Yuda dan Hana telah sampai Bandung Bu Nindi menyambutnya dengan Senang hati.Satu minggu ini anak dan menantu kesayangannya bulan madu di Jepang.
Nyampai rumah walau capek Hana dengan semangat membuka oleh oleh yg akan dibagikan pada keluarga dan temannya kerja.
"Gimana Sayang bulan madunya menyenangkan bukan?"
""emm iya Ma,kemarin jg menginap dirumah Kakek sama Nenek"
"benarkah? gimana dengan Nenek ?"
"Nenek Sangat senang,kami bertukar banyak cerita dimasakin banyak makanan enak bahkan saat kita pamit pulang Nenek nangis,Hana jadi sedih.Andai saja mereka gak tinggal jauh Hana pasti akan sering mengunjungi Mereka"
Bu Nindi tersenyum bahagia mendengarkan Hana bercerita dengan gaya polosnya.Hana adalah sosok yg ceria banyak bicara berbeda dengan Yurisa dulu yg lemah lembut dan sedikit pendiam tapi tetap sama sama baik, bagi Bu Nindi keduanya adalah Putri menantu yg sangat dia sayangi.
"Manami kemana Ma?"tanya Yuda tak melihat adik kesayangannya dari tadi.
"Dia lagi keluar diantar Sapri jalan jalan keluar bareng Sasa katanya mau cari buku"
"ah..I miss My little Princess so bad"ucap Yuda sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa.
"alah lebay"cibir Bu Nindi
Hana sibuk memisahkan hadiah hadiah yg akan diantar untuk keluarganya,untuk Tia dan Sari tak Lupa untuk Danang dan Mamanya karena bagi Hana mereka sudah seperti keluarganya jg.Sebenarnya Yuda keberatan Hana memberi oleh oleh untuk Danang jg kalau untuk Mamanya gak apa apa katanya,karena rasa cemburunya dia jadi tak rela istrinya memberi oleh oleh untuk laki laki lain apalagi saingan terberat baginya.Tapi Hana terus merengek oleh olehnya dari mereka berdua Suami istri bukan dari Hana saja agar Yuda tak ngambek karena cemburunya yg berlebihan.
"iya Hallo Sayang"Bu Nindi menganggat panggilan telpun dari putri kecilnya.
"Ma Manami sama Sasa main ke tempat Mas Danang dulu sebentar Bang Sapri aku suruh balik,ntar Mas Danang yg antar Manami pulang"
"Sayang kamu jadi kok ngrepotin Danang terus sih,apa dia gak sibuk kerja hari ini" Yuda yg mendengar Mamanya menyebut nama Danang langsung berdiri mendekati Mamanya dengan geram.Hana yg melihat suaminya yg kumat posesifnya ketawa sambil menggelengkan kepala.
"sibuk sih Ma,Kita nungguin Mas Danangnya di ruang tunggu kok sambil baca buku"jawab Manami disebrang telpun
"kamu ini..."
"Da Mama..." Manami mematikan panggilannya.Bu Nindi kesal tiap mau mengomel pasti Putrinya menghindari duluan.
"Manami dibawa Danang sialan itu kemana Ma?"tanya Yuda tak Sabar.
"gak dibawa kemana mana,ntar juga diantarin pulang"
"kok Mama biarin sih"
"ya mau gimana lagi Manaminya ijin setelah pergi bukan minta ijin dulu baru kesana kok"
"mulai sekarang kita harus sewa bodyguard buat awasi My little princess Ma"
"Ha? ngapain? Mama gak suka pakai bodyguard kaya dulu lagi"
"bukan gitu Ma...Yuda rasa kita harus pakai bodyguard lg Ma terutama Manami dan Hana."
"kenapa lagi?"
"kemarin waktu kita liburan ada yg diam diam mengintai kami,juga td nyampai di bandara ada lg yg mengambil photo kami diam diam setelah sadar Yuda melihatnya dengan lihai dia menghilsng dari kerumunan"
"huh..ya udah kamu omongin hal ini jg sama Papamu,lebih baik kalian jangan pindah ke apartment pribadi tinggalah disini jika kamu sibuk bekerja Hana tidak sendirian dirumah"
"nggak Ma kami tetap akan tinggal disana,jika Yuda kerja Hana akan Yuda antar kesini"
"ah kamu ini...ya sudahlah kamu tau yg terbaik"
Bu Nindi paham anaknya baru menikah mereka butuh lebih banyak waktu berdua tanpa ada yg ganggu.Hana yg mendengar obrolan Suami dan Mama mertuanya jadi merasa takut dan penasaran.Apa yg terjadi,kenapa harus sampai sewa bodyguard.Selama ini Hana terbiasa hidup bebas kemanapun tanpa ada yg mengawasi,dan sekarang harus ada yg selalu mengikuti dan menjaganya.Hana jadi merinding membayangkan yg kaya difilm film dikejar orang jahat diculik lalu kemana mana diikuti pengawal.Dia membayangkan seperti action Movie ada aksi tembak menembak.Membayangkan hal itu Dia jadi merinding.Tanpa dia sadari Bu Nindi dan Yuda menyaksikan Hana bergumam sendiri sambil menggelengkan kepala dan dengan tanpa sadar dia sedikit berteriak.
"Tidaaakkk...Jangan culik Saya.Tolooooong...."
PLETAAAKK!!
"Aawww"
Hana mengusap keningnya yg terasa sedikit panas,Yuda menyentil keningnya.
"iihh..Sakit tau Mas"
"salah sendiri menghayal aneh aneh"
Bu Nindi tak terima melihat Menantu kesayangannya disentil,menarik kuping Yuda.
"Aduh Ma..Ampun Ma Sakit...Ma ampun Ma"
"berani beraninya kdrt depan Mama,nyolek menantu Mama dikit aja bakal Mama cincang kamu"
"nyentil dikit doang Ma..aduh aduh Mama ini yg kdrt anak sendiri dianiaya"
Hana yg melihatnya tertawa bahagia sambil menjulurkan lidahnya pada Yuda mengejek menang ada yg belain.
Disaat mereka bertiga sedang asik bercanda Danang Manami jg Tuan Akihiro masuk keruang tamu.Danang setelah mengantar Sasa pulang langsung pergi mengantar Manami pulang.Kebetulan didepan gerbang mobil Tuan Akihiro masuk setelah Mobil Danang memasuki halaman rumah.Setelah tau Danang dan Manami turun dari Mobil,Tuan Akihiro mempersilahkan mampir sebentar.
"Kalian sedang ngapain?"
"eh Papa sudah pulang"Bu Nindi melepas tangannya dari telinga Yuda lalu menghampiri suaminya.
"eh Nak Danang sudah datang jg,Manami gak ngrepotin kamu lagi kan?"
"apaan sih Ma.." sela Manami kesal
"tidak kok Tante,Danang malah senang kalau Manami dan Sasa dibengkel malah makin rame dengan kelucuan mereka"bohong Danang padahal Disana Manami janya sibuk membaca dan sebentar bentar mencuri pandang memperhatikan Danang yg sedang bekerja.Danangpun jg mengetahuinya karena diapun jg melakukan hal yg sama.Sedangkan Sasa hanya sibuk menggambar karena itulah hobinya.
"Nak Danang mau minum apa biar Tante buatin"
"gak usah repot repot Tante,Danang cuma antar Manami trus pulang Tante"
jawab Danang Sopan
"Bagus mending buruan pulang Deh,Manami jg dah nyampai rumah.Next stop Deket deket Adik gue,dia masih kecil"Hana mendengar Suaminya bixara begitu jd kesal dicubitnya pinggang Yuda.
"aduh Sayang...kok kamu ketularan Mama kdrt sih"
"apaan Sih Kakak larang larang Mas Danang,awas aja Kalau Kakak nyenggol Mas Danang Manami gak bakal mau ketemu kakak lagi"ancam Manami balik
"eh Kok gitu sih, I'm your Brother,not him harusnya Manami team Kakak dong bukan team sama Dia"
"Noway..."
"udah udah...kalian ini.Ya udah duduk dulu Nak Danang tante kebelakang dulu bikin minum.Kalian ngobrol ngobrol dulu sama Om jg"
"terima kasih Tante"jawab Danang lalu tersenyum menang pada Yuda.
"Mas Danang Ada oleh oleh dari Kami dari Jepang buat Mas,sekalian titip Mas Kasih ke Mama Mas Danang ya"pinta Hana.
"Baik,dan terima kasih.Harusnya gak usah repot repot pasti jadi bawa banyak barang"
"gak papa cuma itu doang Mas gak banyak kok"
"Syukur deh nyadar kalo udah ngrepotin"Yuda menyela obrolan istrinya dengan Danang Sewot macam perwmpuan lg PMS.
"ih Mas jangan mulai ya"
"nggak kok Sayang..kan ngobrol doang"jawab Yuda sambil nyengir karena istrinya jd mode galak lg.
Tuan Hiro dan Danang sangat akrab ngobrol soal usaha.Tuan Hiro sangat kagum padanya diusia Muda Danang bisa membuka usaha dari nol walau Dia hanya tumbuh dibesarkan Ibu sendiri.
Sedangkan Hana Manami dan Bu Nindi ikut nimbrung jg.Yuda hanya jadi pendengar merasa jadi dikacangin,
gara gara bocah tengil ini datang gua diabaikan keluarga sendiri,gak ada yg team gua jadinya jelas jelas gua jauh lebih segalanya daripada cecunguk satu ini.Yuda bergumam dalam hati sambil meminum kopinya kesal tanpa dia sadari kopinya masih panas.
"Ah...PANAAAS!"
Alhasil semua langsung menoleh kearah Yuda,lalu Hana menanyakan apakah baik baik saja.Yuda merasa lidahnya kini mati rasa.
"kok Mas gak hati hati sih,coba liat masih panas?"
"iya Sayang...hatiku jg ikut panas"
"ih lebay,sebentar Hana ambilin air dingin biar cepet sembuh"
"diobati pakai bibir lebih cepet sembuh sayang"
Tuan Akihiro dan Bu Nindi bersamaan melempar bantal sofa ke kepala Yuda dengan sebal.
"aduh kenapa kdrt lagi sih"
"mau m***m ingat tempat !"Jawab Tuan akihiro.
Bersambung...
Jangan Lupa Follow dan tap stiker Hatinya ya teman teman Thank You