Jika pagi hari suasana Kostan begitu ramai, maka berbeda jika hari sudah menjelang petang. Suasana Kostan menjadi sunyi sepi, para penghuni Kost tak ada yang berani berkeliaran di luar kamar sebelum matahari terbit.
Jam menunjukkan pukul 7 malam, seorang gadis berguling kesana kemari di atas ranjang. Bantal, guling dan seprai tak lagi berada di tempatnya melainkan berserakan di atas lantai. Merasa bosan dan jenuh Rena pun memutuskan untuk bangkit, dan menarik kursi yang berada di kolong meja belajar yang ia beli di online shop. Mengirim pesan pada Tata, salah satu penghuni kamar lainnya.
[Ta, kamu lagi apa? Mbak kesepian nih disini, Ta kamu nginep sini ya temenin Mbak]
Tak lama kemudian Tata pun membalas pesan darinya.
[Okey Mbak, aku akan segera kesana]
Tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk.
Tok..
Tok..
Tok..
Rena pun bergegas membuka pintu, namun tak ada orang disana. Gadis itu menengok ke kanan ke kiri mencari seseorang tapi nihil tak ada orang satupun disini. Penghuni kost lainnya mungkin ada yang belum pulang atau malah udah tidur. Entahlah...
Rena pun kembali ke kamar dan menutup pintu, saat berbalik badan terdengar suara pintu diketuk kembali. Rena membuka pintu lagi namun tak ada orang sama sekali.
"Ta, Tata, kamu dimana? please deh gk lucu"
Tak ada sahutan, Rena pun kembali menutup pintu. Namun baru juga menutup pintu, pintu itu diketuk lagi. Rena mengambil sapu lalu menggenggamnya erat-erat.
Dengan gerakan cepat Rena langsung membuka pintu dan hendak melayangkan pukulan menggunakan sapu yang ia pegang, "Siapa sihh malam-malam" pekiknya.
"Woi Mbak, ini aku Mbak" seru seorang gadis berambut sebahu dengan piyama tidurnya.
Rena menurunkan sapu yang ia pegang. "Tata, ini beneran kamu kan Ta?" Rena menyentuh kedua pipi gadis itu, lalu menatap kebawah, hendak memastikan kakinya napak atau tidak. Alhamdulillah napak, Rena menghela nafas lega.
"Iyah Mbak, ini Tata. Mbak ini kenapa sih?"
"Gapapa, udah lupain aja yaudah ayo buruan masuk" ajaknya, kedua gadis itu pun buru-buru masuk kamar dan tak lupa mengunci pintu.
Sesampainya di dalam kamar, Rena mengajak Tata untuk nonton film Drakor. Mereka lalu memutar drama romantis, menyaksikan dengan seksama. Waktu terus berputar, Jam menunjukan pukul 09 malam, Rena menoleh kesamping dan mendapati Tata sudah terlelap. Rena pun menghentikan film tersebut dan menutup laptopnya, menaruhnya di atas meja belajar. Rena mendekati gadis yang tengah tertidur pulas di ranjang, lalu menyelimutinya dan ia memutuskan untuk tidur juga, sebelum tidur tak lupa ia mengganti lamu utama dengan lampu tidur.
Tengah malam Tata terbangun karena kebelet pipis. Gadis itu mencoba membangunkan Rena, menggoyang-goyangkan tubuh yang tengah terlelap di sampingnya.
"Mbak, bangun mbak. Temenin aku ke kamar mandi yuk" ajaknya.
Walaupun kamar mandinya berada di dalam kamar, tetap saja gadis itu merasa takut.
"Hmm.." gumamnya dengan mata tertutup. Bukannya bangun Rena malah membenarkan selimut di tubuhnya. "Kamar mandinya kan di sana, kamu sendiri aja ya mbak ngantuk banget"
Karena sudah tak tahan lagi, dengan terpaksa Tata pun bergegas ke kamar mandi. Tak lama kemudian, Tata kembali dengan perasaan lega. Baru saja menutup pintu kamar mandi, Tata mendengar suara keributan dari luar kamar. Gadis itu perlahan berjalan menghampiri sumber suara, dan suara tersebut berasa dari luar kamar. Gadis itu menempelkan telinganya di daun pintu, seseorang mengetuk pintu kamarnya begitu keras.
"Siapa?" tanya Tata.
Samar-samar ia mendengar seseorang meminta tolong. "Siapapun kamu, tolongin saya. Ada orang jahat tengah mengintai saya. Kumohon biarkan saya masuk."
Tata membulatkan kedua matanya, dengan cepat Tata mencari kunci kamarnya. Saat setelah menemukan kunci tersebut, Tata lalu memutar kunci tersebut di knop pintu. Tiba-tiba dari kejahuan samar-samar Tata mendengar suara seseorang berlari, suara itu semakin mendekat.
"Mau lari kemana kamu?" terdengar suara orang yang berbeda dari luar kamar.
"Tidak! menjauhlah dariku"
"Tolong jangan sentuh aku, kumohon"
"Tolong, siapapun itu tolong aku" teriaknya.
"Berteriaklah sekeras yang kau bisa, tak akan ada yang menolongmu dari malaikat mautmu"
"Akhhh!" gadis yang meminta tolong itu menjerit kesakitan.
Karena merasa takut Tata mengurungkan niatnya untuk membukakan pintu.
Suara seperti benda di seret membuat Tata terdiam mematung hingga akhirnya suara itu pun tak lagi terdengar.
"Apakah mereka sudah pergi?" batin Tata.
Dengan keberanian, Tata lalu mengunci pintunya kembali dan bergegas menyusul Rena di tempat tidur. Tata merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu menutupi tubuhnya sampai ujung kepala dengan selimut.
Keesokan harinya Rena terbangun, ia bingung saat tak ada Tata di sampingnya. Rena menemukan notice berisikan pesan singkat.
[Pagi Mbak, apa tidurmu nyenyak malam ini? usai sholat subuh aku langsung kembali kekamar ku, maafkan aku karena tak pamit pada Mbak] begitulah isi notice tersebut.
Rena melirik jam di atas nakas, baru jam 5 pagi.
"Sepagi ini" ujarnya.
Rena bangkit dari ranjangnya, bergegas ke kamar mandi. Usai dari kamar mandi Rena memilih untuk tidur kembali karena ia sedang datang bulan, datang bulan membuatnya menjadi malas ngapa-ngapain.
"Bangunkan aku jam 8 yaa.." gumamnya pada sebuah jam.
**
Pagi ini Rena tengah jogging mengitari lingkungan Kost, setelah puluhan kali putaran Rena lalu duduk di kursi panjang yang di sediakan. Rena mengelap keringat yang bercucuran di keningnya menggunakan handuk kecil yang semampir di lehernya.
Tak lama kemudian pagar terbuka, Tata datang dengan ojek online yang ia tumpangi.
"Makasih, Pak" ujar Tata setelah memberi beberapa lembar uang pada ojek online tersebut.
"Sama-sama neng, kalau gitu Bapak permisi" Tata mengangguk.
Rena mendekati gadis itu. melihat koper yang Tata bawa Rena lalu bertanya. "Dari mana, kok bawa koper?"
Tata menoleh. "Oh ini, aku habis dari bogor mbak" jawabnya.
"Bogor?"
"Iyah.. Aku habis mengunjungi Rumah Kakak sepupuku di bogor" jelasnya, Rena beroh ria.
"Pantas, setelah kamu menginap di kamar Mbak. Mbak udah gk liat kamu lagi"
Tata menoleh, "Maafkan aku Mbak, karena gk beritahu Mbak"
"Lain kali kabarin Mbak, biar Mbak gk khawatir" ujarnya lalu mengelus pucuk kepala Tata.
"Hmmm.." Tata merasa senang mendengarnya.
Selama ini Tata tak mendapat perhatian dari kedua Orangtuanya, maka dari itu ia memilih ngekost. Tata merasa bersyukur karena masih ada yang perhatian padanya.
"Yukk kita ke atas bareng, kebetulan Mbak juga udah selesai joggingnya" ajaknya, Tata mengangguk.
Tata dan Rena berjalan beriringan, menaiki anak tangga lalu berpisah di kamar masing-masing. Rena memutuskan untuk membersihkan tubuhnya, lalu bersiap-siap untuk pergi ke supermarket.
Sementara itu Tata membuka koper yang ia bawa, mengeluarkan beberapa helai baju yang di belikan oleh Kakak sepupunya. Ada satu Dress selutut berwarna cream yang nantinya akan ia berikan ke Rena.
Usai mandi, Tata memutuskan untuk menemui Rena. Ia keluar kamar dengan membawa tote bag dan sekantong plastik penuh berisi oleh-oleh khas Bogor di tangannya, beberapa penghuni Kost lainnya tengah berkumpul di depan kamar mereka sedang bergosip.
Tata menghampiri mereka dan menyapanya. "Hai semua.."
"Hai, Ta. Kemana aja loe? baru kelihatan."
"Biasa habis ketemu Kakak sepupu gue, oh iya ini buat kalian dari Kakak sepupu gue" jawabnya lalu memberikan sekantong plastik penuh kepada mereka.
"Wahhh, makasih ya. Titip salam buat Kakak sepupu loe itu"
"Iyah, yaudah ya gue duluan" pamitnya.
Tata pun berjalan beberapa langkah, lalu berhenti di depan kamar No09 lalu mengetuk pintunya.
Tok! Tok! Tok!
"Mbak" panggil Tata dari luar.
"Siapa?" tanya Rena dari dalam kamar.
"Ini aku Tata, Mbak"
"Oh, iyah tunggu bentar"
Rena yang baru selesai mandi itu pun lalu bergegas membukakan pintu dan mempersilahkan Tata masuk.
Tata memberikan tote bag yang ia bawa kepada Rena, "Ini untuk Mbak" Rena menerimanya dan membukanya.
"Makasih ya, Dress nya cantik" gumamnya.
Seketika Rena terdiam, ia teringat seseorang yang dulu pernah ada buatnya. "ini adalah warna yang selalu dia pilihkan untukku" gumamnya dalam hati.
"Mbak, mau kemana? kok rapih bener" tanya Tata.
Rena menaruh totebag itu di atas meja. "Mbak mau belanja ke supermarket, kamu mau ikut?" Tata mengangguk.
"Mbak, di luar tadi rame bener pada ngomongin apa sih? Mbak tau enggak" tanya Tata. Rena beranjak dari tempatnya, ia lalu duduk di samping Tata.
"Dari kabar yang Mbak dengar, penghuni kamar No. 05 hilang tak ada kabar. Mbak gk tau namanya, apa kamu kenal?"
Seminggu setelah kejadian malam itu, kini para penghuni kost di hebohkan dengan hilangnya salah satu penghuni kost di kamar No 05. Tapi di duga penghuni kamar tersebut hanyalah pergi yang pastinya nanti akan pulang.
"Hah, yang bener? Mbak Arini hilang?" Tata terkejut mendengarnya.
Rena mengangguk. "Tak ada yang mengetahui kemana dia berada. Mobilnya masih ada di parkiran dan barang-barangnya masih ada di kamarnya, dari pihak keluarga dan juga teman-teman mereka sudah mencoba menghubunginya namun enggak bisa di hubungin, nomer Hpnya enggak aktif. Bulek Anik bilang kalau dia hanya pergi saja, pasti nanti pulang" terang Rena.
Tata terdiam termenung, seperti memikirkan sesuatu. "Mbak Rena, kok aku ngerasa kalau telah terjadi sesuatu sama Mbak Arini,"
"Maksudnya?"
"Iyah, aku rasa Mbak Arini bukan pergi, tapi seperti ada yang nyulik terus dibunuh misal" Tata menerka-nerka, firasatnya mengatakan telah terjadi sesuatu padanya.
"Iyah Mbak juga berpikir gitu, Mbak juga merasa sepertinya ada yang gk beres dengan Kost-kost'san ini. Ta, kamu sudah berapa lama nge'kost disini?"
"Sekitar 6bulanan."
"Kamu tau sesuatu tentang kamar No 011 itu? Mbak curiga ada yang di sembunyikan di balik kamar itu"
"Kenapa Mbak bisa bilang seperti itu?"
"Firasat Mbak gk enak tentang kamar itu, Auranya udah beda banget saat Mbak ngelewatin kamar itu, dan perlu kamu tahu Mbak sering mimpi aneh seperti berada di suatu ruangan yang gelap dan pengap. Mbak juga mendengar suara teriakan minta tolong, Mbak gk tau pasti dia siapa ta-" Tata memotong pembicaraannya.
"Mungkin itu hanya firasat Mbak aja, mimpi itu cuma bunga tidur Mbak. Udah yuk kita berangkat" ajaknya
Rena dan Tata pun pergi ke supermarket, dengan menaiki sepeda motor milik Tata. Sesampainya di sana Rena membeli barang-barang kebutuhan seperti sabun, sampo, dan lain-lain. Tak lupa menyetok berbagai macam cemilan dan minuman untuk persediaan di Kost, setelah itu membayar ke kasir, Rena dan Tata pun memutuskan untuk mampir makan bakso yang berada tak jauh dari lokasi mereka berada.
"Kenyangnya" gumam Tata, sambil mengelus perut rampingnya.
Rena menghabiskan es teh miliknya lalu bergegas membayar. Usai membayar kedua gadis itu pun memutuskan untuk kembali ke Kostan.