Part 41

2072 Kata

"KARA!" Perempuan yang sedang memainkan poselnya itu terjingkat kaget. Hampir saja menjatuhkan minuman boba yang sengaja ia letakkan di atas paha. "Kakak, ck, ah! Kebiasaan banget. Ini bukan hutan. Kalau Opa denger, kamu uda dimarahin." Bibirnya mencebik lucu, sementar aku hanya bisa terkekeh. "Gak temenan. Sanaan!" Kara langsung mendorong badanku saat mencoba menariknya kedalam pelukanku. "Halah gitu aja ngambek." "Gitu aja kamu bilang? Kalau jantungku copot gimana? Kakak mau tanggung jawab?" "Ganti aja sama jantung pisang. Apa susahnya sih?" Kara membulatkan matanya, "Kamu kebangetan banget kak, sumpah!" "Loh, kan yang penting sama-sama jantung." Perempuan yang usianya masih 17 tahun namun sialnya mempunya tinggi badan hampir sama denganku, kembali mondorongku. "Nyesel aku kasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN