Anggun, Soledad, dan Ryan, pertama kalinya mereka bertemu dalam formasi lengkap seperti saat masih belum terlalu sibuk seperti sekarang. Ketiganya merasa perlu berkumpul bersama-sama layaknya dahulu ketika ABG. Pun pekerjaan sudah tidak terlalu sibuk lagi. Dua jenazah polisi yang tewas digantung, diotopsi oleh Dokter Budi juga senior yang lain. Jadi Anggun bisa menghirup napas lega sebentar. “Jadi hubungan kalian gimana? Baikan?” tanya Anggun pada dua sahabatnya. “Ya, seperti itu kira-kira,” jawab Eda. “Kapan nikah? Sorry, gatel aku kayak orang-orang Indonesia lain, ahahaha.” Anggun tertawa lepas. “Santai aja, ah. Tunggu selesai mengurus wabah dan terjemahin perkamen, deh.” Eda menekan-nekan hidungnya yang agak sedikit mampet. “Kan, wabah udah selesai Eda. Warga desa sudah sehat

