Bab 34. Terenggut

1116 Kata

“Mas Aksara, maaf.” Celine menutup mulutnya. Rasa mual itu belum beranjak pergi. “Gak apa-apa, Sayang.” Ini kali pertama, Aksara terkena muntahan seseorang. Apalagi sampai mengenai kemeja mahal yang dikenakannya. “Huek ....” Lagi-lagi Celine mengeluarkan isi perutnya kembali. Kali ini mengenai hampir semua kemeja Aksara bagian depan, berikut dengan sepatu mahal yang dikenakan lelaki itu. Aksara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Andai yangmelakukan ini orang lain, tentu dia akan marah besar. Aksara yang superhigienis dan gampang jijik terhadap sesuatu, kini tubuhnya berlumuran denganmuntahan istrinya. “Kita ke toilet ya. Kita bersihkan di sana!” Celine terus mencengkeram tangan suaminya, karena takut dengankapal yang bergerak tidak menentu. Ombak-ombak kecil itu nyatanya membuatCe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN