MAAF

1198 Kata
Dua buah koper berukuran besar itu hampir setengah mati membuat Alesha menariknya. gara-gara Qiana ia akhirnya pulang dalam keadaan matahari yang sudah tenggelam. Ckleek Pintu itu dibuka oleh Alesha. Ia terperanjat melihat tubuh tegap itu beradadi depannya dengan tatapan yang sulit untuk dibaca. Mata tajamnya serasa seperti mau menguliti Alesha. “Dari mana saja?.” “Sa-saya dari kos.” Jawabnya. Mata Zavian langsung tertuju pada koper besar yang dibawah oleh Alesha. “Dan tanpa izin dari suami?.” Sindirnya. Alesha menggit bibir bawahnya sembari memejamkan mata, ia sendiri mengaku salah karena lupa berpamitan pada Zavian yang sudah menjadi suami untuknya. “Satu hal yang perlu kamu sadari yang mungkin tidak kamu sadari. Saya suami kamu, dan kamu istri saya. Apakah pantas kamu keluar rumah tanpa izin!?.” Cecar Zavian. Hati Alesha langsung mencelos dengan ucapan Zavian. ia merasa bersalah karena tak sadar akan posisinya saat ini. Ia langsung berbalik untuk meminta maaf, namun punggung yang kokoh itu sudah berjalan keluar rumah. “Sepertinya aku sudah keterlaluan .” Batin Alesha Sementara itu diruang keluarga Alesha melihat keluarga Allaric dan keluarga Pratama ada disana termasuk Fatimah. Kedatangannya membuat seluruh mata memandangnya. “Dari mana nak? Sini duduk dulu.” Tanya Ayah Fathan dengan senyum hangatnya. “Alesha habis dari kos, mengambil barang-barang yang masih tertinggal disana yah.” Jawab Alesha kikuk. Ia tidak nyaman mendapatkan tatapan mata dari sang ibu mertua yang sepertinya memang tak pernah suka padanya. “Oh, tadi Zavian baru keluar. Kamu tidak apa kan kalau di tinggal bertugas?.” Ayah Fathan menanyakan seperti itu untuk memastikan profesi yang dijalani oleh anaknya tidak mengganggu rumah tangga mereka. “Tidak apa-apa, Alesha mengerti dengan profesinya Zavian.” Ucap Alesha. “Zavian pasti beruntung memiliki kamu Alesha.” Sela Fatimah yang tersenyum manis pada Alesha yang dibalas senyum juga oleh Alesha. Dari awal berkenalan Fatimah sangat baik padanya. Kebaikan serta kelembutan Fatimah membuat Alesha kagum. “Alesha ke kamar dulu ya.” Pamit Alesha yang langsung membawa koper miliknya. “Oh iya, kopernya ditinggal saja. nanti Almeer yang membawakannya ke sana.” Ayah Fathan menahan Alesha membawa kopernya. “Biar nanti Alesha saja ayah.” Tolak Alesha karena tak enak jika harus merepotkan orang lain. “Ayah benar kak Alesha. Biar saya yang membawakan kopernya.” Almeer langsung berdiri dan menarik kopernya. “Terima kasih meer.” Ucap Alesha yang tak tau harus menjawab apalagi. >>>>>>>>> Laju motor yang kendarai Zavian sangat tidak beraturan. Hatinya sangat bergemuruh, bayangan canda tawa antara Fatimah dan Almeer membuat gelombang pahit di hatinya. Sejauh apapun ia melangkah, tetap saja gadis pujaannya lah yang bertahta dengan baik di relung paling dalam. Ada sedikit rasa sesal dalam dirinya karena sudah memasukan Alesha di hidupnya, sedangkan dirinya sendiri masih memikirkan Fatimah. Ia merasa cemas bila nanti tak dapat mencintai atau bertanggung jawab dengan baik pada Alesha, yang notabenenya sudah menjadi makmum untuknya. Jika Zavian dihantui rasa cemas dan masa lalu, sama hal nya lagi dengan Alesha yang juga tidak bisa diam dan mondar mandir di balkon. Ia menatap halaman rumah dari bawah. Ia tak tenang karena sudah berlaku seenaknya tanpa memikirkan statusnya yang kini sudah berbeda dari yang kemarin. “Kenapa kamu sangat bodoh Alesha.” rutuknya sembari menggigit kuku. “Apa sudah seharusnya aku memberikan hak nya sebagai suami?.” Batinnya lagi. Pandangannya langsung tertuju pada dua buah koper yang belum dibuka sama sekali. >>>>>>>>>> Malam yang mencekat serta hujan dan angin yang bertiup dengan sembrono, menciptakan rasa dingin pada kulit mulus milik Alesha. penantiannya tak sia-sia, bunyi motor Zavian akhirnya terdengar di telinganya, menandakan bahwa suaminya itu sudah pulang. Dengan cepat Alesha langsung bergegas merapikan rambutnya dan menunggu dengan manis di depan pintu untuk menyambut Zavian. Zavian yang bertugas kesana kemari hanya menggunakan motor, menjadikan dirinya yang sudah terbiasa pulang dalam keadaan basah-basahan ketika cuaca berganti tak menentu. krieet Pintu itu itu terbuka. Alesha terkesiap namun masih mampu mengatur nafasnya dengan tenang. “Asalamualaikum..” Ucap salam Zavian yang masuk dalam keadaan menundukkan kepalanya, karena harus melepas jaketnya yang sedikit basah. Alesha mengulurkan tangan kananya pada Zavian. Alesha ingin melakukan salim seperti yang dilakukan oleh pasangan suami istri pada umumnya. “Astagfirullah..” Zavian langsung menutup kedua matanya namun langsung membukanya lagi. ia langsung teringat bahwa saat ini perempuan yang ada di hadapannya, sudah halal untuk dipandang apalagi disentuh. “Kenapa?.” Tanya Alesha polos yang heran dengan reaksi Zavian. Tentu saja Zavian akan bereaksi seperti itu, saat ini Alesha memakai lingerie berwarna pink, bisa dibayangkan terekspose seperti apa tubuhnya. Dan untuk seumur hidupnya baru kali ini Zavian melihat orang memakai pakaian seperti itu. “Sa-saya masih basah dan kotor. Eh-ehm maksudnya saya, saya harus mandi. Iya saya harus mandi.” Jawab Zavian dengan terbata-bata. ia pun dengan cepat masuk ke kamar mandi. >> Zavian langsung menyalakan Shower. Ia mengguyurkan seluruh tubuhnya dengan air. Sesekali ia mengepal kedua tangannya dan juga mengeraskan rahangnya. Seperti sesuatu yang berat dibawah sana sulit sekali untuk ia kontrol. “Apa yang aku lakukan ini salah ya?.” Tebak Alesha dalam hatinya. Ia makin kepikiran karena Zavian tak kunjung keluar juga dari kamar mandi. Tubuhnya juga mulai kedinginan dengan memakai pakaian seperti ini apalagi dalam kondisi hujan. Krieet Pintu kamar mandi yang sedari tadi diperhatikan oleh Alesha akhirnya terbuka. Zavian keluar dengan menggunakan bathrobe berwarna abu-abu. Sekilas bagian dad@ milik Zavian terlihat. Alesha meneguk ludahnya dengan kasar. Kini berganti dirinyalah yang dibuat gugup setengah mati. semburat merah diwajahnya menjadi pertanda betapa gugupnya ia kini. Zavian berjalam ke arah lemari namun tak lama langsung berbalik menatap Alesha. bukannya mengambil pakaian, Zavian malah mendekat ke arahnya. Alesha mengatur nafasnya dengan setengah mati. Ujung ranjang menjadi saksi kegugupnya malam ini. Ia merasa sesal karena sudah berinisiatif untuk memulai duluan. awalnya ia mengira Zavian akan menolaknya atau memarahinya karena sudah memakai pakaian seperti ini. akan tetapi dugaannya salah, Zavian tetaplah seorang lelaki, yang bila disuguhi pemandangan seperti ini, sudah pasti hasratnya akan bangkit. Alesha tak berani membalas tatapan Zavian, yang dapat ia lakukan sekarang hanyalah menundukkan pandangannya ke bawah. Zavian yang sudah duduk disamping menangkup dagu istrinya itu agar membalas tatapannya. Dengan terpaksa Alesha membalas tatapan Zavian, meski ia sendiri setengah mati menahan gelombang nafasnya yang kian tak beraturan. “Meskipun kamu bukan kriteria yang saya minta dalam doa, saya akan tetap belajar untuk mencintai kamu.” Ucap Zavian sembari memperbaiki anak rambut milik Alesha yang sedikit berantakan. Perlahan tangan kekar itu juga turun memberikan sentuhan hangat dari telinga hingga bagian tengkuk putih Alesha. Sensasi itu membuat Alesha terpejam. Zavian memberikan potongan kecupan pada setiap inci wajah mulus milik Alesha. Tangan kekarnya juga kian tak tinggal diam. Lingerie berwarna pink muda itu kian terlepas akibat aktivitas tangannya. Foreplay yang diberi Zavian membuat Alesha sudah berada diawang-awang kenikmatan. Hingga ia sendiri tak sadar bahwa kini tubuh kekar Zavian sudah menindih tubuhnya. Mereka berdua sudah sama naked. Permainan panas itu dipimpin dengan baik oleh Zavian. Alesha yang sudah berada dibawah kungkungannya kini hanya bisa pasrah dan meremas sprei katun untuk menahan rasa perih yang ia rasakan dari bawah sana. Sementara itu dari atas sana Zavian sudah bermandikan keringat, ia sedikit kesusahan memasukan benda kerasnya pada milik Alesha. “Maaf.” Lirih Zavian yang tak tega ketika melihat Alesha mengeluarkan air bening dari matanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN