Part 39

1947 Kata

"Lo napa, buk??!! Muka lo asem banget. Ya walaupun biasanya emang gitu karena uda bawaan lahir, tapi kali ini kayak... kayak lebih aja gitu. Kenapa lo? Capek hidup? Lo sih, gajian bukannya dinikmati malah sibuk bayar tagihan di lapak orens, stres kan jadinya? Gak heran gue." Dyra j****y emang, kalau gak temenku, sudah aku gebukin ia. "Demi apapun, Dyr, pantes bibir lo dower gitu, kerjaannya kalau gak ngeroasting orang ya ngegibah. Mana gak pernah bener lagi. Malu sama umur." Ujarku, menyuapkan beberapa potong kentang goreng kedalam mulutnya dalam porsi besar. "Lo kolo ngomong jongon soko bonor goto loh, goo kon jodo molo." "Telen dulu baru ngomong!" Dyra menatapku horor, kemudian terdiam, seperti menikmati setiap kunyahannya. Sungguh tidak ada faedahnya sore-sore minta jatah berduaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN