Pemilihan undangan pernikahan

567 Kata
hampir dua minggu setelah penyerahan sertifikat rumahnya pada Kevin, lelaki itu kini tidak ada kabar pada Rossie awalnya Rossie berpikir positif setelah lima hari Kevin tak ada kabar tapi sekarang pikiran Rossie mulai was-was ketika Kevin tak ada kabar hampir 2 minggu. Rossie gelisah namun sebisa mungkin ia masih berpikiran positif dan tenang. Rossie yang saat itu sedang duduk di ruang keluarga rumahnya menatap sendu ponsel di tangannya entah sudah berpuluh-puluh kali ia menelpon dan mengirim pesan pada Kevin namun tak ada satupun yang di respon Kevin hari itu. Rossie tersentak kaget begitu suara pintu rumahnya di buka, ia segera menatap kearah ambang pintu dan tak beberapa lama sosok Bianca muncul menenteng tas belanjaan dari berbagai merek terkenal di dunia jika dilihat di tangannya mungkin ada dua belas tas belanjaan. "Belanja lagi?" sapa Rossie kearah Bianca namun sapaan dari Rossie itu entah mengapa membuat Bianca kesal dengan sorot mata sinis Bianca menatap Rossie. "Memangnya apa masalahmu jika aku belanja Rossie, toh aku menggunakan uangku bukan uangmu." Bianca berucap sarkas lalu berjalan kearah kamarnya sembari ngedumel "Heran kepo sekali dengan urusan orang lain aku mau belanja berapapun bukan urusannya." Rossie hanya menghela nafas berat mendengar suara gerutuhan dari Bianca yang memunggunginya masuk dalam kamar. Rossie nyaris terlonjak kaget saat ponsel di tangannya berdering, begitu melihat nama Kevin tertera di layar ponsel bergegas Rossie menjawab panggilan telpon itu. "Hallo?" ucap Rossie "Maaf sayang, akhir-akhir ini aku sibuk mengurus persiapan untuk acara pernikahan kita. Jadi tidak sempat membaca ataupun menjawab telponmu," jelas Kevin "Oh iya, aku akan mengirimi untukmu contoh-contoh undangan pernikahan pilihlah yang mana yang kau suka setelahnya berikan padaku akan ku pesankan nanti." lanjut Kevin membuat Rossie tersenyum bahagia ternyata pikiran buruknya selama 1 minggu terakhir ini salah. Rossie mentap layar ponselnya begitu ponsel itu bergetar belasan kali menjadi pemberitahu bahwa foto-foto contoh undangan yang dikirim Kevin sudah masuk dalam ponselnya. "sudah masuk?" tanya Kevin "Hm!... Sudah." Sahut Rossie "Oh iya sayang, besok apa kau memiliki waktu?" tanya Kevin lagi "Aku hanya punya waktu dari jam 5 sore sampai malam sayang, kau tahu sendiri aku harus bekerja dari jam 8 sampai jam 5 sore." Jawab Rossie "Kalau begitu aku akan menjemputmu besok jam 5 sore ke tempat kerjamu, kita akan pergi melihat gedung untuk tempat pernikahan kita nanti." ajak Kevin dan Rossie mengiyakan lalu Kevin mengakhiri panggilan telpon mereka. Setelah sambungan telpon terputus Rossie kini terdiam menatap kearah ponselnya memilih dan memilah jenis undangan apa yang dia sukain. Hampir 15 menit bergelut dengan berbagai foto undangan akhirnya pilihan Rossie jatuh pada undangan berwarna hitam pekat dengan hiasan bunga sakura dibagian pojok kanan atas dan hiasan kupu-kupu berwarna pink dibagian pojok kiri bawah. bergegas Rossie mengirim foto contoh undangan yang dipilihnya itu pada Kevin disertai pesan singkat "Aku suka undangan yang ini sayang." Tak beberapa lama menunggu balasan dari Kevinpun di terima oleh Rossie, Kevin hanya menjawab pesan dari Rossie dengan kata oke. Rossie tersenyum, hatinya sunggu berbunga-bunga membayangkan bahwa ia akan menikah dengan Kevin, ia bahkan sudah memiliki rancangan gaun pengantinya sendiri dan akan pergi ke tukang jahit yang berada dekat dengan teras caffe. Saat Rossie mengingat tukang jahit dekat teras caffe Rossie segera tersentak begitu mengingat bahwa ia memiliki jaket kulit milik Harry, depcollector "Bagaimana caraku mengembalikan jaket kulit lelaki itu yah?" pikir Rossie, jangankan alamat nama lelaki itu saja dia tidak tahu lalu bagaimana dia akan mencarinya. "Semoga aku dapat bertemu dengannya besok." pikir Rossie. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN