Yuda jadi Labil

1320 Kata
Warning Episode hari ini agak bikin gerah yg lagi puasa lanjut Malam aja ya Bacanya,Author mah lagi gak Puasa jd sengaja nulis dan update siang hari Hehehee... "Sayang" "hmm" "Sini aku pengen ngomong sesuatu"kata Tuda sambil menepuk ranjang disebelah Dia duduk.Hana meletakkan sisir rambut keatas meja rias setelah selesai memakainya,lalu berjalan mendekati Yuda dan duduk disebelahnya. "Mau bicarakan apa Mas?" "tadi Aku sudah membicarakan hal ini sama Papa,mulai sekarang kamu,Mama,jg Manami aku dan Papa kemanapun pergi akan dijaga Bodygiard demi keselamatan" "memangnya kenapa sih Mas?dari tadi Mas sama Mama jg ngomongin itu" "Sayang kamu ingat kan kejadian beberapa hari ini?"Hana mengangguk mengingat kejadian di Jepang kemarin yg diikuti orang aneh,dan nyampai indonesiapun masih di intai orang tak dikenal lagi sampai diphoto diam diam diam lalu kabur. "aku hanya tak ingin apa yg telah menimpa Yurisa dan Ibunya hingga calon bayi kami yg ikut jd korban seperti dulu terulang kembali.Aku takut orang orang itu melukaimu Sayang" "tapi itu sudah kejadian lama apa pelakunya tak tertangkap Mas?"Yuda menggeleng. "waktu itu dengan Panik Yurisa menelponku dengan ketakutan dia mengatakan ada sebuah mobil mencurigakan terus mengikuti dan mengejarnya hinga Ibu Yurisa kehilangan fokus mobilnya menabrak pembatas jalan dan mobilnya masuk jurang dan meledak" Jawab Yuda dengan mata yg berkaca kaca.Mendengarnya Hana jadi merasa bersalah karena membuat suaminya bersedih mengingat hal yg membuatnya sangat terluka. "Maafin Hana Mas, Mas jd mengingat hal itu" "Sampai kapanpun aku akan mengingatnya Sayang hal itu tak akan pernah terlupakan,kamu jangan merasa bersalah"kata Yuda meyakinlan Istrinya lalu mengecup kening Hana dengan lembut. "Bagaimana dengan Nenek,Sasa dan jg Paman Bibi Mas apa mereka akan aman?Hana sangat takut"tanyanya dengan raut muka yg khawatir. "jangan khawatir Sayang...mereka akan Mas pinta kerumah Papa disini,Mama jg yg memintanya.Paman mengajar kesekolah akan bareng Papa berangkatnya Dan Bibi akan bekerja bareng Mama,Sasa akan berangkat bersama Manami tentunya" "tapi Sasa sekolahnya berlawan arah dan lebih jauh dengan Manami Mas" "Sasa Sama Mama dipindahkan satu sekolah dengan Manami Sayang disana lengkap dari SD sampai SMA" "Kan Sasa sudah kelas 6 Mas nanggung kalau pindah sekolah,lagian memangnya bisa?" Yuda yg mendengar pertanyaan istrinya tersenyum lalu mengecup bibir Hana sekilas. "ih bukannya jawab malah cium cium"rengek Hana manyun manja sambil memukul d**a Yuda pelan. "kalau Pemilik Yayasan sekolahnya saja Papa apa yg gak bisa sih Sayang"jawab Yuda sambil mencubit hidung mancung Hana dengan gemas. "ya Mana aku tau sih Mas" "lusa kita yg pindah ke apartmen pribadi,disana akan ada 2 asisten rumah tangga,dan 2 sopir Pribadi sekaligus merangkap jadi bodyguard,Satu untuk kamu satu untuk Mas.Oh ya satu lagi bodyguard perempuan untuk kamu jadi ada 2 yg akan mengantar kamu kemana mana apalagi kuliah kan kamu kemarin bilang ingin kuliah" "Banyak sekali sih Mas?Hana jadi ngerasa kaya anak pejabat" "Kakek yg membayar mereka semua Sayang" "Hah? ya udah Hana nurut,walau sebenarnya pengen tetep tinggal disini ngumpul sama yg lain" "kita harus bisa Mandiri,kita nikmati waktu kita berdua.Jangan khawatir kita akan sering nginap disini jg ini jg tetap kamar Kita" "berdua apanya sih Mas kan ada 3 bodyguard 2 asistan jadi bertuju itu namanya" "hehehee iya iya anggap aja mereka nyamuk" "ih mana ada nyamuk segede mereka,udah ah mau bobok"ucap Hana langsung mengambil posisi berbaring. "kok bobok sih" "memangnya mau ngapain?" "bikin dedek dong"jawab Yuda yg langsung menindih istrinya.Hana langsung melenguh geli ketika Yuda mengatakan hal itu ditelinganya sangat dekat suara Yuda serasa menggelitik telinganya dan membuat bulu romanya berdiri. Perlahan Yuda mengecup kening istrinya lalu kedua matanya. "I Love you" "Love you too"jawab Hana dengan suara serak menandakan dia tengah b*******h akibat rangsangan tangan suaminya.Yudapun tersenyum bahagia lalu melumat bibir istrinya penuh kelembutan. Setelah puas dengan bibir Manis istrinya ciuman Yuda turun keleher tak lupa dia tinggalkan tanda kepemilikan disana.Tangannya juga sangat lihai melepas piyama istrinya jg yg dia pakai kini keduanya hanya saling tela****g d**a dan hanya tertutup celana dalam. Kini Hana sudah mampu mengimbangi suaminya,walau masih tetap malu malu dia terus belajar bagaimana membuat suaminya puas. Kini Yuda sudah berhasil melepaskan penutub tubuh mereka yg terahir dan memulai menyatukan tubuh mereka. Hana dibuatnya bergerak gelisah tak karuan,sentuhan demi sentuhan Yuda membuatnya tak mampu menahannya untuk tidak melenguh dan mendesah.Yuda sangat paham dimana saja letak titik sen****f istrinya. "ahh Mas iya disitu uuhh..." "kau suka sayang?" Hana hanya menjawabnya dengan desahan membuat Yuda merasa terbang,kemudian dia pindahkan bibirnya kembali melumat bibir istrinya yg selalu bikin Candu.Dia jelajahi seluruh dalamnya dia nikmati lidah istrinya yg terasa sangat lembut yg membuatnya tak bisa berhenti untuk terus menarik dengan bibirnya dan menikmatinya bagaikan IceCream yg manis. Yuda memulai memompa tubuh istrinya dari tempo pelan lalu terus menambah ritme sedikit cepat.Desahan demi desahan saling bertautan,peluh membanjiri tubuh mereka bahkan dingin AC tak mampu menembus kulit mereka lagi karena kegiatan panas mereka.Hahahaa AC lagi yg disalahkan. "Aahh...kamu selalu sempit Sayang..aahh" "uuh..aahh Mas aku udah mau keluar aahh" "kita keluarkan sama sama Sayang,ah..." mereka saling bergerak tak beraturan saling mencari kenikmatan hingga ahirnya mereka mendapatkan pelepasan Bersama.Yuda lepaskan cai**n hangat penuh cintanya dalam ra**m istrinya dan berharap akan tumbuh menjadi Bayi yg sudah didambakanya. Detak jantung bereka saling bertaut seakan saling berlomba,Yuda mengecup kening istrinya Mesra "I Love You Hana Lusiana.Terima Kasih Sayang kamu selalu memberikan yg terbaik" "I Love you too Mas" Kemudian Yuda berbaring disamping istrinya tanpa melepas miliknya,dia tarik tubuh Hana untuk dipeluknya erat erat seakan tak mau istrinya berjarak walau hanya 1 cm. "ih Mas keluarin dulu ularnya" "biarin dulu disana Sayang dia betah didalam sana" "tapi geli Mas"rengek Hana berusaha melepasnya. "Sayang jangan gerak gerak terus Nanti dia On minta Jatah makan lagi" "makanya keluarin" "sebentar saja nanti kalau sudah puas mainnya didalam pasti keluar sendiri" "terserah deh aku mau bobok Capek"jawab Hana tapi Dia usil menggoda Suaminya,Sengaja Dia Sentuhkan ujung jarinya menyentuh Pu***g kecil d**a Suaminya.Otomatis Yuda terangsang kembali. "kamu sudah mulai nakal ya mancing mancing" "siapa yg mancing Mas nya aja yg mesuman" "mesumin istri berpahala Sayang"Jawab Yuda yg kembali diatas menindih istrinya. "kamu harus tanggung jawab Ularnya jadi Nangis minta jatah lagi" "ih kok gitu" "lagi ya"Kemudian tanpa menunggu jawaban Hana Yuda memulainya kembali. Hana benar benar kuwalahan Suaminya benar benar tak ada lelahnya.Mau tak mau diapun jg menikmati perlakuan mesra suaminya yg tak mampu dia tolak karena tubuhnya merespon dengan semangat apapun yg dilakukan Suaminya.Entah lah walau lelah Semakin Hari malah semakin menginginkan Suaminya memanjakannya tanpa bosan,Hasratnya malah terus bertambah apalagi melihat tubuh ideal suaminya yg membuatnya selalu hilaf. * Hana membuka matanya perlahan Dia tak melihat suaminya berada disebelahnya,Diapun melihat jam menunjukkan pukul 7pm. "Astaghfirulloh kesiangan jg belum sholat shubuh,ih kok Mas Yuda gak bangunin sih" Hana langsung memakai piyamanya kembali dan langsung menuju kamar mandi tapi Dia terkejut melihat suaminya yg tanpa sehelai benang jongkong menghadap toilet. "huek...huek..aah" "Mas kenapa?" "gak tau Sayang,mual Banget jg Pusing huueeek"Yuda memuntahkan lagi cairan dari mulutnya. "pasti Masuk Angin,lagian AC masih full dingin kita gak pakai baju dulu sih sebelum tidur"ceramah Hana pada Yuda sambil membantu memijat tengkuknya. Setelah merasa lebih baik Yuda berdiri sambil dibantu Hana untuk berjalan kembali keranjang untuk berbaring sebentar. Hana tertawa cekikikan melihat Yuda berjalan bersamanya tel*****g bulat dan ularnya yg lemes telihat jelas. "ketawain apa?"tanya Yuda dengan kesal mirip anak kecil yg ngambek sama Mamanya. "Mas kaya Pithecanthropus erectus yg lg berjalan hihiihiii" Yuda yg sebal langsung berjalan melepas pegangan tangan hana langsung masuk kedalam selimut menangis disana.Hana melongo dibuatnya Suaminya berubah jadi labil. "Mas udah dong jangan ngambek,Maafin Hana ya tadi cuma bercanda Kok.Mas kan Suami Hana paling Cakep paling Sexy paling Tampan Paling Hana Cintai,udah ya jangan ngambek lagi" Yuda membuka silimutnya dengan mata sembab lalu minta dipeluk. "mau bobok lagi bentar sambil dipeluk"rengeknya "ini udah kesiangan Mas kita aja lupa belum sholat shubuh" "ya udah kalau nggak mau" Yuda hendak masuk dalam selimut lagi tapi Hana langsung memeluknya sambil berbaring diatas ranjang. "ya udah bentar saja ya,gak enak sama Mama papa kita udah kesiangan bangunnya" Yuda hanya mengangguk lalu merekatkan pelukan dan menghirup aroma tubuh Hana yg seakan menjadi obat Rasa Pusing dan Mualnya.Hana terus bertanya tanya kenapa dengan Suaminya. Bersambung....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN