“Maaf ya, sudah membuatmu menderita seperti ini. Dari dulu, saya memang tidak berguna,” gumam Jayden. Renata terkekeh keras, “Hey! Sejak kapan Jayden nyang angkuh bisa insecure kayak gini? Jangan bikin aku ketawa deh!” Jayden ikut tertawa, ia juga tidak tahu. Bersama Renata ia merasa bebas mengatakan apa saja, ia tidak pernah takut untuk mencurahkan segala isi hatinya. “Kalau saya melepaskanmu, kamu masih mau berteman denganku?” tanya Jayden ragu. “Emangnya, usia kita layak buat berteman. Kamu udah, Jayden!” ejek Renata. Jayden mencubit hidung Renata main-main. Sedikitnya ia merasa heran, Renata masih bisa tertawa selepas ini. Padahal, baru kemarin mereka pergi ke rumah sakit untuk menggugurkan bayinya. Apa sebenci itu Renata kepada bayinya? Jayden menggeleng beberapa saat, m

