Umi, Abi, Anna, dan Nabil baru saja pulang. Abi bilang kalau Reyhan belum pulang sampai magrib, kabari saja orang rumah, nanti Anna dan Nabil akan diantar untuk menemaniku tidur. Entah mengapa aku jadi sepanik ini memikirkan keberadaan Reyhan. Seharusnya aku senang kalau dia kabur karena belum siap membangun rumah tangga denganku. Tapi perasaanku sulit dimengerti, mungkin aku terlalu khawatir menjadi janda muda. Terdengar gemerisik hujan di luar sana. Hari sudah sore, matahari turun dari singgasahsana menyinari bumi bagian lain. Di depan rumahku tampak gelap gulita diiringi hujan yang turun begitu deras, semakin menyeramkan jika aku berada di rumah sendirian. Aku mengintip di balik jendela. Beberapa tiang lampu dan rumah tetangga-tetanggaku mulai dinyalakan. Asik sekali mungkin, sore har

