Over loving You

1428 Kata
    Pagi ini Emma berangkat bersama Angga, walaupun kondisinya tidak lebih baik dari kemarin, tapi dia tidak bisa menyembunyikan rona kebahagiaan dari senyumnya. Amplop cokelat yang berisi surat pengunduran diri telah dia letakkan di meja SPV yang tengah meeting di ruang kaca. Sementara itu dia keluar lagi untuk bergabung bersama teman-teman nya yang tengah briefing di line. Saat penutupan briefing, tiba-tiba Bu Isna selaku spv gedung A3 masuk dan beridir di tengah mereka.     "Jah.. Emma mana Emma?" tanya Bu Isna.     "Emma.." panggil Azizah     "Iya Bu... Saya Emma' here.." jawab Emma, nyaris tak mendengar karena tengah asyik ngerumpi bareng Mika dan Ulfa.     "Sini kamu.." kata Bu Isna, sambil mengangkat amplop cokelat yang tadi dia tinggalkan d i meja Bu Isna.     "Looh itu apa Bu?" tanya Azizah.     "Ini surat pengunduran dirinya Emma." jawab Bu Isna.     "Loohh Emm kenapa kau resign, kamu nggak ngomong aku Emm?" tanya Azizah.     "Iya maak, rencananya habis ini aku juga mau ngomong kok." kata Emma.     "Kenapa kamu resign? udah hamil kamu Emm?" tanya bu Isna.     Emma tersenyum dan mengangguk.      "Sama suami nggak boleh kerja lagi bu, soalnya kemarin pas periksa kandungan saya lemah, takut kenapa-napa." jawab Emma.     "Ya aku seneng sih Emm dengernya, tapi terus yang bantuin aku siapa dong."kata Azizah.     "Mika aja mak... biar aku yang ajarin dia." kata Emma.     "Yaudah sebelum kamu keluar pastiin kamu udah traine dia dengan bai dan benar ya." pinta Azizah.     "Siappp..." kata Emma.     "Ehmmm senengnya.. akhirnya hamil juga, aku bilang juga apa." kata Mika sambil merankul Emma, antara sedih dan senang jadi satu.     "Alhamdulillah seneng banget aku Emm... ada temen cuti."kata Ulfa.     "Baik banget suami kamu Emm, nggak ngizinin kamu kerja, padahal Ulfa dibiariin tuh sama suaminya heheheh." kata Azizah.     "Yakali mak... emak bapaknya Emma tajir, lah aku lahiran butuh biaya banyak weeeh." kata Ulfa.     "Hehehhe... canda sayang."kata Azizah.     "Mika kamu yang gantiin mbak Emma jadi transfer loh ya." kata Azizah.     "Haahhh???     "Tenang aja aku ajarin Sampek bisa." bisik Emma.     "Lahh mbak, aku mana berani jalan kesana kemari minta ini itu complain ini itu." kesah Mika     "Hmmm... udah aku percaya sama kamu Mika." Emma menepuk-nepuk bahu Mika.     "Beneran diajarin Sampek bisa loh ya." kata Mika.    "Siapp..." kata Emma.    "Yaudah briefing selesai, selamat bekerja dan berkarya." tutup Azizah.    "Emm ada satu Vamp yang searah, kamu bawa ke Skiving ya, minta block-kam buat lawan arah, sama ambil pump di molding, aduh semrawut banget pokokknya gak ada yang bener tinggalan dari lawan shift." kata Azizah.    "Yang lain tetap lanjutkan repair ya, tapi kalau ada kerjaan yang bisa di output dahulukan, ngerti?" tambah Azizah sambil jalan ke frontline.     "Ngertiii..." jawab mereka semua.     "Mika... Ayo ikut aku." ajak Emma.     "Iya mbak..." ucap Mika gugup sambil membetulkan hijabnya.     Dalam hati Emma dia sebenarnya agak sangsi, takut Mika nggak bakal kuat mental mendapat perlakuan mereka semua. Mika cantik, cekatan, teliti, dan berhijab sama sepertinya. Entah apa yang menjadi fantasy s****l para buaya, kenapa mereka menjadikan gadis berhijab sebagai sasaran sexuality harassment mereka.     "Kita ke molding dulu yuk, sekalian ambil pump." ajak Emma, mereka masuk ke gudang semi, dan mendapati Rio tengah memasangkan kan pump yang selesai di molding oleh lawan shiftnya.     "Dia namanya Rio, buaya, kamu hati-hati sama dia, kalau bisa jaga jarak, tangannya suka Travelling soalnya." kata Emma, Rio mendelik mendengar pengenalan dirinya.     "Ya ampun gitu banget dah..." ucapnya.     "Yo ini Mika, penggantiku, jangan pernah kamu macem-macem sama dia atau santet." ketus Emma.     "Iya sayang..." kata Rio.     "Hai Mika, salam kenal." kata Rio.     "Iya mas..." jawab Mika singkat.     "Ini punya ku kan?" tanya Emma sambil mengangkat pump yang sudah selesai di molding.     "Iya ini satu lagi." kata Rio sambil menambahkan sepasang ditumpukan itu.     "Okke thanks..." ucap Emma.     "Btw selamat ya buat pernikahan kamu sama Angga, maaf aku nggak bisa datang waktu itu." kata Rio     "Iya makasih Yo, semoga kamu cepet nyusul." kata Emma.     "Hmmm..." gumam Rio.     "Menang banyak si Angga." kata Rio, lalu memandang Mika yang berdiri di samping Emma dari ujung kepala hingga ujung kaki.      "Jangan pernah lakuin apa yang telah kamu lakuin ke aku... Padanya." tegas Emma.     "Iya Emmm... Ya Allah nih anak, matiin pasaran ku aja deh." kata Rio.     "Mika yuk, kita ke Skiving." ajak Emma.     "Iya mbak, sini keranjangnya biar aku aja yang bawa, mbak Emma nggak boleh angkat-angkat ini." kata Mika.     "Oh makasih Mika." ucap Emma.     "Mbak emang mas Rio, pernah jahatin mbak Emma juga?" tanya Mika.     "Iya Mika, udah kamu jangan takut, sebenarnya dia baik kok, saking rada konslet aja otaknya." kata Emma.     "Iya mbak." kata Mika.     "Mungkin kerjaan kamu akan banyak bersinggungan dengan para buaya-buaya Kaka Rio, Kiki pak Adrian dll, tapi aku pastiin mereka nggak bakal ngelecehin kamu Mika." lanjutnya.     "Iya mbak makasih." kata Mika     "Nah kita sampai di Skiving, kalau disuruh triming, itu tempatnya mesing yang ada mbak pakai apron pink, ini admin Skiving sama prepare, perbatasannya ini, yang sebelah situ prepare, mesin blocking di sana, sebelahnya itu gudag kulit Skiving." kata Emma sambil menunjukkan semua yang dia lihat.      "Oke mbak." jawab Mika.      Mereka berdua sampai di tempat Angga yang tengah sibuk nge-block. Kemudian menoleh kearah mereka saat terdengar langkah kaki mendekat dari belakangnya.      "Mas ini Mika penggantiku nanti, aku ngajarin dia hehe." kata Emma.      "Mika ini..." ucap Emma terpotong.      "Aku tau, mas Angga, suaminya mbak Emma, yang dulu pernah nyelametin kita waktu kebakaran di gedung B, yang aku lihat kalian berciuman ehemm.." sela Mika, lalu terbitlah rona merah di kedua pipi Emma.      "Hehe kamu masih ingat ya." kata Emma.     "Hehe udahlah mbak Emma jadi malu, lupain aja." kata Mika.     "Eh iya mas... Ini searah, Mak ku minta ini dijadiin sepasang kamu block yang sebelah jadi pasangannya ya." kata Emma.     "Oh... Iya, tunggu bentar ya. Btw Mika kamu kerja yang semangat ya, biar istri ku cepet resign." Kata Angga.     "Hehe iya mas." kata Mika.     "Wiiihhh bidadari pada ngumpul." celetuk Bayu yang baru kembali dari toilet.     "Mas..." sapa Mika.     "Kamu traine jadi Transfer Mika?" tanya Bayu.     "Iya mas hehe... Terpaksa dan dipaksa sih lebih tepatnya."jawab Mika.     "Kalian udah saling kenal?" tanya Angga.     "Iya mas... Mas Bayu kakak kelas ku waktu SMA beda dua tingkat ya, MPLS aku, dulu Ida ketos nya." jawab Mika.     "Ehh mantan ketos lu nyet?" sahut Angga.     Bayu hanya nyengir...      "Fix... Boleh nitip dia buat aku dong." kata Emma.      "Dengan senang hati." kata Bayu. Seketika jawaban Bayu membuat Mika blushing.      "Ehh lupa ini tadi diapain sayang?" tanya Angga pada Emma.      "Ya Allah mas.. di block jadi lawan arah dijadiin sepasang gitu." jawab Emma.      "Oohh iya lupa." kata Angga.      "Kamu mas kalau kerja ngelamun mulu sih." kata Emma.      "Hehe Enggak kok sayang, hanya karena ada kamu aja jadi grogi." jawab Angga.      "Aduhhh aku yang jomblo lebih baik diam, nggak bisa nih, nggak bisa denger sayang-sayangan mulu kaya gini, jiwa jomblo ku meronta-ronta." kata Mika.     "Bay... kamu jomblo kan, temenin Mika gih, siapa tau jodoh." kata Angga.     "Yakali...biro jodoh." kata Bayu.     "Beneran nggak mau nih?"tanya EMma.     "Kalau nggak mau ada kok yang mau." lanjut Emma.     "Ehh ya mau lah... hehehe." kata Bayu.     "Selanjutnya aku serahin ke kamu."kata Angga.     "Siap bossque." kata bayu.     "Emang kamu nyari yang kaya gimana, ingat nggak ada yang sempurna di dunia ini, while itu seorang cewek." kata Angga.      "Istriku emang cantik, tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi pada masakannya, tapi walaupun dia nggak bisa masak, dia pinter bikin kopi, dan aku cinta banget sama dia." Kata Angga pada Bayu.       "Dia bilang sama temennya kenapa aku yang panas dingin sih mbak, udah ini nggak bisa dibiarin ini, bisa-bisanya aku muntah keuwuan sepagi ini." bisik Mika.       Emma hanya tertawa.       "Tapi beneran Mika, aku nggak bisa masak kok." kata Emma.       "Yang masak selalu dia." lanjutnya.       "Ehmmm so sweet banget sih, kalau aku boro-boro, nggak bisa masak udah di depak sama bunda." kata Mika.       "Hehehe aku nggak pernah belajar masak, g****k sih emang." kata Emma.       "Tenang aja, aku cari istri bukan cari tukang masak kok sayang, btw nih udah Vamp kamu." kata Angga.       "Eh udah ya mas... Makasih ya, yaudah Mika yuk kembali ke line." ajak Emma.        "Makasih mas... " Mika turut berterimakasih kemudian mengekor di belakang Emma
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN