaagghh!" pekik Gerhard saat paru - parunya kembali terisi oleh oksigen.  Gerhard kemudian mengedarkan pandangannya mencari Hydra yang semula berada di dasar sungai. Melihat Gerhard yang selamat dan masih bisa mengumpulkan napasnya ke permukaan air, Nikita dan Cleo pun langsung menangis karena tahu jika Gerhard selamat. "Kemana perginya makhluk itu," gumam Gerhard sambil mengedarkan pandangannya. Tiba - tiba saja para Hydra berenang ke permukaan hingga membuat air yang semula tenang ikut bergerak. Gerakan air bahkan terlalu dahsyat bagi Gerhard yang berusaha mempertahankan tubuhnya agar tidak terbawa arus. Satu persatu kepala Hydra mulai muncul ke permukaan, mereka bergerak ke arah daratan dan justru mendudukan dirinya di tempatnya semula. "Gerhard, ini kesempatanmu untuk memenggal kepalanya! Kau harus mencari kepala yang asli agar kepala itu tidak tumbuh menjadi banyak!" pekik Cleo. Gerhard menoleh ke arah Cleo dan Nikita yang tampak khawatir pada keadaannya. Gerhard pun naik dari sungai kemudian berjalan mendekati Hydra yang kini terdiam menatapnya. Satu tangan Gerhard yang digunakan untuk memegang s*****a miliknya pun digengggam dengan keras, matanya mengerenyit dan alisnya saling bertautan. Dengan kondisi tubuh yang basah kuyup dan darah yang berceceran, Gerhard menatap ke arah Hydra. Kedua tangannya mengangkat s*****a yang ia gunakan ke udara dan hendak menebas kepala Hydra yang kini sejajar dengannya. Tapi tiba - tiba saja . . . "Maafkan kami, Tuan." Sebuah suara dengan nada menggema persis seperti yang Gerhard dengar saat berbicara dengan Aul kini kembali terdengar. Suara itu begitu jelas masuk ke telinganya.  Sorot mata Hydra perlahan berubah. Yang semula tatapannya tampak mematikan, kini perlahan berubah seolah - olah tak ada lagi ancaman di hadapan mereka. " A - apa yang terjadi? Kenapa Hydra itu berhenti menyerang Gerhard?" gumam Nikita yang terkejut melihat Hydra itu berhenti menyerang Gerhard padahal Gerhard sudah berdiri tepat di depan kepala mereka. Perlahan, ke 5 kepala Hydra itu pun menunduk hingga menyentuh ujung hidungnya menyentuh tanah, kemudian mereka berkata kepada Gerhard, "Kami pantas mati," ujar mereka bersamaan. Trang ! Gerhard menjatuhkan s*****a yang ia pegang saat melihat Hydra di hadapannya seperti memohon ampun kepadanya. Gerhard tak bisa berkata - kata, bahkan Aul yang pernah menyakitinya pun tak sampai bertindak sejauh ini. "Kami bersalah karena tidak mengenali anda lebih cepat," ujar Hydra itu lagi. "Ka - kalian? Kalian mengenalku?" tanya Gerhard. "Mana mungkin kami melupakan Tuan kami," balas Hydra. Gerhard mematung mendengar ucapan Hydra, bahkan ini adalah pertama kali baginya bertemu dengan Hydra, bagaimana bisa Hydra itu tiba - tiba berubah seketika dan menganggap Gerhard adalah tuannya? Cleo dan Nikita pun tiba di hadapan Gerhard dengan baju yang basah kuyup karena mereka harus melintasi sungai untuk bisa menghampiri Gerhard. Kedua wanita itu terdiam karena melihat Gerhard yang mematung menatap Hydra. "Ada apa?" tanya Cleo. Gerhard menoleh dan matanya berkaca - kaca, "Aku bisa berkomunikasi dengan mereka," ujar Gerhard. "Apa?!" pekik Nikita dan Cleo bersamaan. Mereka pun menatap ke arah Hydra yang menunduk pada Gerhard dan tak lagi melawan seperti semula. "Kami adalah penjaga hutan Maylea dan gunung Aesira. Kami bertugas agar tidak ada orang lain yang masuk ke dalam hutan dan menginjakkan kakinya ke gunung ini. Beberapa waktu yang lalu kami merasakan ada manusia yang masuk ke dalam hutan, itu sebabnya kami terbangun dan berpatroli di dalam hutan ini. Maafkan kami karena tidak bisa mengenali anda dengan cepat dan bahkan membuat anda terluka, kami hanya tidak ingin tempat ini hancur oleh ulah manusia. Kami akan rela melakukan apapun sekalipun kematian adalah ganjaran yang pantas," ujar Hydra itu. Gerhard mendengar setiap perkataan Hydra yang diucapkan kepadanya. "Tidak, aku tidak mau membunuh kalian," jawab Gerhard. Nikita dan Cleo melongo melihat Gerhard yang dengan santainya berbicara kepada para Hydra, padahal mereka sendiri tak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh 2 makhluk itu. "Apa yang harus kami lakukan agar dimaafkan oleh anda, Tuan?" tanya Hydra itu. Gerhard pun merogoh saku bajunya kemudian mengeluarkan sebuah botol kaca kosong dan ia tunjukkan kepada Hydra. "Aku hanya ingin mengumpulkan air mata kalian, apa boleh?" tanya Gerhard. "Dengan senang hati, Tuan," jawab Hydra. Kepala Hydra yang abadi pun kemudian mendekat ke arah Gerhard, kemudian Hydra itu memiringkan kepalanya kemudian meneteskan sebuah cairan berwarna ungu ke dalam botol yang dipegang oleh Gerhard. "Dia berhasil mendapatkannya!" ujar Nikita sembari mengguncang tubuh Cleo karena merasa senang. Gerhard tersenyum karena botol yang semula kosong kini terisi dengan cairan air mata dari Hydra. Pria itu kemudian kembali menutup botol itu dan ia berikan kepada Cleo untuk selanjutnya dijadikan ramuan yang dapat menyembuhkan Sagira dan juga Melior.  Cleo mengulurkan tangannya ragu - ragu karena takut dengan Hydra yang berada di hadapannya. Terlebih 2 kepala Hydra yang lain menatap ke arah Nikita dan Cleo dan membuat 2 wanita itu merasa kematian mereka berada di depan mata. "Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Hydra. "Tidak ada, ini sudah sangat membantuku, terima kasih banyak," balas Gerhard. "Kalau begitu, kami akan melanjutkan tidur kami," ujar Hydra itu. Hydra yang semula terduduk kemudian kembali berdiri, sebelum pergi, Hydra itu kembali menunduk ke arah Gerhard, memberikan salam mereka sebelum masuk ke dalam gunung Aesira. "Mohon terima salam terakhir kami, Tuan Gerhard Khrysaor," ujar Hydra itu kemudian ia pun merentangkan kedua sayapnya dan terbang dari hadapan Gerhard. Angin yang begitu kencang sampai membuat rambut Gerhard, Nikita dan juga Cleo tersapu angin. Ketiga orang itu menatap ke arah kepergian Hydra yang terbang dengan begitu cepat, bahkan beberapa detik kemudian Hydra itu sudah tiba di puncak Aesira kemudian masuk ke dalam gunung dan kembali tertidur seperti sedia kala. Gerhard menaikkan kedua alisnya saat menyadari jika para Hydra itu salah menyebut namanya, "Kenapa menjadi Khrysaor?" gumam Gerhard. "Ada apa?" tanya Nikita yang langsung menginterupsi Gerhard yang sedang bergumam. "Tidak ada, hanya saja aku merasa Hydra itu salah menyebut namaku," jawab Gerhard. "Namamu? Mereka menyebutnya menjadi apa? Gerat? Berat? Atau apa?" tanya Nikita. "Gerhard Khrysaor. Padahal namaku kan Gerhard Alastair," jawab Gerhard. Tubuh Nikita seketika terasa kaku saat mendengar nama yang disebutkan oleh Gerhard. Pria itu justru pergi melewati Nikita dan menghampiri Cleo yang sibuk memasukkan botol berisikan air mata Hydra ke dalam tasnya. Terlebih botol itu harus tertutup rapat agar tidak tumpah. Nikita tampak melamun memperhatikan Gerhard yang asik berbincang dengan Cleo dan tiba - tiba saja kedua orang itu pun membalas tatapan Nikita, "Ayo kita pulang," ajak Cleo. "O - oh iya, ayo," balas Nikita. Cleo dan Gerhard saling menatap satu sama lain karena sikap aneh Nikita. Nikita bahkan langsung melompat ke dalam air dan berenang menuju ke area seberang mereka. Kemudian Gerhard dan Cleo ikut masuk ke dalam air dan ikut berenang menuju ke seberang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN