Hari ini tanggal 20 November hari yang bersejarah untuk Dewi Claradia Maharani Wijaya dan Rizal Diaz Alfariz Pratama Nugroho.
Kedua insan yang menikah karena perjodohan mereka akan melepas masa lajang dan menghadapi kehidupan baru sebagai pasangan.
Di hari ini Aya sangat gugup apalagi di rumah sudah sangat ramai sejak pagi hari.
Aya sudah menggunakan gaun pernikahan berwarna putih tentu saja dengan balutan jilbab dan polesan make up.
Aya merasa sangat cantik hari ini dengan gaun yang menempel di tubuhnya.
Aya menatap dirinya lewat pantulan cermin.
Aya sedang duduk di ranjang kamarnya.
Jantung Aya dari tadi berdetak tak beraturan, nervous.
Tok tok tok
"Mamah boleh masuk" ucap Mamah Ajeng dari sebalik pintu
"Boleh mah masuk aja"ucap Aya.
Saat pintu terbuka, Aya tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.
"Subhanallah cantik sekali putri mamah, nggak kerasa sayang perasaan mamah baru aja ngeliat kamu nangis di pelukan mamah karena abang pada usil sama kamu dan sekarang kamu akan menjadi istri orang"
Mamah Ajeng menahan air matanya, dirinya tidak ingin menangis di hari bahagia putrinya.
"Mamah aku ga mau pisah sama mamah papah dan abang Aya sayang kalian Aya ga mau nikah mah Aya takut"
Aya memeluk Mamah Ajeng serta berusaha agar air mata tidak jatuh dan merusak make up di wajahnya.
"Aya ga boleh ngomong gitu, Abang gak suka, abang bakal tetep sayang sama Aya walaupun Aya sudah menikah"
Abangnya yang tiba tiba sudah berada di ambang pintu dia Bang Iko.
Bang Iko dan Bang Eri berada di depan Aya, setelah menutup pintu.
"Aya cepat atau lambat kamu akan memiliki kehidupan sendiri, punya tanggung jawab yang berbeda kamu bakal tetep jadi adek Bang Iko dan Bang Eri kok tetep juga princess nya Abang"
Bang Eri sambil tersenyum menenangkan.
"Maafin Aya bang, Aya sayang Abang sayang Mamah dan Papah, Aya tetep boleh pulang kan"
Aya tidak kuat menahan isak tangisnya.
"Dengerin Mamah, hapus air mataini sayang di hari bahagia kamu dan pintu rumah ini selalu terbuka lebar untuk kamu sayang. Belajarlah menjadi istri yang baik oke, tanggungjawab Mamah dan Papah akan segera diambil oleh suami kamu."
Mamah Ajeng mengusap pelan air mata Aya yang menetes
"Mah kita kebawah dulu ya,acaranya mau mulai"ucap Bang Iko pergi dari kamar dan turun ke bawah yang diikuti Bang Eri.
Dibawah sudah ada keluarga dari Diaz, dan tamu tamu undangan.
Di acara akad tidak terlalu banyak yang di undang, karena pada dasarnya pesta sebenarnya pada saat Pedang Poora.
Diaz terlihat tenang tapi sebenarnya dia sangat gugup.
Diaz juga punya rasa takut jika salah saat mengucapkan ijab qabul. Tentu itu bukan hal yang lucu jika benar terjadi
Saat ini Diaz sudah duduk di pelaminan sendirian.
Aya akan turun saat mereka sudah dinyatakan sah sebagai suami istri.
Saat yang dinantikan.
Kini Papah Hilman menjabat tangan Diaz.
"Ananda Rizal Diaz Alfariz Pratama Nugroho bin Wahyu Nugroho saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Dewi Claradia Maharani Wijaya binti Hilman Santoso Wijaya dengan maskawin uang sebesar dua juta sebelas ribu dua ratus rupiah,emas 11 gram,dan seperangkat alat salat dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Dewi Claradia Maharani Wijaya binti Hilman Santoso Wijaya dengan maskawin tersebut tunai" ucap Diaz dengan satu tarikan nafas
"Sah para saksi?"
"Sah"
"Sah"
"Alhamdulillah hirobbil alamin......." Setelah selesai pembacaran doa akhirnya yang di tunggu tunggu mempelai wanita turun dan menemui mempelai pria.
Aya diapit oleh Bunda dan Mamah untuk menemui Diaz yang kini sudah sah menjadi suaminya.
"Subhanallah bidadari syurga"batin Diaz
Saat telah sampai di pelaminan Aya diminta untuk mencium punggung tangan Diaz dan Diaz diminta untuk mencium kening Aya.
Sebelum itu, saat Aya mencium punggung tangan Diaz, tidak lupa Diaz membaca doa.
Setelah itu mereka saling memasangkan cincin pernikahan.
Setelah acara selesai, Aya masuk ke kamar tentu bersama Diaz di belakangnya.
"Masuk mas ini kamar aku" ucap Aya sesaat setelah pintu kamar terbuka.
Aya deg deg an, bahkan rasanya tubuhnya sudah panas dingin.
Aya agak takut jika langsung di apa apain oleh suaminya
"Saya mandi duluan ya"
Diaz seolah sangat tenang tapi Aya yakin jika suaminya juga gugup hanya saja Diaz mampu menyembunyikan perasaannya.
Aya tidak menjawab hanya menangguk
Aya kemudian duduk di meja rias untuk membersihkan make up di wajahnya.
Saat akan mengganti pakaian ia kesulitan menurunkan resleting bagian belakang
Aya tidak mungkin turun dan minta bantuan yang lain.
Tiba tiba Diaz keluar kamar mandi dengan hanya tertutupi sehelai handuk bagian bawahnya.
Dengan perut six pack, badan mulus. Tubuh Diaz sangat bagus.
Ya Tuhan sungguh indah ciptaanmu, nikmat mana lagi yang kau dustakan.
Aya sampai terbengong.
"Liatinnya biasa aja,dek"
Diaz terkekeh geli melihat ekspresi Aya.
Wajah Aya rasanya sangat panas tergep seperti itu. Apalagi Diaz memanggilnya dengan sebutan dek
Jantung mulai tidak aman.
"Ng-gak k-kok"
Aya tergagap apalagi melihat senyum manis yang baru pertama kali dilihatnya.
Aya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Mau saya bantu dek?"
Diaz seolah paham akan kesulitan yang dialaminya.
Diaz membantu menurunkan resleting gaun milik Aya.
Punggung Aya tidak langsung terekspos karena masih ada kain lain di dalamnya.
"Sudah"
Tanpa menjawab Aya langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Aya keluar dari kamar mandi sudah dengan memakai baju tidur dengan hijab instan yang terpasang di kepalanya.
Aya masih canggung dengan status baru yang disandangnya.
Aya melihat Diaz yang tampak fokus dengan ponselnya dia duduk di sofa dekat ranjang.
"Mas, liatin apa?"
Aya penasaran dengan apa yang Diaz lakukan.
"Posting"
"Posting apaan?"
Aya penasaran apa yang di posting si Batu Es saat ini.
"Foto"
Aya sudah tidak bertanya lagi.
Bertanya pada Diaz tidak mungkin mendapat jawaban yang pasti.
Kemudian Aya mengambil ponselnya dan melihat apa yang terjadi di i********: karena jujur dari tadi banyak notice dari i********:.
Ternyata notifikasi berasal karena unggahan yang di posting Diaz di akun i********: pribadi miliknya.
rizaldiaz.alfariz

Disukai oleh,rizaldiaz_fc dan 7.802.782 lainnya
❤?∞
rizaldiaz.alfariz Kini ku jatuhkan pilihan padamu, wanita yang akan menemani dalam hidupku. Bersamamu ku lengkapi imanku. Terimakasih telah menerimaku sebagai Imammu Bidadari Surgaku
Ny.Rizal Diaz Alfariz P.N @claradiaaya_wjy
Lihat semua 4.383.091 komentar
Aya terharu bagaimana bisa orang sedingin Diaz bisa berkata kata semanis itu.
Bio i********: milih Diazpun sudah tertag akun i********: milik Aya
@claradiaaya_wjy ?
Bukankah itu manis sekali untuk ukuran laki laki yang cuek.
Beragam komentar tertinggal di sana, banyak yang mengucapkan selamat tapi banyak juga yang tidak setuju dan tidak terima.
Tapi apa mau di kata, tidak setuju pun tidak ada gunanya karena Diaz dan Aya sudah menjadi pasangan yang sah.
Aya menyukai postingan Diaz, dan menatapnya lama.
Aya tidak berniat memposting apapun dalam feed instagramnya.
Entahlah apa alasannya.
Diaz melihat bahwa Aya sudah menyukai ponstingannya pun menutup ponsel.
Diaz menuju ranjang mendekati Aya dan menatap Aya lekat.
"Mas, kok natapnya gitu banget"
Aya salah tingkah di tatap intens seperti itu.
Juga sedikit takut karena jujur dia belum siap untuk melayani suaminya, memberikah hak suaminya.
"Natap istri sendiri emang ga boleh"
Diaz menempatkan diri di samping Aya.
Jilbab Aya dilepas oleh Diaz dan Aya masih mematung.
Wajah Diaz mendekati wajah Aya seketika Aya menutup matanya.
Nafas Diaz mulai terasa di wajah Aya, nafasnya mulai memburu dagu Aya mulai disentuh Diaz.
Sentuhan pertama seorang laki laki yang baru saja sah menjadi suaminya.
Jantung Aya berdebar semakin cepat
Diaz terkekeh pelan
"Saat tidur tidak perlu pakai jilbab, saya sudah sah menjadi suami kamu"
Diaz sedikit menahan tawa karena perubahan ekspresi Aya.
"H-hah i-iya" ucap Aya dan langsung membuka matanya dan menutupi pipinya yang sudah memerah
"Kamu berharap apa"
Aya menggeleng, dirinya tidak mengharapkan apapun tapi tadi Aya kira akan ada adegan selanjutnya.
"Enggak"
"Istirahat besok masih ada tradisi pedang pora"
Diaz memposisikan tubuhnya berbaring di samping Aya.
Aya membelakangi Diaz,
Diaz kemudian memeluk Aya dari belakang.
"Kamu milik saya seutuhnya, izinkan saya memeluk kamu"
Diaz mengeratkan pelukannya, hatinya berdesir
Aya mengangguk.
Aya jadi merasa tidak mengantuk sekarang.
Jantungnya tidak bisa diajak kompromi
Sedangkan Diaz sudah tertidur tertanda dari napasnya yang sudah teratur.
Lama kelamaan Aya gusar, ia membalik badannya pelan dan berhadap hadapan dengan Diaz.
Aya mendekatkan tubuhnya dan membalas memeluk Diaz.
Diaz sadar dengan apa yang di lakukan Aya.
Gerakan kecil saja mampu membuat Diaz terganggu.
Mereka mulai nyaman dengan posisi itu membuat mereka tidur lelap.