Beberapa jam berlalu dan Runa masih berada di samping lapangan. Ia tidak merasa terancam sama sekali walaupun ada beberapa serangan yang sempat mengarah ke tempatnya.
Mendekati jam makan siang, sekitar jam 11 Runa naik ke tempat penonton. Sudah tidak terlalu banyak anak yang menonton dan keadaan jauh lebih sepi dibandingkan saat Runa bertanding tadi.
Naomi dan Anna sudah menyelesaikan pertandingan pertama mereka dan hasilnya mereka berdua menang.
Babak awal atau babak penyisihan tahap awal hanyalah permulaan dari turnamen dan lawan yang dihadapi cenderung masih muda (kecuali memang sedang sial dan bertemu dengan siswa tingkat atas).
Pertarungan sebenarnya baru akan berlangsung beberapa pertandingan lagi, saat anak-anak yang kurang kompeten sudah tersingkir. Di saat itulah pertandingan akan panas dan sangat seru untuk dilihat.
Untuk siswa dari Green Academy, memenangkan babak awal adalah hal standar yang harus dilakukan semua murid. Mereka harus menunjukkan kekuatan Green Academy sebagai tuan rumah dan menunjukkan siapa yang sebenarnya berkuasa di turnamen.
"Mau makan dimana?" tanya Rey sambil berjalan di depan, ia melangkahkan kakinya dengan santai.
"Di kantin saja langsung," jawab Naomi sambil berjalan di belakang Rey dengan kecepatan yang sama juga.
"Aku di asrama saja." Runa mengatakannya dengan pelan, tapi masih terdengar jelas oleh teman-temannya.
"Oh iya, kita lupa akan teman kita yang sudah menjadi terkenal ini. Di kamar saja," ucap Anna sambil setengah bercanda.
Runa hanya tersenyum kecil membalas ucapan Anna. Ia belum terbiasa mendengar nada candaan Anna, rasanya mengesalkan.
"Baiklah, aku ikut," ucap Aida sambil mengangguk setuju.
"Lah? Terus aku harus makan sendiri dong," ucap Rey sambil menghadap ke belakang dan menghentikan langkah kakinya.
"Nasib," ucap Anna sambil menjulurkan lidahnya dan berjalan melewati Rey.
Rey menghembuskan napas kesal, tapi ia tidak mungkin masuk asrama wanita. Bisa-bisa ia dikeluarkan dalam hitungan detik.
***
Anna mengecek pembaharuan terbaru mengenai pertandingan yang sedang berlangsung dan mendapati tiga pertandingan setelah ini adalah pertandingan Aida.
"Ayo kita ke aula utama sekarang!" ucap Anna setelah mengecek jadwal pertandingan.
Aida dan Naomi mengangguk setuju lalu segera bersiap keluar dari asrama.
"Selxi, kau tidak ikut?" tanya Naomi sambil melihat ke arah Runa yang sedang memegang sebuah topi. Runa meminjamnya dari Aida beberapa menit yang lalu dan bingung harus diapakan.
"Aku ingin ikut, tapi bisakah kalian membantuku menggulung rambut dan memasukkannya ke dalam topi?" pinta Runa dengan wajah memelas.
Anna, Aida dan Naomi terdiam mendengar permintaan Runa, mereka memandangi Runa dengan wajah bingung.
Runa memiliki rambut sepinggang yang lebat dan sangat sehat. Apakah mungkin memasukkan rambut sepanjang itu ke dalam sebuah topi?
"Rambutmu sangat panjang, sepertinya tidak akan muat," ucap Aida sambil menunjuk rambut Runa.
Runa terdiam karena baru sadar akan hal itu. Ia tidak fokus sama sekali sekarang, Runa hanya mengucapkan apapun yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
"Ada yang punya gunting?" tanya Runa sambil menatap teman-temannya.
"Aku ada," ucap Anna sambil mengambil sebuah gunting dari lokernya dan memberikannya ke Runa dengan polosnya.
Runa mengambilnya dan melihat ke arah mereka lagi. "Ada yang berani memotong rambutku?" tanya Runa dengan wajah serius.
Aida, Naomi dan Anna menggelengkan kepala dengan kompak. Mereka mengerjapkan mata berkali-kali, memastikan bahwa apa yang mereka lihat dan dengar bukanlah sebuah halusinasi.
"Tunggu dua menit," ucap Runa lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Dua menit berlalu dan Runa keluar dengan rambutnya yang panjangnya sekarang hanya sepundak.
Naomi, Aida dan Anna sudah mengira bahwa Runa akan memotong rambutnya setelah ucapannya tadi, tapi mereka tidak mengira bahwa Runa akan memotongnya sependek itu.
Mereka bertiga hanya bisa tercengang melihat kelakukan Runa. Sayang sekali rambut panjang dan sehat yang sangat indah itu harus dipotong demi bersembunyi dari tatapan orang-orang, itulah yang mereka pikirkan.
"Bantu aku memasukkannya," ucap Runa dengan tangannya yang masih kesusahan mengatur rambutnya sendiri.
Naomi mendekat ke Runa dan menyatukan rambutnya dengan rapi, lalu menggulungnya. Sedangkan Anna merapikan bagian depan dan Aida memasangkan topinya.
Tak sampai dua menit, mereka selesai memasang topinya dengan rapi.
"Apakah kau yakin?" tanya Aida sambil melihat ke arah Runa. Runa mengangguk sambil tersenyum.
Naomi, Anna, dan Aida tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung berjalan keluar kamar.
"Tadi kulihat potonganmu rapi banget," ucap Naomi di tengah perjalanan menuju Aula Utama. Aida dan Anna mengangguk setuju.
Runa hanya diam saja karena sebenarnya ia tidak memakai gunting milik Anna tapi ia membuat gunting menggunakan sihir dan gunting itu bisa memotong sendiri rambut Runa dengan rapi.
Walaupun ia tidak mau jadi sorotan, Runa tetap punya akal sehat. Ia tidak akan dengan gegabah memotong rambutnya asal-asalan.
Sesampainya di Aula Utama, mereka mengecek jadwal pertandingan dan peringkat terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi terkini.
"Jarang-jarang ada yang bisa bertahan selama itu di posisi pertama, apalagi anak baru," ucap seseorang yang berdiri tidak jauh dari Runa.
Runa tersenyum kecil mendengar hal itu. Sedangkan Naomi, Aida dan Anna tertawa kecil serta menggoda Runa.
Runa memang masih berada di peringkat pertama karena belum ada yang menyelesaikan pertandingan lebih cepat darinya dan belum ada yang melakukan lebih dari satu pertandingan sehingga jumlah kemenangan maks untuk sekarang adalah satu.
Setelah itu mereka masuk ke dalam Aula Utama, keadaan masih tidak terlalu ramai.
Banyak anak academy lain yang belum datang ke Green Academy karena pihak academy sudah mengirim list anak yang bertanding hari ini, sehingga anak-anak yang datang baru anak yang memiliki jadwal pertandingan saja.
Anna menjelaskan bahwa memang seperti ini setiap tahunnya. Green Academy akan sangat ramai jika sudah masuk ke babak penyisihan ke sekian.
Sedangkan saat semi final dan final Green Academy akan sangat ramai dan penuh karena khusus untuk dua hari itu, Green Academy akan dibuka untuk umum.
Kenapa dua hari? Karena biasanya pertandingan semi final dan final akan sangat lama bahkan bisa diulang sampai beberapa kali karena hasilnya terus menerus seri. Walau bisa juga menjadi satu hari saja. Semuanya menyesuaikan keadaan.
Kebanyakan anak senang dengan peraturan yang ada, karena artinya mereka bisa bertemu banyak orang dan bebas melakukan apapun asalkan tetap menjaga nama baik akademi.
Sedangkan bagi Runa, itu adalah mimpi buruk. Semoga saja tidak ada yang sadar bahwa ia adalah Putri dari Falennor Kingdom. Jika tidak, semuanya akan berantakan.
Tidak ada yang menyadari Runa dengan topinya itu. Hanya saja, Runa tetap merasa tidak aman.
Setelah pertandingan Aida selesai, mereka langsung kembali, tapi sebelum kembali mereka mengecek papan pengumuman sekali lagi dan menemukan pengumuman baru.
Turnamen tahun ini akan diadakan 10 x 24 jam yang artinya akan diadakan terus menerus tanpa jeda panjang. Mungkin akan dimasukkan jeda, tapi tidak terlalu lama.
Runa tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena ia hanya perlu berjalan dari asrama ke Aula Utama. Selain itu, ia bisa bergantian mengecek urutan pertandingan agar tidak terlewat.
Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk berjalan dari Aula Utama ke asrama begitupun sebaliknya.
Yang Runa pikirkan adalah anak dari academy lain yang sepertinya akan banyak tertidur di kursi penonton di Aula Utama atau bahkan tidur di bagian luar Aula Utama agar tidak ketinggalan pertandingan.