LAPAN BELAS - LATIHAN TERBUKA

979 Kata
"Peserta pertama latihan terbuka adalah Reita dari Green Academy dan Feldya dari White Academy, silahkan masuk ke area pertandingan." Para penonton yang ada di lapangan menahan napas saat Dean mengumumkan peserta pertama latihan terbuka tepat setelah melakukan pembukaan singkat. Sesuai rumor yang beredar, peserta latihan terbuka yang dipilih memang anak-anak yang kuat dan perpaduan pesertanya sangat unik. White Academy terkenal dengan pergerakannya yang bersih, stabil, dan dilakukan tanpa ragu. Sedangkan di sisi lain, Reita merupakan pengguna sihir angin. Tidak ada yang bisa menebak cara mereka melakukan serangan untuk menghadapi jenis sihir satu sama lain. Sama seperti Reita yang merupakan murid terkenal di akademinya, Feldya juga sangat terkenal dengan kekuatannya. Hanya saja, jika dilihat dari peringkat akademinya, seharusnya Reita bisa dengan mudah mengatasi Feldya. Dari beberapa anak yang Selxi pikirkan untuk menjadi lawannya, Feldya menjadi salah satu kandidat yang bagus menurutnya dan seharusnya masih bisa ditangani. Pertarungan Reita dan Feldya berlangsung sekitar sepuluh menit dan ditutup dengan hasil seri. Selxi yang menonton pertandingan mereka dari jarak dekat sangat sadar bahwa Reita menahan diri untuk menghormati lawannya. Ada banyak kesempatan yang dilewati Reita, tapi ia tidak menunjukkannya secara terang-terangan. Benar-benar siswa teladan yang sangat baik, batin Selxi ketika melihat Reita melakukan serangan dan pertahanan seadanya. Setelah itu, latihan terbuka terus berlanjut dengan menegangkan. Pertandingannya terasa berbeda dibandingkan pertandingan turnamen di Aula Utama, tapi di sisi lain, terasa sangat menarik dan menyenangkan juga. Selxi duduk di bawah dan mempelajari banyak hal. Ia tidak terlalu memikirkan pertandingannya, bahkan ia hampir lupa karena namanya tak kunjung dipanggil. "Baiklah, kita sampai di pertandingan terakhir latihan terbuka tahun ini," ucap Dean setelah pertandingan sebelumnya berakhir dan para pesertanya sudah kembali ke bangku penonton. Para penonton mulai berisik, karena banyak yang mengira bahwa pertandingan sebelumnya merupakan pertandingan terakhir. Alasannya simpel, karena pertandingan sebelumnya merupakan pertandingan Dean dan merupakan pertandingan terakhir dari anggota D'VABER di latihan terbuka ini. Pertandingan penutup selalu menjadi pertandingan puncak yang paling menegangkan dan menakjubkan. Secara logika, Dean akan menjadi penutup yang sangat baik dari Green Academy. Banyak yang menebak-nebak siapa yang akan menjadi perwakilan dari Green Academy untuk pertandingan penutup ini. Semua anggota D'VABER sudah maju, lantas apakah akan ada anak yang bertanding di latihan terbuka ini sebanyak dua kali, atau akan ada perwakilan yang tidak disangka. Di pinggir area latihan, Selxi hanya duduk diam mendengar suara berisik orang-orang yang berbincang di sekitarnya. Karena ia tahu pasti bahwa namanya yang akan disebut. "Mungkin Dean akan bertanding lagi." "Masa si? Kan dia baru aja maju." "Kalau bukan Dean, siapa lagi? Ehmmm, Aeryn?" "Lebih masuk akan Varen sih kalau dari anggota lain." "Di luar D'VABER mungkin." "Aneh banget, emang yang memungkinkan siapa?" Keadaan sangat ramai, terlebih Dean tidak langsung melanjutkan ucapannya dan malah melihat-lihat sekitar. Semakin lama menunggu, Selxi yang awalnya biasa saja mulai berpikiran yang aneh-aneh. Tidak mungkin ada yang sudah tahu identitasku kan? ucapnya dalam hati. Matanya menjadi lebih was-was dibandingkan sebelumnya. Ia berusaha memastikan tidak ada orang-orang dari kerajaan atau apapun yang berkaitan. Entah itu kerajaan di dimensi ini atau dimensi lain. Mereka tidak seharusnya berada di tempat seperti ini bukan? Dean masih melihat sekeliling, anak-anak D'VABER juga melihat sekitar. Lalu tiba-tiba Brenda mengangguk pelan ke arah Dean. Selxi melihat gerakan itu, ia bersiap menyerang jika ada makhluk aneh yang muncul. "Perhatian semuanya." Dean mulai melakukan pengumuman lagi setelah mendapat aba-aba dari Brenda tadi. Keadaan perlahan menjadi hening kembali, orang-orang fokus kepada Dean kembali. "Peserta pertandingan terakhir adalah Xeren dari Pink Academy ...." Dean tidak langsung mengucapkannya secara lengkap, ia menggantung ucapannya dan menunggu peserta yang ia ucapkan untuk bergerak ke tengah lapangan. Sebenarnya tanda yang diberikan Brenda tadi untuk menandakan bahwa Xeren ada di area latihan terbuka. Xeren tidak langsung bergerak, ia sedikit kaget karena sebelum ini nama yang disebutkan selalu anak dari Green Academy terlebih dahulu dan kedua pesertanya akan langsung disebutkan secara berurutan. Para penonton mulai kebingungan karena Dean belum menyebutkan semua pesertanya secara lengkap dan peserta yang sudah disebutkan Dean juga belum maju. Setelah berpikir beberapa detik, akhirnya Xeren beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke tengah lapangan. Saat melihat Xeren memasuki lapangan, Dean melanjutkan ucapannya, "dan Selxi dari Green Academy." Selxi langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tengah lapangan. Keadaan kembali ramai dengan orang-orang yang baru ingat bahwa ada Selxi, anak baru Green Academy yang cukup menarik perhatian selama beberapa hari terakhir ini. Lebih berisik dan lebih ramai dibandingkan di Aula Utama, ucap Selxi dalam hati. Selxi dan Xeren sudah saling berhadapan di tengah lapangan. Xeren, salah satu anak yang menarik perhatian Selxi saat ia melihat informasi mengenai anak-anak yang mengikuti turnamen. Walaupun tidak pernah melihat pertandingan Xeren secara langsung, tapi perpaduan sihir utama yang digunakan Xeren sangat mengerikan. Perpaduan antara sihir api dan sihir gravitasi. Jika baru mempelajari kedua sihir itu, menggabungkannya pasti sulit, tapi dilihat dari hasil pertandingannya, seharusnya Xeren sudah terbiasa dengan penggabungan kedua sihir itu. "Sebagai penutup latihan terbuka tahun ini, area pertandingan akan diperluas. Sejak awal, di lapangan terdapat dua garis pembatas, dimohon para penonton untuk mundur hingga garis pembatas kedua," ucap Dean sambil menunjuk garis yang dimaksud lalu mulai mengarahkan. Anak-anak D'VABER lainnya juga mulai mengarahkan penonton di bagian lainnya untuk mundur dan menyesuaikan garis yang telah dibuat. Xeren dan Selxi masih saling menatap, mereka tidak menoleh sedikit pun selagi menunggu para penonton untuk bergerak. Selxi menyadari adanya garis pembatas kedua, kurang lebih sekitar satu meter lebih besar dibandingkan garis pertama. Sebenarnya semakin besar area pertadingan, maka pergerakan mereka semakin lebih lelusasa, terutama untuk pengguna sihir gravitasi dan api. Keterbatasan area akan sangat merugikan karena susah untuk mengontrol sihir besar seperti itu. Aneh, kenapa malah semakin menguntungkan pihak lain? pikir Selxi. Untungnya selama di kerajaannya, Selxi sudah pernah mempelajari sihir api dan sihir gravitasi, tapi dia tetap harus hati-hati agar tidak berlebihan dalam menggunakan sihir yang diketahuinya. Ia harus bisa menahan diri dan menunjukkan sihir yang masih wajar untuk anak seusianya. Walaupun sihirnya tidak wajar untuk seorang anak baru.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN