Ryan menarik tangan Eda. Ia lekas mengajak istrinya keluar dari apartement tanpa menoleh ke belakang lagi. Salah satu sosok bertudung hitam sedang menggila dan menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Kaca-kaca apartemen runtuh ketika pelayan sang tuan itu menghantam dengan kuat hanya sekali saja. Tawa jahat terdengar dan langit jadi semakin gelap dibuatnya. “Terus lari, Eda, jangan kamu lihat ke belakang lagi.” Mata-mata itu tak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya. “Itu apa, Ryan. Kenapa dia terbang tinggi banget.” Perhatian Eda tertuju pada sosok yang berdiri di atap apartemen, lalu tangannya terbuka dan mengeluarkan hawa hitam sangat pekat. Racun disebarkan di udara agar wabah semakin mematikan. “Jangan diurus, bukan kapasitas kita.” Ryan mengajak Eda masuk ke dalam minima

