hampir ketahuan

676 Kata
Monica berjalan mendekati pintu sementara tak jauh dari itu yaitu di kamar milik Rossie, Bianca dan Kevin masih sibuk memadu kasih di atas tempat tidur. Saat Monica berjalan memasuki ruang tamu rumah milik Rossie saat ia semakin melangkah maju kaki Monica terhenti begitu suara panggilan telponnya berdering, Kevin dan Bianca yang mendengar bunyi ponsel di ruang tamu tersentak terhenti dari aktifitas mereka dengan perasaan bedebar namun masih dalam keadaan saling menindih Bianca dan Kevin saling menatap. "Tidak mungkinkan Rossie pulang ke rumah?" Bisik Bianca dengan nada panik karena tak mau aksi mereka ketahuan baik Bianca dan Kevin bergegas beranjak dari atas tempat tidur masing-masing keduanya terburu mengenakan pakaian mereka. "Halo Pak?" Suara Monica terdengar menjawab telpon. "Harus sekarang Pak?" Tanya Monica kearah si penelpon tak lama berselang Monica menghela nafas berat "Baiklah Pak saya pergi sekarang." Ucap Monica lalu mengakhiri panggilan telponya. "Rossie?" Monica berteriak memanggil nama Rossie namun tak ada jawaban sementara Bianca dan Kevin kini sudah bersembunyi di balik tempat tidur. "Rossie?" Panggil Monica lagi berjalan semakin memasuki rumah milik Rossie kini Monica sudah berada di ruang keluarga ia menyerengit melihat pintu kamar Rossie yang terbuka. Dengan pelan Monica menghampiri kamar milik Rossie dan berdiri di ambang pintu, keadaan seprai dan bantal yang acak-acakan membuat Monica menyerengit karena tidak biasanya Rossie tidak rapi seperti itu tanpa Monica ketahui di balik tempat tidur ada Kevin dan Bianca yang kini bersembunyi dalam keadaan panik dan takut ketahuan. Monica menatap kearah kamar dan bingung tak mendapati siapapun disana "Sebenarnya kemana dia pergi?" Pikir Monica "Tumben sekali dia teledor seperti ini, pintu rumah dan kamar bahkan di biarkan terbuka." Gumam Monica lalu menutup pintu kamar milik Rossie. Monica menatap kearah paper bag di tangannya lalu meletakan paper bag itu diatas meja ruang keluarga kemudian memfotonya lalu mengirimkan foto itu pada Rossie "Aku membawakanmu coklat cake kesukaanmu dari toko sugar pastri kebetulan aku mampir semalam pas pulang dari bandara, jadi aku ingin mengantarkannya untukmu sekarang tapi kau tak ada di rumah, kau pergi kemana? Pintu rumahmu terbuka jadi aku masuk saja, tapi tak ada orang di rumahmu." Kira-kira seperti itulah pesan singkat yang di kirim Monica bersamaan dengan foto yang di kirimnya. Setelah pesan terkirim Monica bergegas meninggalkan rumah milik Rossie karena ada pekerjaan yang harus dia urus. Sementara itu di rumah sakit Rossie yang saat itu sedang duduk terdiam tersentak begitu ponselnya berbunyi ia melihat pesan dari Monica bergegas Rossie membaca pesan itu, setelah membaca pesan Rossie langsung menelpon Monica. "Hallo?" Ucap Rossie pada Monica yang saat itu sedang menyetir sembari menjawab panggilan telponnya. "Kau dimana? Apa kau pergi kencan bersama Kevin tapi tumben kau meninggalkan pintu rumah dan kamarmu terbuka?" Serobot Monica membuat Rossie menyerengit bingung. "Aku berada di rumah sakit Monica." "Apa? Kenapa kau tidak memberi tahuku?" Tanya Monica dengan panik "Maaf aku tidak memberi tahumu karena ku pikir kau sedang sibuk." "Aku akan menjengukmu nanti setelah aku pulang kerja." Ucap Monica "Lalu apakah Bianca ada bersamamu di rumah sakit?" Tanya Monica "Iya tadinya Bianca bersamaku di rumah sakit, tapi aku memintanya pulang untuk mengambil barang keperluanku seperti baju ganti dan baju dalam." Jawab Rossie berdusta dia tak berani memberi tahu Monica bahwa ia akan memberikan sertifikat rumahnya pada Kevin, Monica pasti akan marah besar karena hal itu jika tahu. "Oh, jadi Bianca pulang ke rumah bersama Kevin." Gumam Monica membuat Rossie menyerengit bingung. "Bianca pulang sendiri ke rumah Monica dia tidak pulang bersama Kevin." Ucap Rossie "Tapi tadi aku melihat mobil Kevin terparkir di depan rumahmu." Jawab Monica membuat Rossie tak nyaman ia mulai menaruh rasa curiga sebelum ia tersentak menepuk dahinya sendiri karena ia ingat mobil Kevin telah di jual untuk tambahan uang memberikannya cincin berlian. "Mungkin itu mobil yang sama persis Monica, Kevin sudah menjual mobilnya." Ucap Rossie. "Apa kau percaya pada Kevin? Apa kau melihat sendiri Kevin menjual mobilnya? Jika kau tidak melihatnya sendiri maka jangan terlalu percaya Rossie, karena terkadang pengkhianat berasal dari orang terdekat." Ucapan Monica membuat Rossie terdiam dan berpikir bahwa apa yang di ucapkan ada benarnya terlebih selama menjalin hubungan dia beberapa kali di bohongi oleh Kevin. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN