[36]

1125 Kata
Kediaman Cleo Kota Eyelwe * Setelah mereka berhasil mendapatkan air mata dari Hydra, Gerhard, Nikita dan juga Cleo pun bergegas kembali ke rumah Nikita sebelum malam tiba. Akibat melawan Hydra, rupanya Gerhard terkena racun yang dihasilkan dari keringat Hydra dan menembus masuk ke dalam pembuluh darah Gerhard hingga tubuh pria itu perlahan berubah menjadi keunguan. Karena Cleo pun lupa untuk membuat ramuan anti racun untuk Gerhard, alhasil perlahan - lahan stamina Gerhard menurun seiring berjalannya waktu hingga mereka harus mempercepat langkah agar cepat tiba di rumah Cleo agar dapat menbuat ramuan anti racun untuk Gerhard. Nikita menuntun tubuh Gerhard untuk sepanjang perjalanan, wanita itu terus mengajak Gerhard untuk berbicara agar kesadaran Gerhard tetap terjaga. Karena menurut Cleo, jika kesadaran Gerhard menghilang mungkin racun itu akan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah 4 jam menempuh perjalanan dari kaki Gunung Aesira dan melewati hutan serta lembah Maylea, akhirnya mereka tiba di depan rumah Cleo. Bai yang bertugas menjaga rumah Cleo selama kepergian wanita itu pun berlarian keluar saat Cleo membuka pintu rumah. Oriel itu langsung menghampiri Gerhard dan naik ke atas bahu Gerhard sembari memandang ke arah Gerhard yang tampak sudah kehabisan tenaga. "Jangan sekarang Bai, Gerhard terluka parah," ujar Cleo kepada Bai. Bai yang semula tampak semangat karena kembali melihat Gerhard pun kembali murung. Ia kemudian turun dari bahu Gerhard dan segera masuk ke dalam rumah. Cleo langsung berlarian menuju ruangannya dan meracik ramuan anti racun untuk Gerhard, sedangkan Nikita susah payah membopong tubuh Gerhard dan menuntun pria itu untuk duduk di atas kursi yang ada di area ruang makan. "Tunggu sini, mungkin Cleo membutuhkan bantuanku," ujar Nikita kemudian pergi meninggalkan Gerhard yang terlihat sudah dipenuhi dengan keringat dan wajah yang perlahan berubah menjadi ungu. Nikita menghampiri Cleo yang ada di ruangannya kemudian melihat wanita itu yang sedang membaca buku Noblesse sembari memasukkan berbagai ramuan ke dalam sebuah wadah. Asap pun keluar dari dalam wadah yang terbuat dari tanah liat itu ketika Cleo menuangkan sedikit tetesan air mata Hydra ke dalamnya. "Bagaimana?" tanya Nikita kepada Cleo. "Bisa bantu aku mengambilkan daun willow di rak atas?" pinta Cleo sembari menunjuk ke salah satu rak yang berada tak jauh dari tempat Nikita berdiri. Tanpa berkata apapun, Nikita pun langsung menghampiri rak kayu yang tadi ditunjuk oleh Cleo dan mengulurkan tangannya pada sebuah toples bertuliskan willow leaf. Setelah mendapatkan toples itu, Nikita langsung bergegas menuju Cleo dan memberikan benda itu kepadanya. "Terima kasih," ujar Cleo kemudian membuka toples itu dan memasukan 3 helai daun willow ke dalam wadah.  Akhirnya ramuan yang digunakan untuk menghilangkan racun dari tubuh Gerhard pun selesai. Cleo langsung menuangkan isi air ramuan itu ke dalam gelas dan keluar dari ruangannya. Tubuh Gerhard kini sudah berubah menjadi ungu sepenuhnya, dan untung saja ada Bai yang mengajak Gerhard untuk tetap tersadar. "Minumlah ini," ujar Cleo sembari memberikan segelas air ramuan itu kepada Gerhard. Karena tangan Gerhard yang terasa lemas, akhirnya Cleo pun membantu Gerhard meminum ramuan itu sampai habis. Perlahan warna ungu yang berada di tubuh Gerhard mulai menghilang dan luka - luka yang semula terbuka pun menyusut hingga tak terlihat ada goresan lagi. Hanya tinggal menyisakan bercak darah yang mengering pada area kulit serta pakaian Gerhard. Nikita menatap ke arah Gerhard yang bajunya basah kuyup dan tak kunjung mengering, "Bajunya basah kuyup. Apa kau tidak memiliki pakaian yang berukuran besar untuknya?" tanya Nikita kepada Cleo. "Ada," jawab Cleo. Ia pun kemudian meletakkan gelas yang ia pegang dan berlarian menuju kamarnya untuk mengambil pakaian bersih berukuran besar yang bisa dipakai oleh Gerhard. "Bajumu juga basah," ujar Gerhard sambil memegang ujung baju Nikita yang masih meneteskan air. "Aku bisa meminjam baju Cleo setelah ini," ujar Nikita. Beberapa saat kemudian, Cleo pun kembali dengan pakaian bersih di tangannya, "Pakaian ini paling besar tapi sepertinya akan tampak ketat jika kau kenakan," ujar Cleo sembari memberikan pakaian itu kepada Gerhard. "Penampilan tidak penting, yang penting sekarang ia harus berganti pakaian sebelum dilanda oleh demam," ujar Nikita kemudian memberikan pakaian itu kepada Gerhard. Gerhard mengambil pakaian milik Cleo dari Nikita, "Kalau begitu aku akan berganti pakaian di kamar mandi," ujar Gerhard. Baru saja Gerhard berdiri, tiba - tiba pria itu terjatuh ke laintai hingga terdengar bunyi hantaman yang cukup keras. Nikita langsung menghampiri Gerhard yang masih terlihat lemas meski sudah meminum ramuan anti racun yang diberikan oleh Cleo. "Sepertinya racunnya masih ada di dalam tubuhnya, tidak bisa menghilang begitu saja," sahut Cleo. Tanpa menunggu persetujuan Gerhard, Nikita mengalungkan satu tangan Gerhard yang tak memegang pakaian ke lehernya kemudian membantu pria itu berjalan ke kamar mandi. Setibanya di depan kamar mandi, Nikita membiarkan Gerhard berjalan seorang diri dengan cara merayap di dinding. Bai yang sedari tadi menatap Gerhard tampak khawatir, bahkan kemana pun Gerhard pergi, Oriel itu selalu mengikuti Gerhard. Bahkan Bai tampak murung saat melihat Gerhard yang lemas dan tak berdaya. "Tidak perlu khawatir, dia akan baik - baik saja setelah ini," ujar Nikita kepada Bai. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi kembali terbuka, Gerhard keluar dari dalam kamar mandi sambil berpegangan pada dinding. Pakaian yang diberikan oleh Cleo benar - benar ketat di tubuhnya, bahkan sampai menjiplak bentuk tubuh Gerhard beserta otot dadanya. "Biar kubantu," ujar Nikita kemudian langsung menghampiri Gerhard dan kembali membantu pria itu berjalan. Gerhard melangkahkan kakinya satu persatu dan dengan sabar Nikita membantu pria itu untuk bergerak menuju ke area ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Cleo yang semula sedang terduduk di kursi meja makan langsung berdiri saat melihat kehadiran Nikita dan Gerhard. "Sebaiknya dia beristirahat dulu saja di kamar Ibunya, sambil menunggu aku membuat ramuan. Nikita, sebaiknya kau juga mengganti bajumu. Pilih saja pakaian yang ada di lemari bajuku," ujar Cleo kepada Nikita. Nikita hanya menganggukan kepalanya mengerti kemudian kembali menuntun Gerhard menuju ke kamar tempat Sagira dan Melior berada. Dengan hati - hati wanita itu membuka pintu dan mendudukan Gerhard di atas tempat tidur. "Istirahatlah," ujar Nikita kepada Gerhard setelah pria itu terduduk di tepi tempat tidur. "Terima kasih banyak sudah membantuku," balas Gerhard. Bai, sang Oriel pun masuk ke dalam kamar dan langsung melompat ke arah Gerhard dan menggesekan kepalanya pada tangan Gerhard. "Halo, Bai," sapa Gerhard sembari tersenyum mengusap kepala Bai dengan lembut, hingga mata Bai perlahan menutup karena ia tampak menikmati usapan yang diberikan oleh Gerhard. "Kalau begitu aku keluar dulu, aku akan mengganti baju," ujar Nikita kemudian keluar dari kamar itu dan meninggalkan Gerhard bersama dengan Bai. Gerhard menyisir rambutnya ke belakang dengan menggunakan satu tangannya. Untung saja rambut pria itu pendek, meski terhitung gondrong untuk ukuran seorang pria sehingga rambutnya dengan cepat mengering. Berbeda dengan Nikita yang memiliki rambut sebahu serta Cleo yang memiliki rambut panjang sehingga kesulitan untuk kering. Perlahan, Gerhard menggeser tubuhnya ke tengah tempat tidur sambil menatap lekat ke arah Melior dan juga Sagira, "Tunggu sebentar lagi, Bu, Melior, kalian akan kembali seperti semula," ujar Gerhard.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN