kelakukan 2 ular berbisa

686 Kata
Bianca berjalan dengan terburu meninggalkan rumah sakit, tiba di lobby rumah sakit Bianca memberhentikan langkahnya begitu mendapati sosok Kevin terduduk santai di kursi tunggu yang ada di lobby. Bergegas Bianca menghampiri Kevin yang sedang bersantai menyandarkan punggung dan kepalanya di sandaran sofa. "Kevin?" Panggil Bianca setibanya dia di depan Kevin spontan Kevin langsung menegakkan punggungnya dan menatap kearah Bianca yang berdiri di hadapannya, pandangan Bianca terlihat bingung "Apa yang kau lakukan disini, bukankah kau tadi pergi ke sugar pastri?" Tanya Bianca membuat Kevin tertawa seraya beranjak berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Bianca. "Ayolah Bianca, aku tidak memiliki waktu seluang itu untuk ke sugar pastri hanya untuk membelikan Rossie coklat cake, perjalanannya saja pulang pergi sampai 2 jam itu akan membuatku lelah." Jawab Kevin santai "Lalu bagaimana dengan cakenya?" Tanya Bianca lagi "Aku memesan kurir untuk membelinya." Kevin menjawab sembari tersenyum jail. "Lalu bagaimana jika aku yang menginginkan strowberi cake dari sugar pastri, apa kau akan memesan kurir juga untuk mengambilnya?" Tanya Bianca membuat Kevin segera menggeleng. "Aku rela menempu jarak yang sangat jauh jika itu untuk dirimu." Jawab Kevin membuat Bianca tersenyum salah tingkah. "Lalu kau sendiri kenapa keluar? Bukankah kau harus menemani si tuan putri bodoh itu?" Kini giliran Kevin yang balik bertannya sebelum kemudian Bianca terlonjak bahagia lalu memeluk Kevin erat. "Kau tahu, rencanaku berhasil." Jawab Bianca dengan girang "Maksudnya?" Kevin masih terlihat bingung. "Maksudku rencanaku berhasil, Rossie telah luluh pada tindakanmu dan yah! Dia sekarang ingin menyerahkan sertifikat rumahnya padamu untuk mengajukan pinjaman." Mendengar itu mulut Kevin menganga matanya melotot senang ia bahkan tidak bisa berkata-kata entah tak tahu seperti apa ia harus merespon kebahagiannya itu. "Tidak salah aku mencintaimu Bianca, karena kau gadis yang pintar dan cerdas." Ucap Kevin lalu memeluk Bianca. "Aku sekarang harus pulang ke rumah untuk mengambil sertifikat itu." "Ayo ku antar kau, sayang." Ajak Kevin dan Bianca tak menolak. *** Kevin dan Bianca tiba di rumah milik Rossie begitu masuk tujuan utama mereka adalah kamar milik Rossie dan lamari. Kevin mendudukan tubuhnya diatas tempat tidur milik Rossie sementara Bianca berjongkok di depan berangkas memaksukan kata sandi dan saat pintu berangkas terbuka Bianca dengan mata berbinar-binar langsung mengambil sertifikat rumah milik Rossie. Bianca berjalan mendekati Kevin lalu mengacungkan sertifikat itu kearah Kevin "Ayo, kita harus kembali ke rumah sakit." Ajak Bianca membuat Kevin meraih sertifikat itu meletakan sertifikat itu di sampingnya, Kevin dengan senyuman menggodanya menarik tangan Bianca memeluk Bianca erat dengan tangan kirinya sementara tangan kanan Kevin masuk menelusuk dibalik kaos kuning yang dikenakan Bianca. "Kita masih memiliki waktu 1 jam lebih, bagaimana kalau kita main sebentar." Ajak Kevin bersamaan dengan tangannya yang menyentuh biji kacang yang ada di gunung milik Bianca. Tangan Kevin bermain linca di atas sana, membuat Bianca tak adapat menolak lagi karena tubuhnya sudah mulai panas dan menegang akibat aksi permainan yang dilakukan Kevin. Kini baik Bianca dan Kevin sama-sama mulai melepas pakaian mereka satu persatu hingga tidak ada lagi sehelai benangpun yang tertinggal di tubuh mereka. Bianca tanpa perlawanan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur membiarkan tangan Kevin bermain di bagian gunungnya dan kepala Kevin berada di area pribadinya, baik tangan dan mulut Kevin sama-sama sibuk bermain membuat suara kenikmatan dari mulut Bianca mulai terdengar. "Berhenti Kevin, cepatlah jangan bermain-main lagi." Tutur Bianca dengan tubuh menggeliat dan suara yang berat sementara Kevin justru senang melihat reaksi tubuh dari Bianca sebelum kemudian Kevin mulai memasukan milik pribadinya pada area pribadi milik Bianca bersamaan dengan itu suara Kevin dan Biancapun mulai terdengar sesuai ritme goyangan dari Kevin. Di gerbang rumah nampak sebuah mobil hitam berhenti dan tak lama kemudian sosok Monica keluar dari mobil itu "Tumben pintu rumah Rossie terbuka lebar seperti itu, apa ada tamu?" Pikir Monica yang melihat pintu rumah milik Rossie memang terbuka lebar, nampaknya baik Bianca dan Kevin sama-sama lupa menutup pintu. Saat menoleh kearah sisi kanan Bianca baru sadar kalau ada mobil Kevin terparkir "Aaah!.." Monica mengerang kesal saat tau ada Kevin di rumah Rossie "Sebenarnya aku malas jika harus bertemu dengan lelaki itu." Gumam Monica sebal namun ia tetap melangkah memasuki area pekarangan rumah milik Rossie itu berpikir bahwa ia harus menemui Rossie meski nantinya harus bertemu dengan Kevin. Bersambung!...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN