Aldo menajamkan pandangannya saat mengendap-endap menyusuri lorong lantai lima. Perkiraannya, setiap kamar yang berada di hadapannya itu sudah dihuni oleh musuh bersenjata yang siap membunuhnya kapan saja. Aldo dan pasukannya merayap, melangkah perlahan menyusuri lorong itu. Salah satu tim densus 88 mendobrak pintu kamar yang ada di dekatnya kemudian anggota yang lain langsung melemparinya dengan granad. Kepulan asap pun terlihat, mulai bermunculan beberapa orang dibalik pintu kamar dengan senapan laras panjangnya. Baku tembak pun tak terhindarkan. Dengan cekatan Aldo langsung mengelak saat sebuah peluru dari senjata api meluncur cepat ke arahnya. Ia menggeram karena peluru itu malah menembus d**a anak buahnya. "Sial!" dengus Aldo kesal karena anak buahnya sudah banyak yang gugur. Pr

