Next Part About Someone di Tempat Lain

2054 Kata
POV Someone "Mungkin bertemu denganmu adalah obat paling mujarab untuk menyembuhkan kesunyian hati, walaupun kau tak tahu bahwa aku mencintaimu" ---- Hari berganti dengan begitu cepatnya minggu pagi yang sangat sepi untukku, walau sebenarnya bukan hal yang asing lagi karena hal ini sudah menjadi sarapanku setiap minggu bahkan setiap harinya. Ditemani dengan layar ponsel yang selalu setia menemaniku kemana saja bahkan melebihi apapun itu aku menatap luas kearah jalan di luar sana yang penuh dengan remaja yang berkeliaran layaknya nyamuk yang siap ditampol sewaktu-waktu, ingin rasanya menyumpah serapahi mereka semua tapi apalah daya mengenalnya pun tidak terlebih lagi apa untungnya juga untukku? Walaupun sejujurnya itu membuatku kesal dengan keadaan yang selalu saja membuatku iri. "Dah lah dek, masuk kenapa daripada kesel sendiri" ucap seseorang membuatku menoleh ke arahnya, seketika rasanya sudah seperti alarm untukku disetiap waktunya selalu saja dia yang menegurku dan itu membuatku semakin merasa dunia mengapa terlalu mengujiku seperti ini. "Bentar ah, mager buat masuk." "Mau ngapa...-" "Melihat pemandangan indah yang hanya bisa kulihat tanpa kurasakan" sahutku memotong ucapannya terlihat dia nampak sedikit kesal dengan responku, tapi aku? bodo amat dengan keadaan. "Sok kuat aslinya pengen," ucapnya membuatku berdecih. Siapa yang tak ingin? Hanya manusia bodoh yang menolak bahagia "Mending masuk aja sana kak, ganggu aja" ujarku mengusirnya. "Yang kaya gini harus diganggu, biar nggak ada hati yang patah karena hal yang nggak pasti" sahutnya membuatku tersenyum miring. "Hati nggak akan patah kalau ngga berharap , masalahnya aku terlalu berharap pada orang yang semu" jawabku tanpa menatapnya. Puk... Satu hentakan tangan mendarat mulus di pundakku membuatku menoleh seketika ke arahnya. "Semua akan indah pada waktunya." Semua akan indah pada waktunya, tapi kapan masa itu akan datang. Haruskah aku menyerah dulu atau bangkit lagi menembus waktu dan berjalan menikmati proses? "Sebenarnya aku lelah kak, pada akhirnya kepada siapa hati ini akan berlabuh kenapa aku terus saja diombang-ambingkan pada hal yang tak pasti aku ingin satu yang pasti bukan yang mungkin." Egois memang dan maaf karena keinginanku terlalu konyol untuk diwujudkan. "Pada dasarnya semua akan ada prosesnya untuk mengetahui mana yang terbaik dan mana yang tidak, kamu sabar kenapa sih buru-buru amat udah siap patah hati? Jatuh cinta itu resikonya kalau nggak kecewa ya patah hati dek" Asal kau tau kak, aku mencintai salah satu temanmu.......batinku menatap kosong ke arahnya. "Gini aja udah sakit" ujarku lirih, bahkan aku ragu jika dia bisa mendengarnya. "Ya makanya itu semua hanya tentang waktu" jawabnya membuatku tersenyum tipis. "Yaa aku tau kak, tapi aku hanya seorang gadis yang tak pernah sabar menunggu waktu yang tepat itu kapan." dan terlalu memikirkan hal yang belum pasti terjadi, itu bodohnya aku ∆∆∆ Jam menunjukan pukul 09:15 WIB. Sejujurnya, hari minggu adalah hari yang paling kubenci dan kusuka sekaligus. Mengapa begitu? Semua hanya tentang moodku, mood yang selalu mengendalikan diriku sendiri. Tapi untuk hari ini, rasanya kesal lebih mendominasi moodku sekarang ini. Hari yang sangat lama bagiku karena tak ada kegiatan, tak ada pacar, tak ada seseorang, tak ada, tak ada, dan tak ada siapapun yang menemaniku disaat aku sendiri. Kenapa semuanya selalu tertuju pada hati? Saat sendiri, doi yang dihaluin. Saat gabut, doi juga yang dipikirin. Saat sibuk? Bahkan doi juga selalu mampir diotak tanpa permisi. Apakah selamanya pikiran itu akan menjajah hati, arghhh aku harus apa sekarang! °°° Dorr... "Eh kunyuk" refleks ku tatkala seseorang mengagetkanku. "Haha ngakak dek." "Ngakak aja terus, seneng banget buat adeknya jantungan" ketusku. "Haha ya maaf." Dia adalah Reno, kakak ter somplak yang nggak ada kerjaan lain selain buat adeknya serangan jantung, kesel, dan marah-marah sendiri kalau udah bertingkah. "Enak yah, yang disini pusing-pusing belajar buat UCO dkk kamu malah enak-enak ngelamun. Ngelamun apa sih kaya ada yang dipikirin aja kamu dek" sumpah yah ini kakak satu kalau ngomong suka makjlep banget. "Masa?" ujarku menantangnya. "Wah ya jelas dong," jawabnya membuatku memutar mata jengah sombong amat ni anak, mentang-mentang bentar lagi lulus eh tapi bentar deh kaya ada yang aneh "Kak..." "Hmmm..." "Tadi kakak bilang apa? Situ pusing-pusing belajar buat UCO? Wah nggak salah nih? Jadi kakakku udah tobat dong! Apa ini yang dinamakan tobat kak? halah jujur aja deh kak, kakak kan kerjaannya chatan terus sama mbak doi darimana belajarnya" "Uhuk...uhuk.." Nah kan, rasain tuh dikira adeknya nggak tau apa ya, keselek kan jadinya mampus nggak tuh "Hahaha gokil banget mukamu kak hahaha aduh." "Wah bocah kecil sok tau lagi, mana ada kakak belajar yah." "Iya kak iya!! Belajar gombalin kak iren kan? Bhak ngakak aku hahaha." "Mohon maaf iren tuh siapa yah?" "Uhuk...uhuk...uhuk." Wah parah are you serious? Pacar sendiri nggak diakuin "Nahkan sukurin ejek aja terus kakaknya kualat kan" Bodo amat sih kak "Ekhem..khem...waw yakin nih ngga kenal? Ntar ilang loh, ntar diculik orang loh, nangis-nangis tiada henti curhat sana sini tambah bucin dah tu." "Ooh gitu iya sama kakaknya oke!" °°° Senin, Kala matahari mulai memancarkan sinarnya. Menembus gorden ruangan minimalis yang didesain sedemikian rupa ini, Di ruangan ini aku berada ditemani decitan demi decitan jemari kak Reno yang sedang sibuk dengan laptopnya. "Kak, kapan ya sekolah mulai lagi" Dia terlihat menaikan alis heran ke arahku. "Sabar kali dek, kamu mah enak santai-santai lah kakak yang pusing ini ngerjain soal terus kerjaannya" Jawabnya sedikit kesal membuatku memutar mata jengah dasar orang, belajar aja ngeluh terus. gimana mau sukses kalau dikit-dikit ngeluh, katanya semua akan indah pada waktunya tapi kalau ngga ada yang dikorbankan ya sama aja dong "Ngga, cuma kangen aja!" jawabku ragu. "Kangen? Kangen siapa, doi? Doi aja ngga punya sok-sok an" "Dih, emang semuanya itu harus tentang doi? Ngga kak banyak. Contohnya kangen teman, sahabat, gebetan ah banyaklah pokoknya ngga semua itu melulu tentang doi" Jawabku panjang kali lebar membuatnya terkekeh lalu kembali fokus dengan layar laptop yang sedari tadi menyala didepannya. "Iya deh iya" "Emang iya" Lanjutku tak mau kalah. Padahal kak, aku rindu dia!! Tapi dia siapa, bukan siapa-siapaku kak jadi apa hakku merindukannya Ah bodoh kau shell, stop bucinin dia okee "Terus nih ya, kalau menurutmu ngga semuanya melulu tentang doi emang kamu ngga butuh doi? Ya kali dek kamu jomblo seumur hidup" Ujarnya sontak membuatku membulatkan mata sempurna apa tadi kata dia? Jomblo seumur hidup? "Astagfirullah kak, jahat banget sama adeknya" "Wah parah, kalau ngomong dijaga ya kak. Ngga suka aku, masa adeknya didoain gitu balik kena sendiri mampus kak. Aku yang bakal ketawain pertama kali!" ketusku kepadanya main-main nih orang kaya gatau aja karma itu ada "Dah ah males sama kak Ren," lanjutku lalu bangkit dari sofa meninggalkannya sendirian yang sok sibuk "Eh kemana?" "Bunda, mau ikut?" jawabku tanpa menoleh. "Dih, ngapain paling bunda sibuk sama keyra" Curhat!!....sambungku dalam hati. Ah memang bunda kalau udah ketemu keyra pasti pengen nguyel-uyel terus. Jadi keyra itu anaknya kak eza tetangga sebelah rumah. ∆∆∆ "Duh kayaknya enak ya siang-siang gini buat yang dingin-dingin" "Tapi apa ya ...." gumamku sembari mengetuk-ngetukkan jari kelingkingku dijidat. "Oooooooohhhhbhhhhh.....aku ada ide dirumahkan ada mangga tuh mending dibuat jus aja kali ya..hmmm iya deh itu aja kasih es tambah uhh seger kali ya astaga" Lanjutku bermonolog sendiri lalu bangkit dan berjalan menuju dapur mencari semua bahan-bahan yang sekiranya diperlukan. Nah bahan semua udah siap deh tinggal cuss blender jadi deh. Setelah beberapa menit kemudian akhirnya minuman siap diseduh. Uhh menggoda banget dari penampilannya aja Pamer dulu ah, sekali-kali ngga papa bukan? aku berjalan ke arah nakas dekat dapur mengambil layar ponselku lalu membuka kamera pada apk Whats***. Ckrek.... | Buatan sendiri dong' Sending.... ✓ Tring.... Satu pesan masuk dari Viola membuatku tersenyum geli gercep juga ni anak Phio[L∆] online _________________________________ Status anda Buatan sendiri dong [ FOTO ]. ________________________ Enak tuh, bagi kali shell Sini rumah ✓✓ YAELAH DO dong Beb:v Seketika aku membulatkan mata sempurna melihat balasannya yang nyeleneh itu, udah minta suruh delivery lagi mending bayar kalau gratis ya tekor aku. Mau DO? Bayar yah 50 juta ✓✓ Buset neng pelit amat sama temen Ngga pelit mati aku!! Yaaaaa ya yaaaa ayolah Shell Pelit-pelit ntar kuburannya sempit loh Astagfirullah punya temen sableng banget, gitu amat doainnya:/ Biarin udah ah, ku mau off baybay ✓✓ Dah ah males, ngga ada chat buat apa online ntar malah bahaya soalnya kalau udah kaya gini jiwa bucinku bakal meronta-ronta minta dikeluarkan ngga enak, bucin itu ngga enak!! "Dorrrr" "E MONYET" "HAHAHAHA, MONYET DEK? MANA MANA HAHAHAHA" Astagfirullah, untung Hp ngga jatuh ke lantai auto minta yang baru ngga dikasih ntar. Aku menatap kesal ke arah orang itu,orang yang sudah mengagetkanku dan parahnya reflekku ngga etis banget masa manggil monyet:/ "Apa sih kak, ngagetin aja!" ketusku. "Jangan ketus-ketus ntar cantiknya ilang loh." Kayaknya ada yang sedang ngerayu biar ngga marah, dasar kang sableng:// "Gitu ya kak? Bagus deh akhirnya kakakku yang sableng ini ngakuin kecantikan adeknya" Ucapku lalu meninggalkannya sendirian berjalan menuju ruang tengah. "Yee main ninggal aja ni anak," teriaknya yang masih jelas kudengar. Aku melirik ke arah jam dinding di atas sana membuatku menghela nafas kasar. Yaelah, baru nambah 15 menit. Lama banget sih:/ ku hempaskan badanku di atas sofa empuk diruang ini lalu menyambar remote TV dan menghidupkannya, berusaha mencari-cari acara yang pas tapi nyatanya tidak ada yang pas dan srek denganku kali ini. Ternyata gini ya rasanya, mau bingung aja udah bingung mau ngapain Aish aku sampai lupa kalau abis bikin jus mangga. Astagfirullah pinter banget pinter...pinter...pinter ... Minum Lo itu Shell masih di dapur.....huah semoga aja Masih bisa diselamatkan dengan kekuatan ekstra aku berlari ke arah dapur moga aja ngga disikat sama kak reno "Huahhhh KAK RENNNNNNN!!" "KENAPA DI MINUM ASTAGA BAMBANG GILA GILA GILA" Kan.... Baru dibilang juga apa. Aku menatap malas kearahnya yang sedang duduk santai sambil meneguk segelas jus mangga yang keliatan menggoda sekali. Hiks kok jadi gini sih...ngga ada rasa bersalah sama sekali huaaa...Batinku kelimpungan melihatnya. Gleg....gleg...gleg.... Kak Reno sialan!!!! Kalau kaya gini ceritanya malah aku yang kegoda padahal niatnya mau pamer ke dia. Dengan tampang muka tak bersalah dia melirik ke arahku sekilas? Yaaa bisa dihitung hanya sepersekian detik saja. Muka songong gitu tuh, Bukannya berhenti malah diterusin emang sialan tuh orang!. "Reno kampret, kenapa dihabisin huaaa dasar orang maunya enak-enak an terus ngga mau susah!!!". "Ganti ngga!! CEPETAN!!". "Apa sih, ini buat Kakak kan?" Tanyanya tanpa rasa bersalah membuatku ingin sekali mencakar mukanya itu. "Ya ngga lah, itu tuh buat aku kakak kalau pengin ya buat eh malah di minum" Jawabku ketus, sedang yang disindir hanya cengengesan ngga karuan. "Gimana enak iya? Iya!!" "Hehehe enak, enak banget malah makasih ya adekku yang comel" Ujarnya setelah meletakkan gelas yang sudah kosong tak berpenghuni itu lalu kabur dari dapur. "Woyy kak, wah parah BALIK IHHHH OKE GITU MAINNYA KABUR IYA!!" Pov someone END .... Author PoV Di satu sisi ada Laras yang masih sibuk menunggu keberadaan Rara dan keberadaannya yang kini masih menunggu secara penuh kapan dirinya berhasil bisa benar-benar pergi dari rumah ini dan dari tempat dimana dirinya sudah mungkin berjam-jam kembali menunggu untuk ya main-main dengan Rara juga Fani keluar rumah sana. Dirinya kini kembali hadir dengan segala kekesalannya yang menunggu Rara tak kunjung datang seperti sekarang ini, bahkan hari demi hari sudah berlalu sampai tak sadar mereka bertiga sangat sering sekali untuk pergi berjalan-jalan ataupun me time bebarengan sampai untuk yang terakhir kalinya ini dalam hitungan satu bulan mungkin sudah ada sekitar 5 sampai 6 kali mereka bertemu untuk hal yang tak jelas karena memang kenyataannya Fani baru saja keluar dari pekerjaan ditambah lagi dengan Rara yang kini tengah libur kuliah juga dengan Laras yang yang ini masih tidak tahu juga harus bagaimana memanfaatkan situasi dan keadaan yang memang nyatanya sampai sekarang tak kunjung diberi kepastian untuk sebuah pengharapan dari pekerjaan ataupun lainnya yang di nanti-nanti kan selama dirinya lulus dari sekolah menengah atas beberapa bulan yang lalu itu. Lamunannya kosong menatap ke arah jalanan di depan sana lurus, masih dengan segala kesabarannya berada saat ini. Sesekali helaan nafas panjang dilontarkan gadis itu menyadari kelelahannya menunggu yang memang tak ia pungkiri dirinya selalu hadir dengan hal-hal seperti ini yang terkadang membuat dirinya berpikir juga seakan-akan Rara memang sedikit banyaknya sering ngaret dari jam rencana pertemuan mereka seperti sekarang ini. Sudah ada 15 menit dirinya tak ada dikabari oleh sosok sahabat karibnya itu ya udah sekarang sudah berangkat ataupun dulu ya tak tahu dan di sini bahkan Laras hanya bisa kesal sendiri dan greget juga sendirian karena tak bisa dilampiaskan dengan orang atau bahkan tak bisa ia buru-buru juga karena yang diburu-buru tak kunjung ia dapati juga orangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN