"Mas, Aku pengen pulang!" ucap Viola yang duduk di tepi ranjang sambil melipat kedua tangannya di depan d**a. Rustam yang baru saja memasuki kamar menghela napas lelah. "Tidak, Sayang, tidak untuk sekarang." "Mau sampai kapan?" Viola mengeraskan nada suaranya. "Mau sampai kapanpun juga kamu tetap akan jadi buronan," lanjutnya sambil membuang pandangannya ke arah lain. Rahang Rustam langsung mengeras. Bola matanya menatap Viola tajam. "Kamu bilang cinta sama aku? Kamu juga sudah berjanji akan selalu bersamaku. Tapi sekarang apa?!" Viola kembali menatap Rustam yang berdiri di hadapannya dengan wajah geram. "Cintaku sudah pudar setelah aku tau kalau kamu itu seorang mafia! Kamu itu penjahat!!" "Kamu mau menyakitiku untuk yang kedua kalinya?!" Rustam tidak kalah sengit. "Dulu kamu ningga

