Rossie menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang kini telah menunjukan pukul 5 sore sudah waktunya ia pulang bahkan rekan-rekan kerjanya sudah beranjak satu persatu untuk pulang sementara Rossie masih duduk bergelut dengan komputernya hingga ponselnya berdering bergegas Rossie meraih ponsel itu bibirnya langsung tersenyum ketika menatap layar ponsel yang bertuliskan nama Kevin disana.
"Hallo?" ucap Rossie menjawab
"Aku sudah di parkiran gerbang utama perusahaanmu." jawab Kevin
"Tunggulah sayang, aku segera keluar." Balas Rossie lalu panggilan telponpun terputus, tangan Rossie bergerak cepat mematikan komputernya kemudian menoleh kearah kiri ada paper bag coklat di samping kiri meja kerjanya, Rossie meraih paper bag itu kemudian tersenyum saat menatap jaket kulit yang ada di paper bag "Semoga aku bertemu dengan lelaki itu kembali." ucap Rossie seraya bergegas meninggalkan ruangan kerjanya.
Saat keluar dari loby perusahaanya, Rossie langsung mendapati Kevin berdiri di sebuah mobil sport mewah berwarna hitam, sementara Kevin segera melambaikan tangannya kearah Rossie begitu melihat sosok Rossie.
"Rossie, sini!" Teriak Kevin dan hanya dibalas oleh senyuman singkat milik Rossie sembari berjalan mendekati Kevin dan mobil sportnya.
"Ayo masuk sayang." Ucap Kevin sembari membuka pintu mobil untuk Rossie, sementara Rossie terus memperhatikan mobil sport hitam itu.
"Masuklah jangan malu-malu sayang." Ucap Kevin kembali membuat Rossie segera masuk dalam mobil itu, desain interior mewah dan mahal yang ada dalam mobil langsung menjadi pemandangan pertama yang dilihat Rossie begitu masuk.
Rossie mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, ia mengetik di pencarian internetnya dengan kata kunci 'Berapa harga mobil aston martin vintage' meski Rossie tak paham masalah mobil tapi Rossie tau jenis-jenis mobil karena dulu Ayahnya adalah pencinta mobil dan Rossie mempelajari jenis mobil dari sang Ayah jadi saat Rossie melihat pertama kali mobil yang dikendarai Kevin, Rossie sudah tahu jenis dan merek mobil itu dia hanya tidak tahu harganya saja dan yah! mata Rossie langsung melotot begitu mengetahui harga mobil itu yang paling murah adalah sekitar 4,3 milyar.
Tangan Rossie gemetar lalu segera menggelengkan kepalanya "Tidak mungkin, tidak mungkin, Kevin pasti tidak membelinya dari hasil pinjaman karena harga rumah hanya 4 milyar masih kurang untuk membeli mobil ini." pikir Rossie.
Kevin yang sedari tadi berdiri di samping mobil sembari fokus ke ponselnya kini melangkah masuk dalam mobil.
Kevin menyerengit melihat ekspresi Rossie yang menatapnya serius "Ada apa?" Tanya Kevin
"Boleh aku bertanya padamu?" Tanya Rossie dan Kevin segera mengangguk mempersilahkan Rossie untuk bertanya.
"berapa kau meminjam uang?" Tanya Rossie membuat Kevin tertawa canggung.
"Tenanglah sayang, aku hanya meminjam sesuai kebutuhan acara pernikahan kita saja." Jawab Kevin.
"iya, berapa?" Tanya Rossie lagi
"Hanya sekitar 1 milyar." Jawab Kevin membuat Rossie menganga takjub.
"Tapi itu terlalu banyak Kevin."
"Banyak apanya Rossie, kau pikir berapa sewa gedung? berapa sewa dekor dan ketring, berapa harga baju pengantin dan berapa hargara cetak undangan serta suvenir." Bentak Kevin seperti tak suka di pertanyakan oleh Rossie.
"Lalu mobil ini berapa kau membelinya?" Tanya Rossie kembali.
"Mobil apa? Aku tidak membeli mobil, mobil ini aku pinjam dari temanku." Kevin bergegas merabah dompetnya lalu mengeluarkan STNK mobil "Periksalah sendiri nama siapa yang tertera di STNK itu!" Bentak Kevin seraya melempar STNK itu kearah Rossie tidak ada kelembutan sama sekali dari tindakan Kevin.
Rossie membungkuk meraih STNK yang terjatuh di samping kakinya setelahnya membuka STNK itu dan benar nama yang tertera di STNK itu bukanlah nama Kevin.
Rossie kembali melipat STNK itu lalu menyerahkannya pada Kevin "Maafkan aku," ucap Rossie "Aku berpikiran buruk padamu karena aku takut kau akan meminjam begitu banyak hingga akhirnya kita tidak bisa membayarnya nanti."
"Ayolah Rossie aku tidak sejahata itu." Balas Kevin membuat Rossie tertunduk diam.
"Sudahlah, kau membuat moodku rusak." ucap Kevin ketus "Kita tidak perlu melihat gedung hari ini, untuk undangan aku sudah mencetaknya, sekarang keluar!"
Mata Rossie terbelalak mendapati Kevin mengusirnya dari dalam mobil.
"Aku sudah minta maaf Kevin kenapa kau begitu berlebihan." Ucap Rossie semakin menyulut amarah dari Kevin.
"Berlebihan katamu?" Kevin melotot kearah Rossie "Disini kau yang berlebihan, kau menuduhku menggunakan uang pinjaman untuk membeli mobil, disini kecurigaanmu padaku yang berlebih Rossie. Berhentilah berdebat sekarang keluar, biar aku saja yang mencari gedung aku akan memotret dan memvideokannya lalu mengirimnya padamu agar kau bisa memilihnya nanti." Ucap Kevin, Rossie yang merasa bersalah akan tindakannya mau tak mau keluar dari dalam mobil.
Setelah keluar dari dalam mobil Kevin langsung tancap gas meninggalkan Rossie, sementara Rossie hanya berdiri sembari mengutuk dirinya sendiri karena telah menaruh curiga pada Kevin.
Dalam mobil Kevin menelpon Bianca tak beberapa lama Bianca menjawab panggilan telpon itu.
"Hallo sayang?" Ucap Kevin sembari tertawa.
"Iya," Sahut Bianca
"Kau dimana? Aku akan menjemputmu sekarang." Ucap Kevin.
"Lalu Rossie?" Tanya Bianca
"Aku sudah meninggalkannya di perusahaannya, seperti katamu jika aku membawa mobil baru Rossie pasti akan curiga dan benar dia langsung menaruh curiga padaku lalu aku menjadikan kecurigaan Rossie sebagai alasan untuk marah dan aku meninggalkannya." Jelas Kevin membuat Bianca tertawa terbahak-bahak.
"Rossie benar-benar gadis yang bodoh," ucap Bianca diselah-selah tawanya "Dia tidak tahu saja bahwa mobil itu milikmu meski kau membelinya secara second." Lanjut Bianca.
"Kau dimana sekarang sayang? Aku akan menjemputmu agar kita bisa mencari gedung untuk pernikahan kita sekalian mencari ketring, suvenir, dekor, dan gaun pengantin untukmu." ucap Kevin.
"Aku ada di Mall pusat Kota, datanglah aku akan menunggumu." jawab Bianca dan panggilan telponpun terputus.
bersambung.