"Waktu menjenguk tahanan 15 menit, ya," ujar pak polisi setelah mengantarkan Reyhan keluar dari tahanan. Aku, Abi, dan Pak Burhan datang menjenguk Reyhan untuk membujuknya agar tidak menceraikanku. "Apa keputusanmu sudah bulat, Reyhan?" tanya Abi. Reyhan menunduk, rambutnya terlihat kumal dan berantakan. "Pikirkan lagi keputusanmu Reyhan, Salisah akan selalu setia sama kamu," tambah pak Burhan. "Untuk apa Bu Salis masih mempertahankan aku?" Reyhan menatapku dengan wajah sendu. "Karena Allah sangat membenci perceraian. Aku juga tidak punya cita-cita menikah dua kali. Cukup untuk sekali seumur hidup," jelasku membuat Abi dan pak Burhan mengangguk mantap. "Aku tidak pantas diposisi itu, Bu." Reyhan menunduk. "Lagipula aku sudah masuk penjara, harusnya Bu Salisah sudah jijik sama aku."

