Renata menutup mulut, tidak merespons sedikit pun ucapan Lucas. Wanita itu sibuk memasak sekaligus mencuci piring. Tubuhnya bergerak ke sana kemari berusaha menghindari Lucas yang terus mengekorinya. “Ren, kamu marah ya? Maaf ya, kemarin aku udah buat janji sama temenku. Jadi, aku ninggalin kamu gitu aja. Maaf ya?” bujuk Lucas. Renata masih diam, ia masih enggan bersuara. “Kamu cemburu ya?” goda Lucas dengan nada jahil. Renata langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar tuduhan Lucas padanya. “Aku nggak ada hak buat cemburu. Aku bahkan bisa tidur dengan pria lain padahal kekasihku itu kamu!” Lucas mengerjap pelan, bukan itu maksudnya. Ia sama sekali tidak ingin mengungkit masalah itu. Lucas hanya ingin mencairkan suasana saja. “Ren, aku nggak ada bahas itu. Maaf ya kalo aku salah ng

