"Ya ampun, Salisah kamu darimana?" tanya umi menangkup kedua pipiku dengan wajah khawatir saat aku baru turun dari mobil. "Kenapa kamu pergi di acara pernikahan Ustad Azka?" Umi merapikan kerudungku yang sedikit berantakan. "Salisah nggak kuat, Umi." Aku menggeleng sambil menangis. "Itu kamu sama siapa?" Umi menengok ke arah mobil yang mengantarkanku pulang. Aku merapatkan bibirku kemudian menunduk. "Siapa Salisah?" Umi mengguncang-guncangkan bahuku. Tak lama kemudian pintu mobil itu terbuka. Muncul sosok Reyhan yang keluar dari mobil dengan sopan. "Kamu?!" Umi terlihat sinis. Reyhan ingin bersalaman dengan umi, tapi umi segera menepis tangannya. "Kenapa kamu kesini?!" Umi membuang pandangannya ke arah lain. Reyhan memejamkan matanya pedih kemudian menatap umi dengan tatapan sendu

