Pedang Pora

1699 Kata
Resepsi pernikahan Diaz dan Aya pun dilakukan. Diaz sudah menggunakan seragam PDU lengkap TNI AD dan di sampingnya sudah ada Aya yang menggunakan gaun berwarna gold dengan mahkota dan menggenggam bucket bunga berwarna merah. "Aku gugup, Mas" Tangan Aya sudah terasa dingin jujur Aya takut saat berjalan dan tersandung. Itu pasti akan sangat memalukan "Tenang, semua akan baik baik saja" Diaz tidak menoleh ke arah Aya karena sebenarnya Diaz juga merasakan gugup apalagi setelah melihat Aya yang menjadi sangat cantik. MC memulai acara. Pasukan pedang pora mempersiapkan diri dengan berbaris dua banjar dan saling berhadapan. Selamat malam dan salam sejahtera bagi kita semua Pada malam ini, para hadirin yang berbahagia mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa atas limpahan rahmat-Nya Sehingga kita diberi kesempatan berkumpul ditempat ini untuk menghadiri resepsi pernikahan abang kami Kapten Infanteri Rizal Diaz Alfariz Pratama Nugroho S.Tr.(Han) abituren Akademi Militer dengan Dewi Claradia Maharani Wijaya Sarjana Kedokteran Pada kesempatan berbahagia inilah kami Korps Perwira abituren Akademi Militer akan mempersembahakan acara tradisi korps kebanggaan kami. Acara Tradisi Korps Pedang Pora Terompet dibunyikan sebagai tanda bahwa tradisi pedang pora akan di mulai. Kedua mempelai menempatkan diri di ujung pasukan pedang pora. Hadirin yang terhormat, acara tradisi pedang pora yang kami persembahkan pada hari yang berbahagia ini, merupakan suatu acara bahwa kami Korps Perwira abituren Akademi Militer ikut mengayubagyo dalam mengantar kakak kami untuk menempuh kehidupan yang baru. Adapun maksud dari tujuan dari acara yang menjadi tradisi kami, Korps Perwira abituren Akademi Militer Agar tetap terjalin ikatan batin yang kuat antara kakak dan adik Disamping untuk mengantarkan abang kami Perwira abituren Akademi Militer ke pintu gerbang mengarungi kehidupan yang baru sebagai suami istri yang berbahagia dan juga sebagai pernyataan bahwa kami pernah sama sama digembleng di lembah tidar. Acara Tradisi Korps Pedang Pora segera dimulai hadirin dimohon berdiri. Pemimpin pasukan pedang pora menyiapkan pasukannya. Laporan komandan pasukan pedang pora. Komandan pasukan pedang pora menghadap dan melapor pada mempelai pria. Sebelum itu komandan pasukan pedang pora memberi hormat terlebih dahulu. "Lapor, acara tradisi Koprs Pedang Pora siap dimulai" "Lanjutkan" "Lanjutkan" Komandan Pedang Pora kemudian kembali ke barisannya. "Hunussss Pedang" "GERAK" Pedang terhunus Pedang terhunus melambangkan bahwa bersikap dengan berjiwa ksatria Kedua mempelai akan selalu siap menghadapi segala rintangan yang akan menghalangi mereka. Kedua mempelai berjalan perlahan melewati pedang yang terhunus. Adapun acara tradisi pedang pora yang sedang kita saksikan sekarang ini adalah formasi bersaf Melukiskan pintu gerbang yang baru di lalui Serta merupakan awal dari suka dan duka dalam menempuh kehidupan yang baru Dengan hati yang tabah dan dengan segala pengetahuan yang diperoleh dari lembah tidar Mereka yakin bahwa segalanya akan terlewati dengan hasil gemilang Formasi berbanjar melambangkan bahwa kami adik adikmu turut bersuka cita dalam menghantarkan kakanda berdua ke gerbang kebahagiaan dalam menempuh bahtera hidup baru Karena kami menyadari bahwa kami pernah merasa satu rasa Dalam kehidupan saat menempah diri dalam lembah Akademi militer Penderitaan kakanda berdua adalah penderitaan kami juga. Kami siap mengantarkan kakanda berdua dalam suka maupun duka Dan pada saat yang berbahagia ini, diiringi doa para hadirin Kedua mempelai bersepakat untuk menghadapi masa depannya dan menjalin janji untuk selalu bersama Kemudian pasukan pedang pora mengelilingi kedua mempelai Formasi melingkar melambangkan diantara kami Perwira abituren Akademi Militer akan selalu terjalin ikatan batin yang kuat sebagai kakak dan adik Dengan hati yang rela melepaskan kakaknya untuk berjuang Kemudian pedang di hunus ke atas membentuk sebuah payung Pedang terhunus ke atas membentuk sebuah payung yang melambangkan bahwa Tuhan akan selalu melindungi, dalam menghadapi rintangan hidup kedua mempelai akan selalu ingat dan memohon perlindungan kepada-Nya Pemasangan cincin dan penyerahan seperangkat pakaian persit Kepada yang terhormat Letkol Infanteri Agus Hermawan S.Sos beserta ibu dimohon berkenan untuk pemasangan cincin pada kedua mempelai Dan menyerahkan pakaian persit pada mempelai wanita. Pemasangan cincin merupakan ikatan bahwa kedua mempelai akan selalu bersama sama dalam mengarungi bahtera kehidupan yang baru Sedangkan penyerahan pakaian persit sebagai tanda bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri prajurit dan telah diterima secara resmi sebagai bagian dari Persit Kartika Candra Kirana. Terimakasih kepada yang terhotmat Letkol Infanteri Agus Hermawan S.Sos beserta ibu dimohon kembali ke tempat Kemudian pembacaan puisi oleh Lettu David Kurniawan "Abangku Kapten Infanteri Rizal Diaz Alfariz Pratama Nugroho S.Tr.(Han) abituren Akademi Militer dan kakakku Dewi Claradia Maharani Wijaya Sarjana Kedokteran Hari ini menjadi indah bagimu. Kebahagiaan dan bangga mewarnai seluruh detik waktu Senyum dan tawamu terasa begitu ceria dan merdu Hari ini pastilah menjadi kenangan indah sepanjang hidupmu Namun hari ini adalah suatu awal, awal dari suatu perjuangan yang panjang, Perjuangan seorang prajurit dan seorang suami serta perjuangan seorang istri prajurit sejati. Hari esok tidak akan terlewati hanya dengan canda dan tawa. Hari esok adalah kerja keras kerahkan segala usaha , tanggung jawab akan tugas dan keluarga ada dipundakmu. Tanggung jawab kepada bangsa dan negara menunggu setiap waktu. Kami adik adikmu hanya bisa berdoa semoga kebahagiaan hari ini akan lestari dan abadi Dan semoga perjuangan kakanda berdua selalu mendapat rahmat dan petunjuk dari-Nya. Selamat berbahagia Abangku Kapten Infanteri Rizal Diaz Alfariz Pratama Nugroho Selamat berbahagia Kakakku Dewi Claradia Maharani Wijaya Dan selamat menempuh hidup baru." Pedang yang terhunus dimasukkan kembali. Setelah pembacaan puisi selesai dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hymne Taruna Dimohon kepada Perwira abituran Akademi Militer untuk ikut menyanyikan lagu hymne taruna Setelah selesai menyanyikan lagu hymne taruna kedua mempelai dipersilakan menaiki pelaminan. Setelah menaiki pelaminan komandan pasukan memberikan laporan. "Acara tradisi Koprs Pedang Pora telah dilaksanakan, laporan selesai" "Bubarkan" "Bubarkan" Komandan pasukan pedang pora memberi hormat. Kemudian membubarkan pasukan pedang pora dengan masing masing secara teratur menaiki pelaminan berada di samping mempelai. Dilakukan sesi foto dengan pasukan pedang pora kemudian sesuai komando komandan pasukan pedang pora dibubarkan. Kemudian dilanjutkan ucapan selamat dari tamu undangan. Begitu banyak tamu yang datang tidak hanya rekan rekan dari Diaz dan Aya saja Namun para petinggi militer Angkatan Darat, Angkatan Udara , bahkan Angkatan Laut serta para pejabat Polri juga kolega kolega pebisnis ikut hadir. Hal itu karena Ayah Diaz seorang Marsekal Madya TNI AU, Bunda Diaz seorang mantan polwan. Adik dari Ayah Diaz juga merupakan pebisnis yang terkenal yaitu Fajar Ardian Nugroho Papah Aya seorang Mayor Jendral TNI AD serta Mamah Aya yang merupakan pemilik butik ternama tak heran jika yang datang merupakan orang orang hebat. "Selamat menempuh hidup baru Aya" ucap Sarina,Miranda,Lamira,dan Aisyah bersamaan. Keempat teman Aya menaiki pelaminan dan mengucapkan selamat. "Makasih udah dateng " ucap Aya Aya memeluk satu persatu temannya. "Request ponakan yang lucu lucu ya sayang" ucap Miranda Lantas mendapat cubitan dari Aya setelah itu mereka berlalu turun " Dokter Aya tega aku udah sayang banget sama kamu tapi kamu malah nikah sama yang lain" ucap Bastian Diaz memberikan lirikan pada Aya. "Dokter Bastian jangan bercanda deh kita kan gak ada hubungan apa apa lebih baik dokter turun dan menikmati makanan yang ada" ujar Aya Sejak berita pernikahannya tersebar di RS, dokter Bastian selalu memohon mohon untuk membatalkan pernikahan dan meminta Aya untuk menerima cintanya. "Ganss selamat menempuh hidup baru' ucap Shinta Aya sudah merasa kesal karena Shinta ini terlalu agresif di dekat suaminya. "Terimakasih"ucap Diaz "Bang selamat ya semoga menjadi keluarga yang SAMAWA mbaknya harus sabar menghadapi Bang Diaz yang kayak batu es kutub utara" ucap Lettu David "Lettu David aja mengakui kalo mas Diaz itu batu es kutub utara berati aku ga salah kasih julukan" batin Aya "Terimakasih, m,au saya suruh sikap tobat? "ucap Diaz Lettu David bergidik Diaz menunjukkan wajah tanpa ekspresi membuatnya nampak tegas, agak menakutkan. "Terimakasih Lettu David" Aya ramah "Selamat ya kapten,semoga kapten nggak galak galak sama kita setelah menikah" ucap Lettu Candra terkekeh "Kamu sama David itu sama aja" ujar Diaz dengan tatapan tajamnya. "Bang selamat menempuh hidup baru semoga setelah menikah abang nggak kejam kejam sama kita btw istri abang cantik" ucap Lettu Hendra "Kapan saya pernah kejam"ucap Diaz dingin "Bercanda Kapten" ucap Lettu Hendra Lettu Hendra turun karena dia takut jika semakin lama dipelaminan bisa bisa setelah Kaptennya selesai cuti dirinya akan mendapat hukuman lagi. Setelah banyak ucapan selamat Diaz dan Aya duduk di kursi pelaminan. "Mas, memang kamu galak sama anggota kamu?" Aya penasaran karena sedari tadi saat rekan suaminya ini mengucapkan selamat kebanyakan berkata semoga tidak kejam dan tidak galak "Nggak" Singkat padat dan tentu tidak jelas. Aya mendengus sebal "Selamat malam para hadirin yang terhormat, mari kita dengarkan persembahan lagu dari Kapten Rizal Diaz untuk istri" Diaz membulatkan matanya, siapa lagi yang berani memerintahnya kecuali Farah Semua hadirin setuju dengan ucapan Farah membuat Diaz tidak bisa menolak dan mendekat pada Farah. "Awas kamu Ra suka banget ngerjain kakak" bisik Diaz Farah tersenyum, dirinya senang jika kakaknya itu kesal. "Bukan ngerjain kak, lagian buat istri sendiri pelit amat cuman suara loh" ucap Farah juga berbisik bisik pada Karena sudah tidak mau ribut lagi Diaz akhirnya menyanyi untuk Aya. Sebelum itu, Diaz memberi tahukan dirinya akan menyayikan lagu Sampai tutup usia- dari Angga Chandra Aku tercipta olehnya Untuk selalu cintai kamu Beri aku kesempatan Tuk bahagiakan dirimu Kamu tercipta olehnya Untuk selalu aku cintai Genggam erat tangan ini Jangan sampai kau lepaskan Sampai aku tutup usia Kan kujaga hatimu Sampai aku tua Walau keriput di pipimu terlihat Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat Mendengar suara Diaz, Aya terharu tanpa sadar ia meneteskan air matanya. Setelah Diaz selesai menyanyi ia kembali ke pelaminan. Sebelum kembali ke pelaminan Diaz sempat meminta tisu pada Farah karena ia tau Aya sedang meneteskan air mata entah karena apa. Saat telah duduk disebelah Aya, Diaz tiba tiba menyentuh wajah Aya Menghadapkan ke wajahnya dan ia mengusap air mata Aya dengan tisu yang diberi Farah tadi. "Jangan nangis nanti bedaknya luntur" ucap Diaz "Ini waterproof" Setelah selesai acara mereka menuju kamar hotel untuk beristirahat. Saat didalam kamar mereka cukup canggung. "Mas, mau minta tolong" ucap Aya Aya melihat Diaz dari pantulan cermin. "Bukain baju?" tanya Diaz Aya salah tingkah, pertanyaan Diaz ini sungguh ambigu "Nggak gitu ini resleting bagian belakang tolong turunin" ucap Aya dengan gugup Setelah mendengar ucapan Aya ,Diaz lantas membantunya. Setelah menurunkan resleting gaun Aya bukannya beralih Diaz malah memeluk Aya dari belakang dan melingkarkan tangannya diperut Aya. "Kamu berdebar?"tanya Diaz pada Aya "M-maksudnya?" Seketika Diaz membalikkan tubuh Aya agar menghadap ke arahnya. Diaz menempelkan dahi dan hidungnya ke dahi dan hidung Aya. Wajah Aya semakin merah seperti kepiting rebus. Jantungnya berdetak tidak beraturan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN