Sebelum hari H

1735 Kata
Aya betemu bunda untuk mengurus undangan. Diaz tidak ikut karena dirinya masih belum mengambil cuti. Sehingga dirinya saat ini masih berada di batalyon Semakin mendekat dengan hari H pernikahan, Aya dilanda gugup Normalnya seorang calon pengantin Aya mengurusi segala keperluan pernikahan tanpa bantuan Diaz. Aya dibantu Bunda Ratih, Mamah Ajeng dan Farah. Aya tidak marah kepada Diaz, Aya mengerti akan pekerjaan Diaz yang seorang tentara apalagi dengan pangkatnya seorang kapten, walau terkadang Aya sering menggerutu dibelakang H-3 pernikahan Diaz baru mengambil cuti. Diaz akan pergi ke rumah Aya untuk mengembalikan tas Aya yang tertinggal kemarin. Kemarin Aya ke rumah Diaz, mungkin karena terlalu lelah jadi ia melupakan tasnya. Diaz mulai memikirkan bagaimana hubungannya kedepan. Bukan ragu dengan pilihan orang tuanya tapi apakah dia bisa membahagiakan Aya sedangkan Diaz tidak tau bagaimana perasaannya sendiri. Diaz sungguh tidak ingin Aya terluka karena dirinya. Diaz sudah dalam perjalanan, tidak tidak mungkin ke sana dengan tangan kosong. Diaz memilih berhenti di depan toko kue, kata Bunda Ratih, Aya suka kue blueberry. "Selamat siang,ada yang bisa dibantu" "Pesan blueberry cake with custom topping "ucap Diaz "Kami akan buatkan mohon ditunggu" Sambil menunggu, Diaz duduk dan fokus memainkan ponsel. Diaz fokus membaca email masuk, tiba tiba ada suara yang memanggilnya tetapi bukan dengan sebutan Diaz. "Kak Rizalll" "Ya Ampun kak apa kita jodoh ya sering banget ketemu gini" Diaz menatap aneh, dia siapa? "Maksud anda?" Kenapa dia malah berbicara masalah jodoh, Diaz saja sudah mendapat calon istri. Wanita ini berkata seolah mereka saling mengenal. Padahal Diaz tidak nerasa demikian "Kak formal banget sih" Dirinya terkekeh "Anda siapa?" Diaz menatapnya datar "Aku Mytha kak, dokter yang kakak kasih tumpangan beberapa waktu yang lalu" ucapnya "Oh"ucap Hanya itu responnya. Kalian berharap apa? Diaz kembali menyapa dengan senyuman hangat, jangan mimpi. Selain karena bukan tipe orang yang banyak bicara, Diaz juga tidak mau terlalu dekat dengan wanita yang bukan mahramnya. Sebenarnya juga karena ingin jaga perasaan calon istri. hehe "Blueberry cake with custom topping ready" Diaz berdiri kemudian berniat membayar pesanannya. Mytha mengikuti Diaz "Kakak suka kue blueberry ya, kok bisa samaan sih tanda tanda jodoh nih hehe "ucap Mytha, Tanpa menghiraukannya Diaz langsung pergi, Mytha malah kembali mengikuti sampai di dekat mobil. "Kak mau kemana sih buru-buru amat, kita kan baru sebentar ngobrol lagi pula aku juga belum dapet nomor kakak"ucap Mytha Mytha berekspresi semenggemaskan mungkin, berharap akan direspon Diaz. "Saya ada urusan penting dan saya tidak memberikan nomor pada wanita lain jika tidak berkepentingan, permisi" ucap Diaz Mytha malah membalasnya dengan senyuman "Yaudah deh hati hati kak" ucap Mytha melambaikan tangan dan kembali ke toko kue. Di dalam sana Mytha memesan, "Mbak yang tadi siapa?"tanya pegawai yang tadi melihat interaksi antara Mytha dan Diaz. "Oh calon suami, lagi gak mood dia makanya agak judes."ucap Mytha Pegawai itupun mengangguk. Mytha sangat tertarik dengan Diaz tapi dia tidak tau bahwa Diaz atau orang yang dia panggil dengan sebutan "Kak Rizal" adalah calon suami Aya sahabatnya sendiri. Mytha kemudian pergi ke sebuah Cafe untuk bertemu Lamira, Sarina, Miranda dan Aisyah. Sepanjang perjalanan Mytha terus tersenyum hingga sampai ke tempat tujuan. Bahkan saat sudah bersama sahabatnya, Mytha melamun sambil tersenyum sendiri. "Myth lu kenapa kayak orang stress gini sih" ucap Lamira Mereka semua sebenarnya keheranan dengan tingkah Mytha. "Iya Myth lu masih waras ? gak perlu masuk rumah sakit jiwa kan? Rumah sakit jiwa soalnya ga di tanggung bpjs" tanya Sarina. Miranda dan Aisyah pun hanya tertawa dengan pernyataan yang di lontarkan Sarina dan Lamira. "Jangan jangan lu lagi jatuh cinta ya,Myth" ucap Miranda Bukankah yang di alami Mytha adalah ciri ciri orang jatuh cinta. "Gue gak mau cerita dulu ah, nunggu bebeb Aya dateng" Mytha masih dengan senyumnya. Di sisi lain Aya sedang berganti baju untuk pergi bertemu teman-temannya saat baru menuruni tangga bel rumah berbunyi dan Aya bergegas membuka pintu. "Lho Mas ngapain kesini" ucap Aya kebingungan karena Diaz memang tidak menghabari dahulu. "Assalamualaikum"ucap Diaz "Eh Waalaikumsalam hehe ada apa?" tanya Aya karena pertanyaannya tadi belum sempat dijawab Diaz. "Mau kemana kamu" Diaz malah balik nanya pada Aya, seketika Aya ingat pesan mamah kemanapun Aya pergi harus bilang dulu sama Diaz itung-itung latihan jadi istri yang baik. "Ehhe mau ketemu temen temen di Cafe" ucap Aya dengan tatapan melihat paper bag bertuliskan Queen Bakery dan tas warna biru laut yang dibawa Diaz, Aya merasa tas biru itu seperti miliknya. "Lain kali bilang dulu, sebentar lagi kita menikah dan akan menjadi suami istri kamu tidak lupa kan izin suami itu ridho Allah" ucap Diaz "Iya mas maaf lain kali aku gak gini lagi" ucap Aya Dirinya agak menyesal dan menjatuhkan pandangan ke bawah "Yaudah ini tas kamu ketinggalan kemarin kata bunda dan ini kue buat kamu"ucap Diaz sambil tersenyum tipis seketika Aya langsung mendongak "Astagfirullah Aya lupa maaf ngerepotin dan makasih buat kue nya mas" ujar Aya sambil menepok jidatnya kemudian terkekeh. "Kamu ketemu temen kamu naik apa"tanya Diaz Aya yang baru mau masuk rumah kembali menoleh pada Diaz "Mau naik taxi online sih tapi belum pesen" jawabnya. "Yaudah saya antar aja sekalian tidak ada penolakan saya tunggu dimobil" pinta Diaz Diaz langsung menuju mobil tanpa menunggu jawaban Aya Aya masih termenung dengan sikap Diaz bisa semanis ini. Setelah memasukkan kue dari Diaz ke kulkas Aya bergegas masuk mobil Diaz. "Maaf ya Mas ngerepotin" ucap Aya yang menoleh pada Diaz "Gak ngerepotin,hitung hitung latihan jadi suami yang baik" ucap Diaz Aya terkekeh, sejak kapan Kapten BatuEsnya bisa berkata seperti itu. "Cafe mana?"Tanya Diaz "Cafe Allright Memory ,Mas" jawab Aya sambil menoleh pada Diaz, Tanpa disadari Aya menatap Diaz sangat lama dalam hatinya ia sedikit merasa bersyukur walau belum saling cintai tetapi BatuEsnya tidak sedingin awal mereka berkenalan. Hening kembali terjadi selama perjalanan. "Pulangnya nanti telpon saja nanti saya jemput" Diaz mengatakannya tanpa menoleh ke arah Aya. "Nggak perlu nanti ngerepotin, lagi pula dari rumah kamu sampe Cafe Allright Memory itu lumayan jauh" Aya menggeleng gelengkan kepalanya menolak "Tidak ada penolakan, lagi pula saya juga akan ke tempat teman saya yang searah dengan Cafe Allright Memory" Tepat setelah berbicara mereka sampai di Cafe yang Aya ingin datangi. Aya belum turun karena ia merasa penasaran dengan siapa Diaz akan bertemu. "Tunggu! temen kamu cowok apa cewek bukan Shinta Shinta itu kan. Aku mau minta nomornya Lettu David biar dia jadi informan aku!" Aya yang sedikit terpancing kesalnya mungkin bisa dibilang dia cemburu dan hal itu membuat Diaz tersenyum tipis. "Saya tidak bertemu Shinta, lagipula saya mau bertemu teman teman SMA saya" Diaz terkekeh, sebenarnya agak heran kenapa Aya membawa nama Shinta dan terlihat kesal, apakah Aya cemburu? "Kan Shinta Shinta itu temen SMA kamu juga bahkan dari SMP ,terus mau ngapain aja sama temen temen SMA" Aya mulai cukup posesif sekarang. "Saya rasa kamu mulai jatuh cinta pada saya" Diaz sukses membuat pipi Aya memerah dan jantungnya berdetak tak beraturan. "Apaan sih, yaudah sana nanti aku telpon kalo pulang Assalamualaikum" Aya tanpa melihat ke arah Diaz dan langsung turun takut Diaz melihat semburat merah di pipinya. Setelah Aya masuk ke dalan Cafe ia disambut dengan ke lima temannya. "Tumben blush on lu tebel Ay" ucap Sarina Pernyataan yang menimbulkan tawa kecuali Mytha. Mytha merasa mengenal mobil yang mengantar Aya. "Kayak mobil Kak Rizal, tapi gak mungkin deh kan Kak Rizal ada urusan penting lagi pula masa kenal Aya walaupun calon suami Aya tentara dan Aya anak tentara juga"batin Mytha. "Apaan sih kalian, please jangan goda gue" Aya menjawab dengan murung. "Dianter siapa lu, kok kayaknya lu di mobil lama banget kita semua dari tadi perhatiin mobil yang lu tumpangi" ucap Aisyah "Dianter calon suami, gila ga sih gue sebel sama dia katanya mau ketemu temen SMA gue curiga dia ketemu sama cewe genit itu deh" ucap Aya dengan kesal "Ohh jadi ceritanya cemburu, udah jatuh cinta sama calon suami sendiri ya bu dokter" ucap Miranda Mytha dia masih diam senyum yang tadi terlukis entah hilang kemana. "Beb kok tumben diem aja"ucapan Aya membangunkan Mytha dari lamunannya. "Tau gak Ay , Mytha kayaknya jatuh cinta deh" ucap Lamira Aya senang mendengarnya semoga saja kali ini sahabatnya itu tidak bertepuk sebelah tangan lagi Selama ini pria yang di sukai oleh Mytha pasti tidak memiliki perasaan yang sama. Mytha berusaha menyingkirkan pikiran negatifnya tentang apakah Aya dan Kak Rizalnya saling mengenal. "Yaudah gini deh bebeb bebeb quu aku bakal cerita berhubung Aya udah dateng, jadi waktu itu mobil gue mogok dan gue bingung mau naik apa waktu itu gue harus operasi pasien juga terus gue ngeberhentiin mobil dan ternyata mobil itu tu punya tentara ganteng banget dia baik banget mempesona banget deh gw sempet baca nametag nya keliatan dikit namanya Rizal dia tu bener bener bikin gue jatuh cinta pandang pertama tapi sikapnya gila gila gila cuek banget parah dan tadi gue ketemu dia di Queen Bakery dia beli Kue Blueberry terus pakek outfit hoodie hitam pakek jeans plus sneakers warna biru dongker pesonanya bikin meleleh banget deh dan dari awal gue udah ngode ngode gitu sama dia kalo kita tu sering ketemu kue kesukaan kita sama gue bilang aja ke dia siapa tau gue sama dia jodoh dan setiap gue minta nomor hp nya ga pernah dikasih itu bikin gue sedikit sedih sih tapi gw yakin banget kalo Kak Rizal jodoh gue" Mytha bercerita panjang lebar tanpa titik dan koma. Setelah mendengar cerita Mytha, Aya mulai berpikir apa yang dimaksud Mytha adalah Kapten BatuEsnya karena outfit yang dimaksud sama dengan Diaz. "Semoga ga NT deh"ucap Aisyah "NT apaan?" tanya Sarina "Nice Try"ucap mereka bersamaan. "Aya, spill calon suami dong"ucap Mytha Dirinya ingin memastikan bahwa Kak Rizalnya bukan orang yang sama dengan calon suami Aya "Ga boleh spill nanti jatuh cinta" Aya menggoda, Mytha berdecih. Setelah banyak mengobrol Aya menelpon Diaz untuk menjemput karena sudah ingin pulang. Aya menunggu Diaz ditemani teman-temannya termasuk Mytha sebenarnya Mytha masih apakah mobil yang ditumpangi Aya adalah mobil Kak Rizal. Tiba tiba ponsel Mytha berbunyi dan ia harus segera pulang saat Mytha melajukan mobilnya meninggalkan area Cafe mobil Diaz tiba, Aya melambai pada temannya kemudian masuk mobil. Saat di perjalanan Aya masih mengingat kata kata Mytha tentang tentara yang dimaksud, apakah Kapten BatuEsnya. "Kamu ketemu cewek ya sebelum ke rumah aku" tanya Aya "Ketemu."ucap Diaz Aya membulatkan matanya, jadi? "Tapi pelayan toko kue"lanjut Diaz Entah mengapa Aya lega, bahwa yang dimaksud Aya bukanlah calon suaminya. Setelah sampai di depan rumah Aya, Aya terdiam sebentar. "Semoga kita dilancarkan sampai hari H, Assalamualaikum." Aya berucap lalu meninggalkan Diaz, bahkan Aya belum mendengar Diaz membalas salamnya. "Waalaikumsalam."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN