“Astaga! Galak sekali. Lagi pun gadis galak seperti dia siapa yang mau,” ucap Diego kesal. Dirinya masih waras dan masih memiliki otak. Jika ia menginginkan wanita untuk di tiduri, ia akan memilih dengan wanita dewasa yang jelas berpengalaman dan liar di ranjang tentunya. Mengingat wanita yang ternyata adik sahabatnya membuat jiwa primitifnya kambuh. Bukan karena gairah melainkan emosi yang meledak-ledak. Neilh menimpuk kepala Diego dengan bantal kecil yang berada di belakang punggung. Apa dia tidak sadar jika yang dia maki adalah adik dari sahabatnya sendiri. Senakal apapun Nancy, dia tetaplah adik kesayangannya. “Hei! Ada apa denganmu!” ucap Diego dengan nada sedikit tinggi. “Jika sekali lagi aku mendengar kau memaki adikku, akan ku kuliti kau hidup-hidup!” desis Neilh tajam. “oke.

