Orang Hilang

1057 Kata
Kondisi hari ini begitu padat! Jalanan tampak macet, seorang Pria yang berada di dalam mobil berwarna putih memukul stirnya. Hari ini jalanan tampak padat, orang-orang berjalan kesana-kemari membagikan selembaran kertas berisi identitas orang hilang. Beberapa akhir ini banyak kabar orang hilang, yang mayoritasnya kebanyakan adalah seorang Gadis. Pihak Polisi pun telah menjalani kasus ini, namun hingga saat ini belum menemukan titik terang. Selain minimnya petunjuk dan saksi, mereka juga kuwalahan menghadapi kasus ini. dalam sebulan, mereka telah menerima laporan dengan kasus yang sama yaitu orang hilang. "Sial, kenapa mesti macet sih!" gerutu seorang Pria yang bernama Danu. Ia menatap arloji yang melingkar di lengannya, sudah tidak ada waktu lagi! Danu pun memilih turun dari mobil lalu meninggalkan begitu saja. Danu berjalan melewati kendaraan-kendaraan yang ikut terjebak macet, akibat berjalan terburu-buru Pria itu kerap tak sengaja menabrak para pengguna jalan. Danu memasangkan airpods ke telinganya dan mencoba menghubungi seseorang. "Tolong kamu urus mobil saya" gumamnya pada seseorang di balik telepon lalu ia menghentikan panggilan tersebut secara sepihak dan mengirim sebuah alamat padanya. Danu fokus terhadap gawainya sehingga tak menyadari ada seseorang berjalan dari arah lawan. Brak!! Buku-buku terjatuh berserakan di jalanan, Rena yang tersungkur di aspal langsung bangkit dan segera mengambil barang-barangnya. Danu ikut berjongkok, membantu memunguti buku-buku yang berserakan lalu di berikan kepada Gadis itu. "Maaf, saya tak sengaja" ujar Danu lalu menatap Gadis itu, "Rena,?" Kenapa sih setiap kali ketemu ini orang, ada aja nasib sial yang menimpa gue..  batin Gadis itu lalu bangkit dan pergi meninggalkan Danu. "Hei tunggu! beraninya kau acuhkan saya," teriaknya, lalu menyusul Gadis itu. "Mau kemana pagi gini udah rapih?" tanya Danu. "Bukan urusan Bapak" jawab Rena acuh sambil terus berjalan. Danu menghadang Gadis itu, "Kamu kemana malam itu? beraninya kamu ninggalin saya sendirian di Kampus!" Rena berjalan memutar, mencoba menghendari Pria itu. "Hapemu ketinggalan di ruangan saya, kapan kamu ambil?" tanya Danu lagi sambil mengikuti Gadis itu, pantang nyerah. Gadis itu menghentikan jalannya, berhenti dan menghadap kearah Danu. "Kenapa enggak Bapak aja yang bawakan lalu kasih ke saya?" tanya Rena dengan memutar bola mata malas. "Saya ini kan orang sibuk, jadi enggak ada waktu itu untuk hal seperti itu. Itu kan Hape kamu, ya ambil sendiri dong" jawab Danu. "Cih, sombong sekali. Oke, besok saat pelajaan Bapak, saya akan datang untuk ambil" ucap Rena lalu melenggang pergi meninggalkan Danu. "Ren, Rena, tunggu saya, saya belum selesai bicara" Gadis itu tak menghiraukan Pria tadi yang terus memanggilnya, ia terus berjalan meninggalkan tempat itu. Setelah kemarin memperlakukanku dengan lembut dan hangat, sekarang muncul lagi sifat menyebalkannya itu. Jadi bagaimana aku akan menyukainya? batin Gadis itu. Seseorang menyadarkan lamunannya, memberikan selembar kertas berisi informasi di cari orang hilang. "Kalau ketemu dengan orang ini, tolong segera hubungin nomor yang tertera di bawah itu. Makasih" ujar orang tersebut lalu pergi. Rena mulai membaca isi kertas tersebut. "Kok kayak enggak asing ya wajahnya, aku merasa kayak pernah ketemu sama orang ini, tapi di mana ya..." ujarnya sambil mencoba mengingat-ingat kembali. Ah sudahlah, mikirnya nanti saja. Lebih baik aku segera pergi dari sini sebelum Pak Danu datang menghampiriku lagi. Rena bergegas pergi menuju Toko Buku yang tak jauh dari ia berada, ia hendak membeli Buku Novel untuk menghilangkan rasa bosannya ketika berada di Kosan. Rena masuk kedalam Toko, menggambil beberapa buku yang ia cari lalu segera membayar ke Kasir. "Ini kembaliannya, Kak" ujar Mbak Kasir tersebut lalu memberikan uang kembalian kepada Rena. "Makasih, Kak" jawab Rena lalu pamit pergi. Rena keluar dari Toko sambil membawa barang belanjaannya, ia lalu pergi menuju sebuah minimarket untuk membeli beberapa snack dan minuman karena stok di Kos sudah habis. Sesampainya di Minimarket, Rena bertemu kembali dengan Danu. Dunia sesempit itukah sehingga aku terus bertemu dengan Pria menyebalkan macam dia. batin Rena dalam hati. "Rena? Saya tak menyangka, kita ketemu lagi di sini. Apakah ini yang di namakan Jodoh" "Bapak ini penguntit yah? Ih amit-amit, jangan sampai Jodoh" ujar Rena berkacapinggang dengan sorotan mata tajam ke arah Danu. Kasir mulai memasukin satu persatu belanjaan Rena ke kantong plastik. "Biar saya saja yang bayar?" ujar Danu sambil memberikan kartu Atm nya kepada Kasir. "Eh, enggak usah.. saya masih sanggup bayar sendiri kok" ucap Rena lalu mengeluarkan isi dompetnya, mencoba memberikannya pada Kasir namun Kasir menolak. "Maaf Kak, semuanya sudah di bayar" jawab Kasir itu dengan rasa bersalah. Mendengar itu Rena pun langsung menaruh beberapa uang lalu mengambil barang belanjaannya kemudian pergi meninggalkan Supermarket tersebut yang tak lama di susul Danu dari belakang. "Rena.. Rena.. tunggu Ren," panggil Danu. Danu berlari mencoba menghampiri Rena, melihat Rena berhenti Danu pun ikut terhenti. Dua orang anak kecil datang menghampiri Rena sambil membawa kantong kresek berisi Tissue. Kedua anak kecil itu menawarkan dagangannya kepada Rena, berharap Rena mau membelinya. "Sini yuk duduk dulu" aja Rena pada kedua anak itu untuk duduk di kursi tak jauh dari mereka berada, Kedua anak itu memanggukkan kepala. Danu mengikuti mereka dari belakang. "Berapaan tissue nya, Dek?" tanya Rena usai kedua anak Laki-laki itu duduk. "4000 ribu, Kak" jawab salah satu dari mereka. "Kakak beli satu ya, ini uangnya, sisanya simpan aja buat kalian" ujarnya sambil memberikan beberapa lembar uang kertas kepada salah satu anak itu. "Makasih banyak ya kak" "Sama-sama, kalian udah makan belum?" kedua anak Laki-laki itu menggelengkan kepala. Rena merasa kasihan kepada kedua anak itu, terlihat dari raut wajahnya kalau mereka sangat kelaparan. "Maaf ya Kakak cuma punya Roti, ini ambillah. Setidaknya ini bisa mengganjal perut kalian" Rena menyodorkan Roti dan dua botol air putih pada kedua anak itu. "Makasih ya Kak, Kakak baik banget. Kalau gitu kita permisi dulu" ucap salah satu Anak Laki-laki itu. Danu terharu melihat pemandangan ini, ternyata dia tidak salah telah jatuh cinta pada Gadis itu. Rena bukanlah seperti Gadis lainnya, itulah sisi Rena yang Danu sukai. Setelah kepergian Anak itu, Danu langsung menghampiri Rena dan menarik tangannya. Mengajak Rena Masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari lokasi mereka. Danu menyuruh Gadis itu untuk masuk, di susul Danu yang duduk di jog kemudi. Danu pun menyalakan mobilnya dan pergi ke sesuatu tempat. "Kita mau kemana, Pak?" tanya Rena. Danu terdiam tak menjawab pertanyaan Gadis itu. "Hello, Bapak mau bawa saya kemana ya?" tanya nya lagi. Danu masih bungkam tak buka suara, Rena pun akhirnya kesal. "Berhenti!" teriak Rena. Danu pun langsung menghentikan mobilnya, ngerem mendadak membuat tubuh Rena terpental kedepan lalu kebanting ke belakang. "Awwww sakit... woi bisa bawa mobil enggak sih?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN