Calon Mertua

1889 Kata
Saat mendengar Mama sibuk menyiapkan beberapa makanan, Andhika segera bangun untuk membantu mama. "Sepertinya Mama terlihat sangat sibuk sekali, aku harus membantu mama, sebelum pergi menuju ke rumah Salsha," ucap Andika sambil bangun untuk membantu Mama. Aroma yang sangat nikmat membuat Andika merasa lapar, apalagi di saat perut sedang lapar. "Aku sangat lapar sekali, sepertinya masakan mama terlihat sangat enak." Andika menghampiri Mama yang sedang memotong beberapa sayuran untuk dimasak. "Mama terlihat sangat sibuk sekali, biasanya Mama tidak sibuk seperti ini?" Andika sangat senang melihat Mama terlihat sangat sibuk. "Mama mendengar jika kekasihmu akan datang, Mama tidak mau Jika kamu sampai malu, jika Mama tidak memiliki makanan yang spesial." Mama tersenyum sambil memotong beberapa sayuran, melihat sikap Mama yang sangat senang dengan kedatangan Salsa, Andika justru merasa takut jika Salsa membuat Mama kecewa. "Mama, tapi Mama jangan marah melihat pacar Andika, dia masih terlihat sangat polos dan pemalu," jelas Andika. Mama tersenyum saat mendengar ucapan Andika. "Andika, Mama sudah sangat sering melihat seorang wanita yang datang menemui calon ibu mertuanya, Mama sudah sangat paham sikap mereka." "Andika takut, jika mama merasa tidak cocok dengan wanita pilihan Andika," ucap Andika sambil memotong sayuran. "Selama kamu menyukainya, Mama tidak akan pernah menolak keputusanmu." "Terima kasih Ma, Andika sangat senang mendengarnya." Andika merasa sangat lega ketika mendengar mamanya menjawab semua rasa khawatirnya, selama ini Andika takut, jika sampai Andika tidak bisa menikah dengan wanita pilihannya. "Mama dengar pacarmu Masih saudara dengan Reiner?" "Iya Ma, kami saling jatuh cinta saat pandangan pertama, waktu itu kami sama sekali tidak saling mengenal, namun tatapannya membuat Andika jatuh cinta." Andika mengingat pertemuan pertama dengan Salsa, masa terindah yang tidak akan pernah bisa di lupakan. "Jadi, kamu jatuh cinta pada pandangan pertama?" Mama tersenyum mendengar kisah cinta Andika. "Iya Ma, semenjak kejadian tersebut Andika tidak bisa melupakan Salsa, setiap hari terus terbayang-bayang wajah Salsa, rasa jatuh cinta mulai Andika rasakan." Andika ternyata benar-benar mencintai Salsa, bahkan dia sama sekali tidak malu menceritakan kisah cintanya. "Mama, Aku tidak mau Mama terlihat lelah, biarkan dia makan seadanya, Mama tidak perlu membuatnya merasa spesial." Andika takut jika sikap baik Mama membuat Salsa semakin tidak peduli dengannya. "Kamu tidak usah banyak bertanya, Mama senang melakukan ini semua," jawab Mama. "Andika, kamu harus bisa menganggap wanita yang kamu cintai itu menjadi wanita yang spesial, agar dia bisa mencintaimu seperti kamu mencintainya." Mama sangat jika Andika mendapatkan wanita yang baik seperti yang diharapkan. "Aku tidak mau terlalu memanjakannya, aku takut akan membuatku lelah." Mama tidak ingin jika Andika terlalu kasar kepada wanita dan tidak peduli dengannya. Andika menarik nafas dan kembali ke kamarnya. "Mama, Andika ke kamar dulu," ucap Andika sambil berjalan menuju kamarnya. "Iya, sebentar lagi akan menyelesaikan semua masakan ini, sebaiknya kamu Segera menjemput pacarmu." Mama memerintahkan Andika untuk segera menjemput Salsa, Andika tersenyum sambil berjalan menuju ke kamarnya. "Aku hanya takut, jika sampai Salsa tidak bisa menghadapi mama, aku tahu jika Salsa terkadang bersikap tidak sopan." Andika merasa ragu ketika akan mengenalkan Salsa kepada Mama dan Papa. Melihat beberapa kali sikap Salsa, Andika semakin merasa ragu untuk menjemputnya. "Apakah dia nanti mau jika aku menjemputnya?" Andika takut jika sampai Salsa menolak saat dirinya menjemput, Andika tahu bahwasanya Salsa terkadang bersikap kasar. "Jika sampai dia aku bawa ke sini, dan tidak bisa bersikap sopan, tentu akan membuatku semakin merasa malu, Apalagi jika sampai Mama tidak suka dengannya." Andika membayangkan sesuatu yang terjadi membuat Andika semakin takut untuk mengenalkan Salsa. "Mama, harus tahu, jika aku tidak jadi menjemputnya, Aku tidak mau Jika dia hanya membuat masalah di sini." Hari ini Andika tidak mau berdebat dengan Salsa, perdebatan yang sering terjadi membuat Andika merasa lelah. "Aku tidak mau jika sampai dia bersikap tidak sopan, daripada dia membuatku malu, lebih baik aku membatalkan pertemuan ini." Andika memiliki tekad yang sangat kuat untuk membatalkan semua pertemuan yang akan terjadi. "Aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada Mama, aku takut Mama akan kecewa jika bertemu dengan Salsa.'' Andika berpikir jika Salsa tidak bisa bersikap baik kepada orang lain, melihat sikap Salsa selama dengan Mama. "Sebaiknya aku tidak usah pergi ke rumah Salsa, aku tidak mau jika sampai membuat Salsa semakin bangga jika aku mencintainya." Andika tidak mau jika sampai pertemuan Salsa dengan orang tuanya justru membuat Mama semakin kesal dengan sikap Salsa. Andika segera pergi ke dapur untuk menemui mama, melihat Mama yang sangat sibuk membuat Andika tidak tega jika harus mengenalkan Salsa. "Mama, pacarku tidak sempurna, dia bersikap seperti gadis yang masih kecil, Aku tidak mau mama kecewa dengan wanita pilihanku," ucap Andika sambil memeluk Mamanya. "Siapapun wanita yang kamu pilih, Mama akan sangat senang jika kamu bersikap baik dengannya, Mama sangat memahami bagaimana sikap seorang wanita." Mama mencoba menasehati Andika, agar bisa lebih dewasa lagi. "Kekasihku sama sekali bukan seperti wanita yang Mama harapkan, aku takut jika aku mengenalkannya kepada Mama, Mama akan merasa kecewa." Andika sangat takut jika mama merasa kecewa dengan wanita pilihannya. "Kamu belum membawa wanita tersebut ke rumah ini, kenapa kamu harus takut seperti itu, Mama tidak mau melihat anak mama bersikap pesimis." Mama mencoba memberikan Andika sebuah nasehat agar Andika bisa bersikap lebih dewasa. "Apakah mama tidak marah jika melihat Salsa bersikap seperti gadis kecil, yang sama sekali belum memiliki sikap dewasa?" "Kenapa Mama harus marah, Mama justru sangat penasaran dengan wanita pilihanmu, Mama berharap jika dia bisa menjadi istri yang baik." Mama Mencoba untuk bisa bersikap menjadi lebih baik lagi, meskipun mendengar wanita yang Andika cintai bersikap seperti anak kecil, tapi mama justru penasaran dengan wanita tersebut. "Sekarang kamu pergi, Mama ingin melihatnya segera," ucap Mama memerintahkan Andika untuk menemui Salsa. ''tapi Ma, aku takut Mama akan kecewa Jika bertemu dengannya, Biarkan saja dia tidak usah datang ke rumah ini, aku takut Mama nanti sakit karena memikirkan wanita pilihanku." Andika tidak mau melihat mamanya merasa sedih, Andika segera membatalkan pertemuan Salsa dengan Mamanya. "Kamu boleh mengenalkannya kepada Mama, meskipun dia tidak sebaik seperti wanita lainnya, Mama akan mencoba untuk memahami sikapnya." Mama semakin penasaran dengan Salsa, Mama ingin Andika segera membawanya datang ke rumah. "Baik, jika Mama ingin bertemu dengannya, Aku akan segera menjemputnya." Andika segera keluar untuk menjemput Salsa, Andika tidak mau jika Salsa akan merasa sangat sedih menunggunya terlalu lama. "Pasti dia sudah lama menunggu ku, Aku akan segera datang ke rumahnya," ucap Andika sambil masuk kedalam mobilnya. Hari ini kebetulan jalanan terlihat sangat macet, Andika tidak bisa menambah kecepatan mobilnya, Andika hanya bisa berharap jika Salsa tidak marah dengannya. "Salsa mungkin dia sudah lama menunggu, Aku tidak mau jika sampai dia marah padaku." Andika ini hubungannya dengan Salsa menjadi lebih harmonis, Namun sepertinya semua itu tidak semudah seperti yang dibayangkan. "Pasti Salsa terlihat sangat cantik, apalagi di saat dia marah kepadaku," gumam Andika. Andika tidak kepikiran untuk menelepon Salsa terlebih dahulu, Andika takut jika Salsa akan marah jika terlalu lama menunggunya. Setelah beberapa menit perjalanan, Andika sampai di depan rumah Salsa, rumah Salsha terlihat masih sangat sepi, membuat Andika merasa heran. "Apakah Salsa belum bangun dari tidurnya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 0.800 am." Andika segera menghampiri bel di rumah Salsa, melihat kondisi rumah yang sangat sepi, Andika segera membunyikan bel tersebut. "Papa, itu sepertinya Andika," ucap Mama ketika mendengar suara bel rumahnya berbunyi. "Papa akan membukakan pintu untuk Andika, mama tunggu di sini saja." Papa segera membukakan pintu rumahnya, seperti dugaan Mama, Andika benar sudah datang. "Silakan masuk Andhika, Ayo ikut kami sarapan." Papa Papa ajak adiknya untuk ikut sarapan bersamanya. "Terima kasih Pak, maaf jika Andika mengganggu," Andika takut jika sikapnya membuat Papa merasa terganggu. "Tidak, Papa Justru sangat senang jika kamu datang," ucap Papa sambil mengantarkan Andika menuju ke ruang makan. "Hai Andika, kamu sudah datang, Mama sangat senang melihatmu datang." Mama tersenyum menyambut kedatangan Andika, namun Andika merasa heran ketika tidak ada Salsa bersama mereka. "Mama terlihat sudah membaik, Aku senang melihat mama bisa sehat kembali." Andhika mendekati mama yang sedang sarapan bersama papa. "Mama sangat senang, ketika melihatmu pulang bersama Salsa, sepertinya impian Mama untuk segera memiliki cucu tidak hanya menjadi sebuah impian." Mama sangat berharap jika Salsa bisa menikah dengan Andika, melihat Salsa yang terlihat sudah sangat dewasa, Mama ingin bisa segera menimang cucu. "Asalkan Salsa mau menikah secepatnya, aku akan sangat senang." Andika tahu jika Salsha belum ingin segera menikah, Salsa masih ingin menikmati masa-masa indahnya bersama teman-temannya. "Mama semalam sudah berbicara dengan Salsa, Dia sudah mau mengikuti semua saran yang Mama berikan, Mama sangat lega sekali." Mama terlihat sangat bahagia ketika melihat Salsa memiliki kekasih sebaik Andika, selain baik Andhika juga memiliki profesi yang Mama sangat sukai. "Tapi kenapa Salsha tidak ada di sini Ma, aku melihat sepertinya dia marah padaku." Andika berpikir bahwasanya Salsa sangat marah dengannya. "Kamu silahkan masuk ke dalam kamarnya, kamu lihat dia sedang apa?" Mama minta Andika untuk masuk ke dalam kamar Salsa, tentu saja Andika sangat malu jika bersikap tidak sopan. "Maaf Ma, Aku tidak berani masuk ke dalam kamar itu, aku takut jika Salsa akan merasa terganggu." Andika menolak ucapan yang Mama perintahkan. "Jika Salsa marah, Mama Yang akan berbicara dengannya, Kamu tidak usah khawatir." Karena Mama minta Andika untuk pergi ke kamarnya, Andika segera pergi ke kamar Salsa, ternyata Andika sangat terkejut ketika melihat Salsa sedang tertidur pulas. "Ternyata dia sedang tidur, Wajar saja jika mama memerintahkanku untuk datang ke kamarnya, melihat Salsa tidur aku semakin merasa Jika dia adalah belahan jiwaku." Andika tersenyum saat melihat Salsa tertidur. "Kenapa kamu kembali, Apa yang kamu lihat di kamarnya?" Mama bertanya kepada Andika sambil tersenyum. "Salsa masih tertidur pulas, bahkan dia tidak bangun saat aku memanggil namanya, aku takut jika Salsa akan marah jika aku mengganggunya." Andika tersenyum melihat wanita yang dicintainya masih tertidur sangat pulas dan dan tak juga bangun saat dia memanggil namanya. "Salsa, setiap dia pulang ke rumah ini, Salsa terbiasa bangun siang, dia ingin semua masalah saat dalam bekerja bisa hilang dengan tidur sepuasnya." Mama memberitahukan kepada Andika Apa yang biasa Salsa lakukan, Andika tersenyum mendengar ucapan Mama mengenai Salsa. "Ternyata dia jauh lebih menarik dengan semua sifatnya," ucap Andika sambil tersenyum. "Satu hal yang perlu kamu ketahui, Salsa sebenarnya baik, namun dia sangat mudah cemburu dengan laki-laki yang sangat dicintainya." Mama memberitahukan kepada Andika sikap dan watak asli yang dimiliki oleh Salsa. "Mama akan segera membangunkan Salsa," ucap Mama sambil berjalan menuju ke kamar Salsa. "Ayo sarapan, sambil menunggu Salsa," ucap Papa minta Andika untuk segera sarapan. "Terima kasih Pa." Andika segera menyantap makanan yang biasa di meja makan, melihat sikap baik orang tua Salsa, Andika tidak mau membuat Papa dan Mama Salsa merasa kecewa. "Salsa bangun," ucap Mama dengan sangat lembut membangunkan Salsa. "Salsa masih mengantuk Ma," ucap Salsha dengan suara seraknya. "Salsa, di depan sudah ada orang tua Andika datang, kamu harus segera bangun," ucap Mama sambil mengelus rambut Salsa. Salsa sangat terkejut ketika mendengar ucapan yang Mama katakan. "Benarkah itu Ma," tanya Salsa dengan segera bangun dari tidurnya. Salsa terlihat sangat terkejut ketika mendengar ucapan yang Mama katakan. "Aku tidak mau jika sampai aku terlihat jelek," ucap Salsha sambil segera membawa handuk untuk membersihkan tubuhnya. "Kenapa harus datang disaat mendadak seperti ini, aku kesal jika harus terburu-buru." Salsa segera mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Mama dan Papa. "Jadi Salsa sudah mau bertemu dengan keluarga Andika, Mama lega jika dia sudah mau bersikap baik dengan Andika," gumam Mama dengan sangat senang. "Aku yakin, pasti mereka bisa menjadi pasangan kekasih yang sangat cocok." Mama berharap jika Salsa bisa menjadi pasangan yang cocok dengan Andika.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN