DUA BELAS - SELXI VS AZALIA

1001 Kata
Selxi menginjakkan kakinya di Aula Utama setelah sekian hari. Selama beberapa hari ini, Selxi hanya ke ruang makan dan sisanya ia menunggu informasi dari Anna, Aida, dan Naomi. Ia berusaha sebisa mungkin menjauhi Aula Utama dan pusat keramaian lainnya. Selain itu, jadwal pertandingannya sudah lama dimunculkan, sehingga ia tidak perlu melakukan pengecekan berkala, hanya perlu menunggu waktu pertandingan dimulai dan mungkin sedikit informasi tambahan. Karena Selxi membuka babak pertandingan kedua, tentu saja waktu pertandingannya sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan tidak ada percepatan jam, sehingga ia tidak perlu menunggu lama di Aula Utama. Ada jeda antara babak penyisihan pertama dan kedua selama setengah hari, tapi waktu kosong itu hanya dibiarkan saja oleh pihak akademi. Sepertinya mereka memanfaatkan jeda itu untuk persiapan yang lebih matang, walau perasaan Selxi agak tidak nyaman. Ia berharap tidak ada kejutan lainnya di hari pertandingannya. "Sudah siap?" tanya Anna, tampaknya ia sangat bersemangat. Mereka bertiga bersenandung dengan riang selama perjalanan ke Aula Utama, bahkan orang-orang sampai menoleh ke arah mereka. Sedangkan Selxi hanya memasang wajah datar melihat kelakuan mereka, tidak mungkin dirinya tiba-tiba melarikan diri lagi, bukannya menghindari perhatian, malahan akan semakin menjadi pusat perhatian. Selxi mengangguk pelan menanggapi Anna, otaknya sedang penuh dengan berbagai rencana untuk menghindari perhatian. Walau sepertinya tidak berguna. "Duduk dimana?" tanya Naomi ke yang lain. Mereka mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru. Aula Utama masih belum terlalu ramai, masih ada banyak tempat kosong sehingga mereka bisa memilih dengan bebas. "Di bagian tengah itu aja gimana? Biasanya D'VABER nonton dari seberangnya," ucap Anna sambil menunjuk tempat yang dimaksud. "Boleh," jawab Aida dan Naomi serempak. Lalu mereka bertiga meninggalkan Selxi, setelah memberi semangat dengan suara nyaring. Selxi hanya mengangguk pelan dan menghembuskan napasnya dengan kasar. Sepertinya tidak akan mudah baginya untuk menghindari perhatian bersama dengan ketiga temannya yang cukup berisik itu. Pertandingan akan dimulai dalam 15 menit dan Selxi sudah berada di pinggir lapangan. Ia duduk bersila di pinggir lapangan, tidak ada orang di lapangan, lawannya juga belum ada. Selxi menutup matanya sejenak, mempertajam pendengarannya, ia berusaha mendengarkan keramaian yang terjadi di bangku penonton. Sepertinya D'VABER sudah masuk ke Aula Utama. Ada banyak anak yang membicarakan mereka. Selxi memperkirakan bahwa semua anggota D'VABER akan menonton pertandingannya dan sepertinya perkiraannya benar. Di sisi lain, ada yang sedang membahas mengenai jagoan di tiap akademi yang mengikuti turnamen, nama Azalia sempat disebut, tapi tidak sebagai anak yang terlalu menonjol. Bukan yang terhebat, tapi Azalia cukup diakui oleh banyak orang. Sebagian anak lain membicarakan tentang penggunaan sihir dan teknik yang bagus. Selxi cukup menikmati kegiatan menguping yang dilakukannya sambil menikmati hembusan angin yang menerpa badannya. "Para peserta silahkan memasuki lapangan, karena pertandingan akan dimulai." Selxi tersadar dan membuka matanya. Di ujung lain lapangan, Azalia sudah bersiap dengan hewan pendampingnya. Seekor singa api, kelihatannya sudah cukup dewasa. Berarti Azalia sudah cukup lama mendapatkan hewan pendampingnya. Selxi berjalan masuk ke lapangan setelah melihat Azalia sudah mulai berjalan ke tengah. Selxi berdiri berhadapan dengan Azalia, terdapat sekitar tiga meter jarak di antara mereka berdua. "Good Luck!" ucap Azalia dengan senyuman khasnya. Selxi tidak bergeming, ia tidak menjawab dan tidak merespon ucapan Azalia. Matanya melihat ke sekeliling, lebih tepatnya mengecek bangku penonton. Ia bisa melihat dengan jelas dimana teman-temannya duduk dan di seberangnya terdapat D'VABER yang terlihat tidak sabar untuk menonton pertandingannya. Bahkan mereka tidak menyembunyikan ekspresinya sama sekali. Bangku penonton hampir terisi semua dan keadaan memang cukup ramai. Penanda pertandingan dimulai berbunyi. Azalia langsung melompat ke tempat Selxi berdiri tanpa ragu, sedangkan Selxi masih diam di tempatnya. Dalam sepersekian detik itu, Selxi memperhatikan arah gerakan Azalia dan langsung bergerak menjauh di detik-detik terakhir. Selxi tidak menyerang balik, hanya menjauh. Anggap saja sebagai rencana Selxi untuk memperpanjang waktu pertandingan. Azalia mendarat di tempat Selxi sebelumnya dengan kepalan tangan yang penuh dengan sihir api. Ia tidak memberikan jeda dan langsung melompat ke arah Selxi lagi. Selxi mundur beberapa langkah dan bergerak ke kiri-kanan tanpa ragu. Bagi Selxi, gerakan Azalia tidak secepat itu dan memiliki pola, sehingga bisa ditebak arah gerakannya. Setelah cukup lama hanya menghindar, akhirnya Selxi berada di pinggir lapangan, yang artinya ia tidak bisa mundur lagi. Orang-orang yang ada di Aula Utama bingung dengan alur pertandingan yang sedang berlangsung. Benar-benar p*********n sepihak, tapi pihak lain tidak mengalami kerugian sama sekali. "Mau kabur kemana lagi?" tanya Azalia dengan nada mengejek. Selxi mengintip penghitung waktu yang melayang di udara. Baru satu menit sejak pertandingan dimulai. Azalia melompat dengan sekuat tenaga ke arah Selxi dari arah kanan. Sedangkan hewan pendampingnya, singa api melompat dari sebelah kiri. Selxi melakukan perlawanan dengan pukulan sihir hijau yang ditambahkan sihir pelindung agar dirinya tidak terkena efek sihir lawan. Ia melihat ke kiri dan ke kanan, lalu akhirnya menetapkan pukulan pada Azalia. Saking sibuknya melakukan p*********n, Azalia lupa melakukan pertahanan. Pukulan yang diarahkan Selxi ke Azalia mengenai pukulan Azalia yang diarahkan ke Selxi. Tangan mereka beradu dalam sebuah pukulan yang dahsyat. Awalnya Azalia dapat menahan pukulan Selxi, karena lompatan yang dilakukannya, kekuatan pukulan Azalia bertambah dengan berat tubuhnya. Tapi beberapa detik kemudian, Azalia terpental ke belakang. Tubuhnya lelah dengan lompatan tiada henti yang dilakukan sebelumnya, sehingga kekuatan serangannya melemah. Setelah tubuh Azalia terpental, Selxi langsung bergerak menjauh agar tidak terkena serangan singa api. Melihat pergerakan Selxi, singa api itu langsung mengejarnya dengan kekuatan penuh. Selxi menandai seluruh area lapangan lalu melenyapkan udara di dalamnya, ia memindahkan semua udara ke luar area pertandingan. Area buatan Selxi tidak terlihat secara kasat mata, tapi efeknya terasa. Para penonton yang ada di Aula Utama merasakan hembusan dingin yang tiba-tiba muncul dari tengah lapangan, hasil perpindahan udara yang dilakukan Selxi. Tidak banyak orang yang menyadari perbuatan Selxi, tapi tentu saja para murid seperti D'VABER bisa memahami apa yang sedang dilakukan Selxi. Singa api milik Azalia masih bergerak dengan bebas ke arah Selxi, tapi gerakannya melambat. Azalia, sang pemilik singa api dan salah satu sumber utama manna untuk pendampingnya mulai melemah karena kaget oksigen di sekitarnya menghilang. Tanpa membuang waktu, sambil menahan napasnya, Selxi bergerak cepat ke arah Azalia, ia membuat pedang dari sihir dan langsung menghunuskannya tepat di area vital Azalia. Pertandingan selesai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN