"Mau kemana?" tanya Reyhan sambil menggendongku dengan tenang. "Nggak tau," jawabku putus asa. Reyhan kembali menghentakkan tubuhku untuk membenarkan letak gendongan. "Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanyaku lemah sambil menenggelamkan kepalaku pada punggung Reyhan. Tidak masalah. Lagi pula aku dan Reyhan masih berlabel halal. "Aku datang ke pernikahannya Ustad Azka," jawab Reyhan dengan suara santainya. "Ha?" Aku langsung terlonjak digendongannya, hingga membuat tubuh Reyhan oleng. "Kenapa emang?" Reyhan tampak meringis kesakitan. "Aku langsung ikut keluar setelah Bu Salisah keluar." "Kamu diundang?" tanyaku. Reyhan tidak menjawab, dia malah merintih. Aku bingung kenapa dia jadi menahan sakit seperti itu. Aku menggerak-gerakkan tanganku yang memegang lengannya. Ada benjolan empuk,

