“Dek, tadi ada orang cari kamu ke sini, laki-laki dan perempuan tua. Kamu sudah ketemu?” tanya seorang wanita paruh baya, saat berpapasan dengan Syazwani di lorong rumah sakit. Syazwani yang berjalan sambil menunduk, sedikit mengangkat kepala, dan mencoba tersenyum setelah melihat siapa yang menyapanya. Perempuan paruh baya yang menjadi teman terbaiknya selama menunggu Amran di ruang tungga pasien ICU. Mereka berbagi tikar yang sama untuk duduk ataupun tiduran di sana. Orang yang sangat baik hati, mau memberinya sedikit makanan sebagai pengganjal perut. “Ibu dan Abang, Syaz yang datang,” sahut Syazwani pelan, sembari mensejajarkan langkah. Tiba-tiba wanita paruh baya itu menghentikan langkahnya, mengangkat dagu Syazwani agar wajah pucat itu dapat dilihatnya dengan saksama. “Siapa puku

