“Loh, ke mana perginya dua polisi penjaga, Dokter? Bukannya nggak boleh kosong di depan kamar otopsi?” Anggun tak menemukan siapa-siapa di depan ruang kerjanya. “Nggak tahu, saya juga baru sampai.” Dokter Budi meraih kunci yang tergantung begitu saja, membuka ruangan itu dan … saat itu juga Anggun menjerit. Dua polisi yang kemarin berjaga tewas tergantung di atap kamar otopsi dengan leher terjerat rambut putih halus. “Tolong-tolong, ada yang tewas.” Dokter Budi langsung memanggil orang-orang di sekitarnya. “God, please, apalagi ini.” Anggun syok ringan, memang ia sudah biasa berhadapan dengan mayat, tetapi yang terang-terangan bunuh diri di depan matanya baru ini. “It’s not suicide I guess. It’s murder,” ucap Dokter Budi. “Ya, but who?” “CCTV will answer that.” “Yah, nanti b

