Bertemu Paman dan Bibi

1298 Kata
Disini dialog Paman dan Bibi Yuda aku tulis pakai bahasa Indonesia saja ya biar gak perlu translate heheheee tapi kalau ada kata yg sekiranya aku tau akan aku selipin pakai bahasa Jepang jg buat pembelajaran kosakata baru. Ini adalah hari terahir Yuda dan Hana bulan madu di Jepang,mereka habiskan jalan jalan kebeberapa tempat wisata dan kemarin semalam menginap dikediaman Kakeknya.Tentu Neneknya sangat bahagia rumahnya menjadi rame.Paman Yuda Kazuo dan Istrinya Azumi pun datang berkunjung,mereka hanya bisa berbahasa Inggris dan Jepang jadi Hana tak paham apa yg mereka bicarakan.Alhasil hanya Nenek Sulastri saja yg mengobrol dengan Hana,dan itu disaksikan Bibi ipar Yuda dengan pandangan yg entah bagi Hana itu sangat aneh dan menakutkan.Andai Paman dan Bibinya Yuda orang Indonesia jg sudah pasti Hana akan mengajaknya berbincang bincang tidak hanya menyapa dengan senyuman. Sebenarnya Yuda sadar ada yg salah dengan Bibinya sehingga Kakek tidak menyukainya.Tapi Yuda tak tau apa yg membuat Bibinya terlihat sangat mencurigakan.Yuda melihat ada tatapan kebencian Bibinya padanya jg ketika dia menatap Hana,tersirat dengan jelas dia tidak Suka.Dan sebenarnya rasa bencinya itu karena rasa iri karena Naoko futagami Putra semata wayangnya diperlakukan berbeda,walau memang Yudalah yg lahir dahulu karena memang Akihiro menikah lebih dulu daripada Kazuo.Tapi bagi Azumi tetaplah Suaminya yg anak pertama seharusnya dialah yg pantas mendapat banyak warisan.Dan padahal walau pada ahirnya Akihiro lebih memilih mengembangkan Usaha di Indonesia rasa benci dan tak terimanya Azumi tetap tumbuh karena Ayah mertuanya tetap mengemban perusahaan yg di Jepang sendiri bahkan suaminya hanya membantu dan masih berharap kelak Yuda akan mau meneruskan. Sedangkan di luar Negeri sana tepatnya di UK Naoko yg memang dasarnya anaknya tidak tertarik dengan Perusahaan Kakeknya lebih memilih menetap di UK,karena tak mau selalu ditekan Ibunya untuk berusaha menjadi ahli waris terkuat.Naoko mewarisi sifat Ibunya yg keras kepala lebih memilih menggeluti dunia Model Brand terkenal disana.Bagi Azumi sikap Naoko putranya yg mengabaikan ambisi ibunya dikarenakan adanya Yuda.Apapun akan Azumi lakukan agar Yuda tak bahagia apalagi memiliki keturunan. "Paman berdo'a dipernikahan kalian kali ini akan langgeng dan segera terlahir Yuda kecil" "Arigatou Paman,Semoga Naoko jg segera menikah dan memberikan Paman dan Bibi Cucu jg" "hahaha semoga itu bocah segera sadar ayahnya semakin Tua" "Tapi Paman harus bangga Sepupuku itu sangat Mandiri,Tahun lalu Dia bahkan mengunjungiku dan kita berlibur bersama ke Bali" "Benarkah? ah bocah itu keterlaluan disuruh pulang selalu beralasan sibuk tapi punya waktu berlibur bersamamu" "hahahaa bukankah habis itu Naoko pulang mengunjungi Paman dan Kakek?dia bilang ke Yuda akan pulang berkunjung" "iya satu hari saja lalu kembali ke UK kembali" "oh begitu,Sabar Paman Dia pasti akan membanggakan Paman kelak" "kalian berdua adalah dua Jagoanku,Kakek berharap bocah keras Kepala itu cepat Sadar dan kembali membantu Ayahnya mengurus Perusahaan Keluarga" Azumi yg mendengar perbincangan tiga laki laki itu semakin kesal,putranya yg diperjuangkan malah akrab dengan lawannya.Dia berjanji akan mengobrak abrik keluarga Yuda dan Sasaran utamanya kini adalah Hana,dulu Dia berhasil menyingkirkan Yurisa sehingga Yuda gagal memiliki keturunan.Walau sebenarnya bukan 100% kematian Yurisa karena rencananya yg berhasil,mungkin memang takdir Dia menang apa yg dia harapkan terwujud yaitu melenyapkan Yurisa beserta bayi dalam kandungannya. * Kini Hana dan Yuda telah dalam perjalanan.Awalnya mereka berdebat Hana ingin naik kelas Ekonomi saja dia pengen tau bagaimana rasanya.Yuda pasti menolak dan bukan Yuda namanya kalau tidak menang,Dia memang benar benar sulit dibantah.Malah Yuda kini memakai Jet Pribadi yg disediakan Kakeknya,Dia merasa ada ancaman yg mungkin sj bisa terjadi.Dia lebih mementingkan keselamatan dirinya jg Istrinya. "Mas" "hmm" "Mas tu jangan begitu sama Pramugari Pramugari itu,yg Ramah dikit dong senyum dikit gitu" "Kamu mau suamimu ramah dan genit pada wanita lain?" "ih...bukan begitu Aku nyuruh lebih ramah jangan ketus begitu bukan nyuruh genit pada mereka" "Aku hanya akan Senyum pada Istriku Ibuku dan Keluargaku,mereka bukan siapa siapaku" "huh,terserah deh Mas" "kamu terlalu polos hana menyikapi wanita genit itu yg mencoba menggoda Suamimu" "Masnya aja yg kepedean,udah ah Hana mau tidur aja" "Sini Mas peluk" walau kesal Hana tetap menurut pada Yuda dan merekatkan pelukanya.Dia merasa lelah Dia harus bisa tidur dipesawat Kini sebelum sampai di Indonesia. ** Danang kini sibuk mengurus Bengkelnya,hari ini sedikit rame apalagi salah satu karyawannya izin libur karena Ayahnya sakit.Kini dia baru bisa istirahat sebentar dan Makan Siang,bergantian dengan karyawannya.Ketika Danang sedang menikmati Soto Ayam langganannya dia tersedak garagara teringat mimpinya tadi Malam,Dia dan Manami berciuman bahkan Danang sangat menikmati ciuman itu sampai ahirnya dia terbangun dengan keringat membasahi bajunya dan detak jantung yg cepat.Bagaimana mungkin dia bisa bermimpi hal seperti itu apalagi gadis yg dia impikan baru menginjak 1 SMP bahkan dua 1minggu lagi baru menginjak 13tahun. "aduh bagaimana mungkin itu bocah selalu mengganggu pikiranku sih,bahkan terbawa dalam mimpi"Danang bergumam sambil menggelengkan kepalanya "patah hati karena Hana menikah dengan Yuda bukan berarti kamu berubah jd ped****l kan Danang" Danang bergumam menceramahi dirinya sendiri. Tanpa Danang Sadari Sahabatnya Rio telah datang mendengarkan Danang berbicara sendiri seperti orang gila saja. "ckckckk...wah gawat kayaknya Sahabatku bermasalah" ucap Rio mengagetkan Danang sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana berjalan mendekati Danang dan ikut duduk di sofa tempat Danang makan. "Sejak kapan kamu datang?" "Sejak kamu mengakui diri telah jadi Ped****l" "Hah?!" "Siapa Dia" "maksudmu" "gadis yg bikin kamu jadi Ped****l itu" "apaan sih,gak ada"jawab Danang menyangkal.Gila memang Temannya satu ini mengatai dirinya jadi apa ygdia hawatirkan jg. "Ayolah Danang kita sudah berteman dari SMP Aku dah hafal tipe orang kaya kamu" "Dih sok tau deh" "Mas Danang.."Suara Manami memanggil,membuat Danang dan Rio menoleh pada suara bersamaan. "Manami?"sontak Danang terkejut melihat gadis yg baru saja dia lamunkan datang tiba tiba. "Halo Cantik"Sapa Rio yg menyadari pasti Gadis kecil ini yg telah membuat Sahabatnya bermasalah otaknya. "Halo"Sapanya kembali dengan senyum ramah.Senyum yg begitu manis menampakkan lesung pipinya.entah kenapa Danang menjadi tidak suka jika senyuman itu diberikan pada sahabat cecunguknya si Rio. "Siapa namamu? bolehkan berkenalan" "Manami"jawabnya singkat "Aku Rio,panggil saja Mas Rio" Manami hanya mengangguk lalu mendekat ke Danang. "Mas Danang hari ini sibuk?" "Iya karyawan lagi libur satu,jadi aku bantu anak anak beresin.kamu sama siapa kesini?" "Bang Sapri,tuh lagi Ganti Oli" "oh,kamu dah pulang sekolah?" "iya mau jalan jalan sama Sasa ketoko buku nanti" "Wah kayaknya Manami sangat akrab sama Mas Danang ya,jadi Manami keponakan jauh Mas Danang ya?" Manami hanya menggeleng bingung mau jawab apa,kan gak mungkin jawab calon istri Danang yg ada malah diketawain. "Saya.." "Dia adiknya Yuda otomatis adiknya Hana jg" "Oh gitu...HAH?!"Rio berteriak kaget mendengar penjelasan Sahabatnya. "apaan sih,pakai teriak teriak" "kamu serius? jadi yg kamu pikirin tadi adalah AAWW !"Danang langsung menendang Kaki Rio agar berhenti membahas soal Danang yg melamun sampai tersedak kuah soto tadi. "Manami sudah makan?tadi Mas Danang ada beli kue Lapis kamu mau?"Danang mencoba mengalihkan pembicaraan Rio. "ok aku Mau" "baiklah tunggu bentar Mas ambilin ya" Kemudian Danang berjalan menuju dapur mengambil Kue Lapis untuk Manami dan Rio. Dibengkel ini memang disampingnya Danang bangun rumah ada beberapa kamar dapur jg kamar mandi,Jadi kalau dia lembur kerjaan banyak dia akan mrnginap disini bersama anak anak yg mau lemburan. "BTW Manami beneran suka sama Mas Danang ya?" tanya Rio to the point sebelum Danang datang kembali "Iya"jawab Manami sedikit malu. "Hah? tapikan Dia sudah jauh umurnya sama Manami,pantasnya jg jadi Ayah kamu hahahaa"Tanya Rio sambil bercanda "I don't care,yg penting Manami sudah cinta"jawabnya penuh percaya diri membuat Rio tersedak ludahnya sendiri. "Ngapain kamu batuk batuk kerumah sakit sono periksa jangan jangan penyakitan" "enak aja mana ada cowok sekeren gini penyakitan" Danang datang membawa sepiring potongan Kue lapis juga memberikan Rio secangkir kopi sedangkan Manami Air mineral biasa.Manami dan Rio menikmati kuenya dengan sangat lahap.Mereka bertiga bergurau dan menikmati siang itu sampai mobil Manami selesai diganti oli.kemudian pamit pada Rio dan Danang untuk menjemput Sasa lalu pergi ke toko buku. Bersambung... Apa kabar teman teman Sehat selalu ya..Ingat jaga kesehatan ikuti protokol kesehatan, jangan lupa tekan gambar hatinya dan Follow akun Author ya biar makin semangat menulisnya dan menghasilkan karya karya baru untuk kalian baca Terima kasih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN