Menikmati Pagi

1061 Kata
"Rumah ini untuk kita nikmati bersama Dew", Reza tersenyum bahagia merasakan kehangatan pelukan Dewi, "Kamu membuat setiap momen terasa istimewa, Dew." Dewi tersenyum manis, "Aku suka dengan semua yang kamu berikan, Reza. Bahkan tempat ini membuat semuanya terasa begitu ajaib." Reza menggenggam tangan Dewi, "Aku ingin setiap momen bersamamu penuh kenangan yang indah. Kita akan nikmati hari-hari bersama, Dew." Dewi mengangguk setuju, "Aku bersyukur bisa bersamamu, Reza. Dan, aku rasa, keluargamu pasti luar biasa seperti keluargaku." Reza tersenyum penuh arti, "Mereka pasti akan menyambutmu dengan baik. Kapan pun kamu siap, aku akan memperkenalkanmu pada mereka." Dewi merasa hangat mendengar kata-kata itu, "Aku beruntung memiliki seseorang sepertimu, Reza. Dan rumah ini, seperti impian yang menjadi kenyataan." Reza menjawab sambil mencium kening Dewi, "Kamu adalah impian yang menjadi kenyataan dalam hidupku, Dew." Reza membopong Dewi memasuki kamar mandi,Kamar mandi di dalam kamar besar itu dilengkapi dengan bathtub yang berdiri bebas dan shower terpisah. Interior kamar mandi berwarna netral dengan sentuhan aksen emas menciptakan suasana yang mewah. Reza tersenyum masih sambil memeluk Dewi kamar mandi, "Ayo, Dew,nikmati suasana rileks di kamar mandi bareng." Dewi tertawa kecil, "Wah, istimewa banget. Terima kasih, Reza." Mereka berdua menikmati suasana romantis di kamar mandi yang mewah, air hangat dari shower mengalir menambah kenikmatan setiap detiknya. Reza memastikan setiap detail memberikan kenyamanan bagi Dewi. Reza menggosok punggung Dewi dengan busa sabun secara perlahan. "Reza, kamu perhatian banget," ujar Dewi sambil tersenyum. Reza menjawab, "Aku ingin setiap momen bersama kita menjadi istimewa, Dew." Reza melanjutkan gerakan kedua tanganya mengusap tubuh Dewi dengan busa sabun,Aroma harum menambah suasana semakin menghangatkan hasrat mereka. "Emmmmmpphhh... ," Dewi menolehkan kepalanya ke belakang dan mengecup mesra bibir Reza. Reza memeluk tubuh Dewi dari belakang tangannya mengusap lembut seluruh tubuh Dewi yang sebelumnya sudah berlumur busa sabun. Dewi menyentuh milik Reza perlahan,ia begitu menikmati suasana romantis di kamar mandi.Reza tidak ingin terburu-buru memberikan Dewi puncak keintiman.Ia ingin Dewi lebih penasaran dengan suasana yang mendukung. Dewi bergerak perlahan ke arah bawah dan mengambil posisi berjongkok.Reza memegang rambut panjang Dewi dengan remasan ringan sambil sesekali mengerang kecil. "Kamu suka Reza?" Dewi mendongakkan kepala ke atas menatap wajah Reza dari bawah. "Hmmmmpphhh...kok kamu pinter Dew?" ujar Reza sambil menahan rasa yang sudah berada di ujung. "Buat kamu apa yang enggak sayang?" Dewi sangat bahagia bisa melayani Reza dengan apa yang ia bisa lakukan. Reza mengarahkan air Shower ke tubuh Dewi hingga meluruhkan semua busa sabun di tubuhnya.Reza menarik Dewi ke atas dan membalikkan tubuh Dewi menjadi membelakanginya.Dewi bergerak lembut setelah Reza memegang kedua pinggangya. Suara tetesan air Shower mengiringi keintiman malam mereka dalam kehangatan malam.Reza menutup kran Shower kemudian membopong Dewi ke tempat tidur di tengah kamar,kasur berukuran besar dan empuk itu semakin menghangatkan mereka berdua dalam merdunya angin malam yang berdesis menerpa dedaunan di taman samping kamar mereka. Puncak mereka berdua tiba secara bersamaan,keduanya meletakkan tubuh mereka berdampingan di kasur dengan Baldaquin indah. Kamar utama yang penuh dengan kehangatan dan cahaya lembut menyatukan dan menautkan mereka ke dalam misteri yang lebih besar pada masa yang akan datang dalam hubungan asmara mereka.Dewi tidak akan pernah menyadai hingga ia nantinya berubah menjadi sosok yang berbeda. Reza telah mempersiapkan tempat tidur yang nyaman dengan selimut dan bantal yang lembut.Dewi memeluk malam dalam pelukan Reza. "Semoga kamu nyaman, Dew," ucap Reza sambil menggelayuti Dewi dengan tatapan penuh cinta. Dewi tersenyum, "Nyaman sekali, Reza. Aku merasa seperti dalam mimpi." Reza menjawab, "Mimpi indah yang kita jalani bersama, Dew." Malam itu, mereka merayakan kebersamaan mereka dalam rumah yang penuh cinta dan kehangatan. Suasana romantis kamar tidur dengan baldaquin menjadi saksi bisu dari kisah cinta yang semakin dalam antara Reza dan Dewi. Ketika sinar pagi menerpa celah tirai jendela kamar dengan kehangatan yang lembut,tubuh Dewi yang masih polos dan belum terbalut apapun merasakan kehangatan,dan di antara kedua celah kakinya Reza telah merebahkan tubuhnya untuk memberi kehangatan lebih pada Dewi. "Reza! udah mau main lagi?" "Hehee,biar tambah hangat Dew." "Hhmmpphhh...kamu Nakal." Dewi merasakan geli di pamgkal pahanya. Mereka menghangatkan tubuh mereka di pagi yang cerah dengan percintaan yang indah. Setelah mandi dan membersihkan diri,Reza menuntun Dewi ke Dapur.Reza membuat dua cangkir kopi. "Mau pakai s**u Dew?" "Enggak ah,aku kan udah punya." ucap Dewi dengan senyum manja. "Hmmm itu kan buat aku Dew..." "Hahaa." "Yuk kita duduk di taman belakang Dew." Reza membawa dua cangkir kopi di tangan kanan kirinya,Dewi membuka pintu belakang,dan Taman indah itu menyejukkan jiwa Dewi. Taman belakang yang luas dihiasi dengan batu-batu kecil yang memberikan sentuhan magis di terpa sinar pagi. Meja dan kursi di teras belakang menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati udara segar. Seluruh rumah itu menciptakan aura yang tenang dan romantis di pagi hari, mengundang untuk bersantai dan menikmati keindahan yang tercipta. Dewi tak bisa menyembunyikan kagumnya saat melihat semua sisi rumah besar bergaya klasik itu. Semalam Matanya berbinar melihat keindahan ruang tamu yang mewah dengan sofa empuk dan hiasan dinding bergaya klasik. Kini taman indah di depannya. Dia melihat sekeliling dengan tatapan penuh kekaguman, "Wow, Reza, rumahmu sangat indah, Aku benar-benar terkesan." Reza tersenyum melihat reaksi Dewi, "Aku senang kalau kamu suka, Dew. Ayo, kita duduk di sini." Dia mengajak Dewi ke kursi di taman. Dewi duduk dengan anggun, masih terpana dengan keindahan sekelilingnya. Reza duduk di sebelahnya, dan mereka berdua menikmati suasana yang tenang. Sambil menatap sekeliling, Dewi berkomentar, "Rumah ini seperti dari dongeng, sungguh romantis. Aku bahkan gak tahu kalau kamu punya tempat seindah ini." Reza menjawab sambil tersenyum, "Aku senang bisa berbagi semuanya sama kamu Dew." Dewi menatap Reza dengan senyuman, dan mereka berdua saling memeluk pingang. "Dew, terima kasih ya. Kamu membuat perjalanan ini begitu istimewa. Aku bahagia bisa kenal kamu dan keluargamu." Dewi membalas senyum, "Reza, aku juga merasa sama. Kamu luar biasa, dan aku bersyukur bisa ada di sini bersama kamu. Semuanya terasa begitu ajaib." Mereka berdua melanjutkan percakapan yang penuh dengan tawa dan sentuhan romantis di bawah sinar mentari pagi. Reza menatap Dewi dengan penuh kasih, "Dew, ini hanya awal dari banyak momen indah yang akan kita lewati bersama." Dalam hati Reza,semua ini akan memperkuat dalam ia menjalankan misinya. Tiba-tiba, dalam kesunyian pagi yang damai, ponsel Reza berdering. Sebuah pesan masuk dari seseorang yang menggunakan nama samaran 'Shadow'. Isinya mengancam keberlangsungan hubungan Reza dan Dewi. "Adrian, aku tahu semua rahasia kelammu. Jika kamu terus bersama Dewi, aku akan membongkar semuanya. Ingat, masa lalumu bukanlah rahasia lagi." Reza memandang layar ponsel dengan tatapan serius, mencoba menyembunyikan kecemasan dari Dewi yang duduk di sebelahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN