“Aku rasa, ada benarnya juga dengan apa yang dikatakan gadis itu. Kita bisa menghabiskan waktu dengan panas,” Ucap wanita yang merupakan dosen Nancy dari belakang. Ia sengaja mangancingkan beberapa dan menyisakan 3 kancing bagian atas terbuka. Kedua bukit yang memiliki ukuran besar itu terlihat menggoda karena bra yang digunakan lebih kecil, sehingga seperti tertumpah. Berbagai bisikan seolah sedang bersahutan dalam diri Diego. Satu sisi tugas, satu sisi wanita cantik. Ya tuhan! Ini baginya sebuah ujian yang tidak bisa ditolak keduanya. Keduanya sama-sama ia butuhkan. Ia berpikir sejenak lalu menoleh ke arah wanita yang kini bergelanyut manja di lengan kekarnya. “Aku selalu berada di klub rose setiap akhir pekan. Kita bisa bertemu disana, aku haru menuntaskan tugasku dulu. Sampai jump

