Mengejar Hasrat

1143 Kata
"Dew,Dewi...Dew..." Reza memanggil-manggil Dewi dan mencari ke beberapa sudut ruangan. Reza berjalan ke taman belakang,dia juga tidak mendapati Dewi di sana. "Dimana Dew?" gumam Reza. Reza, dengan kekhawatiran yang memuncak, mencari Dewi dengan cepat di sekitar Villa Prayoda. Hatinya berdebar-debar, dan setiap sudut rumah menjadi tempat yang mungkin menyimpan jawaban terhadap keberadaan Dewi. Sementara itu, Derek terus mendalami informasi tentang Antonius Pratama, mencoba mengungkap setiap rahasia yang mungkin menjadi ancaman terhadap Reza dan Dewi. Reza, setelah mencari di beberapa tempat, mendapati Dewi berada di perpustakaan kecil yang indah di dalam rumah. Dia duduk di antara rak buku, menatap ke jendela, dan raut wajahnya mencerminkan perasaan campur aduk. "Dew!" seru Reza dengan suara khawatir, "Aku khawatir sesuatu terjadi sama kamu. kamu baik-baik saja kan?" Dewi menoleh dan tersenyum tipis, "Aku hanya butuh waktu untuk merenung, Reza. Semua ini terasa begitu rumit." Reza menghampiri Dewi dan duduk di sebelahnya, "Kita harus bicara, Dew. Aku gak ingin menyembunyikan apapun darimu." Dewi mengangguk, "Ada apa Reza?" Sementara itu, Derek memberikan update terbaru kepada Reza mengenai Antonius Pratama. Melalui pesan di ponsel "Tuan, sepertinya kita akan menemukan beberapa jawaban sebentar lagi. Namun, saya merasa ada yang lebih besar di balik ini." Reza membalas pesan Derek, "Teruskan penyelidikanmu, Derek. Kita harus tahu semuanya." Reza mendekatkan tubuhnya ke arah Dewi hingga kedua bahu mereka menempel.Reza meletakkan satu tangannya ke atas paha Dewi. "Dew,boleh aku tanya... kamu pernah berpacara" Reza menatap Mata Dewi dengan lekat. "Reza,apa maksudnya in?" Dewi mulai merasa tidak nyaman. "Dew,aku ingin kamu jawab jujur.Ini gak akan mempengaruhi hubungan kita kok." ujar Reza dengan lembut. "Hmmm.Rez aku gak tau itu pacaran atau bukan,tapi memang,jujur aku pernah dekat dengan cowok." ujar Dewi,sorot matanya memancarkan kejujuran. "Kami gak pernah sampai seperti ini Rez." Dewi menggenggam tangan Reza. Dewi mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan laki-laki lain tidak pernah sejauh seperti hubungan mereka. "Ada apa Rez ? kenapa kamu tiba-tiba tanya seperti itu?" Dewi merasakan sesuatu. "Oke Dew,aku percaya padamu.Gak ada apa-apa Dew." ujar Reza. "Gak mungkin kamu tanya itu tanpa sebab Reza.Katakan Jujur Rez.Apa susah gak nikmat lagi bercinta denganku Rez?" Dewi mulai terlihat geram. "Bukan,bukan itu Dew." mata Reza menerawang.Dalam hatinya apakah perlu ia bercerita tentang ancaman itu. "Rez.Jujur,kamu pikir aku w************n hah?" Dewi terlihat berdiri dan menatap Reza dengan Tajam.Ia dengan cepat membuka bajunya. "Ini,ini yang kamu incar dariku?" Reza tetap berusaha tenang.Ia menahan tangan Dewi saat hendak membuka celananya.Dewi berontak dan melepas genggaman Reza.Dengan cepat Dewi melepas semua kain di tubuhnya. "Ini yang kamu mau dariku?" kalimat Dewi memekakkan telinga Reza. "Kamu sudah mendapatkan tubuhku,kamu mengambil keperawannku!" "Ini! ayo lakukan lagi Rez!" "Kenapa kamu diam?" "Kamu jijik setelah tahu aku pernah dekat dengan laki-laki lain?" Pekik Dewi bertubi-tubi menghujam di telinga Reza.Tetapi Reza tetap berusaha tenang,karena memang bukan itu pokok permasalahan mereka. "Dew...sabar..." ucap Reza dengan lembut,ia memegang kedua tangan Dewi.Bibir Reza mengecup bibir bawah Dewi yang tepat berada di depan wajahnya,tampak bersih tanpa sehelai rambut. "Emuach.." kecupan Reza memberi sedikit sentuhan kehangatan pada Dewi. Reza melanjutkan kecupan beberapa kali dan mulai memainkan lidahnya di bibir bawah Dewi yang terhimpit di kedua paha mulus Dewi.Ia menaikkan gerakan lidahnya ke arah pusar Dewi,lalu kembali ke bawah. "Ini kan yang kamu ingin dariku Rez?" "Habiskan Rez! Habisi semua yang ku punya!" "Puaskan dirimu Reza!" Dewi masih terbawa emosinya,namun Reza tetap dengan sabar membelai Dewi dengan lembut,kini tangan Reza mengelus-elus bkong Dewi yang padat berisi dengan perlahan sambil sesekali menyelipkan jari-jarinya ke arah depan. "Ahhh...." "Terus Reza... teruskan....." suara Dewi mulai terdengar pelan. Kini Dewi sedikit merenggangkan kedua pahanya membuat kepala Reza semakin bebas bergerak menelusur area tersembunyi milik Dewi. "Aahhhhhh...!" Reza bangkit dari kursi dan membungkukkan badannya,ia membelai lembut d**a Dewi dan memberi sentuhan ringan dengan bibir dan lidahnya.Darah dewi memanas dan tubuhnya semakin menggigil ketika satu tangan Reza bermain di area bawah. Reza berdiri dan kini mencium bibir Dewi dengan beringas.Dengan Cepat ia membalikkan posisi hingga Dewi terduduk di kursi dan Reza yang berdiri di hadapan Dewi. Dewi dengan cekatan membuang gesper di pinggang Reza dan menurunkan celana Reza.Dengan gerakan maju mundur kepala Dewi mengimbangingerakan tangannya.Reza terlihat sangat menikmati permaiann Dewi. Suara angin di luar jendela bersahut dengan desahan mereka, menciptakan suasana erotis di dalam ruangan. Reza dan Dewi, terbuai dalam hasrat dan nafsu yang memuncak, membiarkan keintiman mereka membawa mereka ke puncak kepuasan. Keduanya saling mencari dan mengeksplorasi, membakar api gairah yang semakin berkobar di antara mereka. Lembutnya sentuhan, desahan, dan pandangan mata yang penuh gairah menciptakan aliran energi sensual di antara mereka. Dengan posisi duduknya di kursi,Dewi membuka kedua pahanya dengan lebar.Reza, dengan penuh kelembutan dan hasrat, terus memanjakan Dewi, merespons setiap rangsangan dengan keahlian yang menggoda. Dewi, dalam ekstasi, membiarkan dirinya larut dalam kenikmatan yang diciptakan oleh kehadiran Reza. Saat keduanya mencapai puncak keintiman, suara mereka yang bersatu menciptakan simfoni kepuasan. Setelah momen tersebut, mereka saling berpelukan, merasakan denyut nadi yang kembali normal sambil memancarkan rasa puas dan kelekatan yang mendalam. Reza mencium lembut kening Dewi, "Dew, aku sayang kamu." Reza belum pernah mengatakan mencintai Dewi. Dewi tersenyum bahagia, "Aku juga mencintaimu, Reza. Ini momen yang luar biasa." Mereka berdua tetap berpelukan, merayakan kebersamaan dan keintiman yang mereka bagikan. Namun, di balik momen kebahagiaan ini, Reza masih merasakan beban dari ancaman 'Shadow' yang menghantui. Ia tahu bahwa perjuangan mereka belum berakhir, dan tantangan besar masih menanti di depan. Reza mencoba menyembunyikan ketegangan yang ada di dalam dirinya, berusaha memastikan bahwa Dewi tidak terlalu terbebani oleh rahasia yang sedang ia hadapi. Keduanya bersama-sama menikmati momen kebersamaan ini, sambil bersiap menghadapi segala rintangan yang mungkin menguji kekuatan hubungan mereka. "Dew,aku gak cuma butuh tubuhmu,Aku ingin dirimu seutuhnya." ucap Reza sambil membelai rambut Dewi dengan lembut. Mereka berbaring di atas Meja penuh gairah, merayakan cinta dan keintiman yang mereka bagi. Tetapi, di tengah kebersamaan mereka, Reza tetap merasa tegang menghadapi rahasia yang belum diungkap. Ia merenung sejenak, berusaha mencari keberanian untuk berbagi segala beban yang ia pikul. "Dew, ada sesuatu yang harus kusampaikan padamu," ujar Reza dengan serius, mencoba mengalihkan atmosfer dari keintiman mereka. Dewi menatap Reza dengan tanda tanya di matanya, "Ada apa, Reza?" Reza mengambil nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan, "Ada ancaman yang mengintai kita, Dew. Seseorang bernama 'Shadow' terus mengancam, dan aku gak ingin menyembunyikan hal ini dari kamu." Dewi menatap Reza dengan penuh kekhawatiran, "Apa maksudmu, Reza? Siapa 'Shadow' itu?" Reza menjelaskan segala sesuatu, dari ancaman, penyelidikan Derek, hingga potensi bahaya yang bisa mengancam hubungan mereka. Dewi mendengarkan dengan serius, wajahnya mencerminkan campuran kejutan dan kekhawatiran. "Kita harus bersama-sama menghadapinya, Dew," lanjut Reza, meraih tangan Dewi dengan erat. "Aku gak ingin ada rahasia antara kita." Ucapan Reza ini tak berlaku untuk dirinya,dia sendiri masih penuh selubung misteri di hadapan Dewi. Dewi merespon dengan tekad, "Tentu, Reza. Kita akan hadapi ini bersama-sama." Sementara itu, di tempat lain, Derek terus menyelidiki jejak 'Shadow', mencoba mengungkap siapa di balik ancaman tersebut. Kedua dunia mereka, yang dipenuhi hasrat dan bahaya, akan terus bersinggungan dalam perjalanan menghadapi misteri yang semakin terungkap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN