Ayah Renata tiba-tiba datang, setelah beberapa bulan tidak ada kabarnya sama sekali. Pria itu meminta uang sebesar enam juta rupiah kepada Renata. “Kamu, kalau nggak ada Ayah. Nggak akan hidup kamu!” ucap sang ayah. Renata berdiri, tentu saja ia marah mendengar perkataan ayahnya. “Andai aku bisa milih, aku juga nggak akan mau dilahirin jadi anak orang tua egois kayak kalian!” Plak! Bunyi telapak tangan besar sang ayah mendarat di pipi sewarna pualam milik Renata. Berdarah di sudut bibir juga mencetak bekas tamparan di sana. “Lagi, Ayah. Mumpung Renata masih hidup, sakitin terus. Pukul lagi, kalau perlu bunuh sekalian. Aku muak, kalian egois! Kalo nggak kasian liat aku sama Cecylia, seenggaknya lihat Sergio!” teriak Renata. Plak! Kini pipi kanan wanita itu

