Renata menarik tangannya dari genggaman Jayden, “Kalau aku hamil, aku bakalan gugurin bayi ini!” serunya. Jayden terkejut, ia menatap nyalang ke arah Renata. Tangan pria itu tanpa sadar mencengkeram bahu Renata dengan kuat. “Ssh, sakit!” Rintihan sang wanita membuat Jayden menyadari perbuatnnya. “Maafkan saya, saya tidak bermaksud melukaimu. Tapi, bisakah kamu tarik kembali ucapanmu baru saja?” ucap Jayden. Renata menggeleng, “Nggak! Aku bakalan tetap gugurin.” “Kenapa? Apa alasan kamu ingin membunuh darah dagingmu sendiri?” tanya Jayden mulai kesal. Netra Renata berkaca-kaca, “Aku nggak mau jadi istri kedua kamu. Aku emang kotor, pekerjaanku hina. Tapi, jadi istri kedua nggak pernah aku jadikan opsi di dalam hidupku!” Jayden memejamkan mata, menyandarkan

