"Kenapa secepat ini mereka datang, aku belum siap," ucap Salsa dengan sangat gugup.
Karena tidak mau jika sampai Mama marah, Sasa segera mengenakan pakaian yang terlihat cantik dan make up natural yang menjadi ciri khas Salsa.
"Mama, aku dengar keluarga Andika datang," tanya Salsa saat melihat Mama sedang duduk santai di meja makan.
"Ini hanya ada Andika, berarti yang datang Andika," ucap Salsa dengan sangat kesal.
"Salsa, maksud Mama kamu harus ikut Andika untuk bertemu dengan Mamanya, Mama Andika bahkan sudah memasak, membuat hidangan spesial khusus untuk menyambut mu." Mama mencoba menjelaskan kepada Salsa mengenai sesuatu yang bisa Salsa lakukan.
"Mama, Salsa sudah memakai pakaian yang cantik, tapi Salsa kira mereka datang." Salsa terlihat kecewa.
"Salsa, ayo kita berangkat," ucap Andika sambil tersenyum.
"Males, aku nggak mau berangkat," ucap Salsa dengan nada kesal.
"Salsa, Andika sudah sangat lama menunggumu, kenapa kamu terus bersikap egois," tegas Mama menasehati Salsa.
"Salsa kesal Ma, melihat Andika."
Salsa sebenarnya tidak kesal dengan Andika, Salsa hanya merasa malu ketika melihat ada Andika berada di dekatnya.
"Salsa, bersikap dewasa ketika kamu berada di rumah Andika, kehormatan Papa ada di perilaku mu." Papa tidak mau jika sampai terjadi sesuatu pada Salsa, Papa takut jika sampai Salsa membuat malu dengan segala perilaku yang dibuat.
"Maaf pa, Salsa sebenarnya tidak ingin pergi ke rumah Andika." Tiba-tiba Salsa menolak untuk pergi bertemu dengan keluarga Andika.
"Kamu tidak merasa kasihan dengan Papa dan Mama, kami berharap kamu bisa menikah Sa," ucap Mama dengan wajah sedih ketika melihat Salsa tidak mau mengikuti saran Mama.
"Jika Mama terus memaksa Salsa menikah, baiklah aku akan menikah," ucap Salsa.
Andika tersenyum saat Salsa sudah mau mengikuti saran Mama dan Papa, Andika tidak mau menunggu lebih lama lagi, Andika segera mengajak Salsa untuk pergi.
"Papa, Mama Andika akan mengajak Salsa untuk pergi," ucap Andika dengan nada sangat sopan.
Mama senang melihat Salsa mau menerima saran yang Mama berikan, meskipun Salsa terlihat sangat terpaksa.
"Jaga Salsa dengan baik, Mama tidak mau jika sampai terjadi sesuatu padanya." Mama berpesan kepada Andika.
"Andika akan menjaga Salsa dengan baik, Mama jangan khawatirkan Salsa." Andika sangat bertanggung jawab dalam segala hal.
Andika dan Salsa pergi meninggalkan Mama dan Papa untuk bertemu dengan keluarga besar Andika, namun saat Salsa berjalan menuju ke mobil, Salsa segera mengucapkan rasa kesalnya.
"Sejak kapan kamu pandai membuat Mama dan Papa menjadi senang ketika melihat mu, aku sama sekali tidak tahu yang ada di pikiran mu," ucap Salsa dengan nada kasar.
"Salsa, apakah kamu bisa berpikir yang positif tentang ku?" Andika sangat berharap jika Salsa bisa berpikir positif tentang Andika.
"Aku tidak tahu, aku melihatmu saja sudah merasa kesal, apalagi jika harus menganggap mu menjadi suamiku," ucap Salsa.
"Salsa, ada apa dengan mu, kenapa kamu salah menjawab?"
Andika ingin melihat wajah Salsa berubah menjadi malu, karena sikapnya.
"Andika, kamu senang sekali jika melihat aku terlihat sangat bodoh, aku sangat malu," ucap Salsa dengan nada kesal.
Kebetulan lampu merah menyala, Andika segera menepikan mobilnya.
"Salsa, aku boleh minta tolong nggak?"
"Apa?" Salsa sangat penasaran dengan permintaan Andika.
"Aku hanya tidak mau jika nanti kita terlihat berkelahi, aku ingin kita bisa bersikap seperti pasangan yang serasi," ucap Andika dengan sangat berharap jika Salsa mau mengikuti ucapannya.
"Tidak, Aku tidak mau berbohong, jika aku bersikap mesra denganmu, aku takut membohongi diriku sendiri."
Salsa menolak permintaan Andika, Salsa tidak terbiasa berbohong dengan orang lain.
"Satu kali ini saja, Aku hanya ingin melihat orang tuaku bisa tersenyum," ucap Andika dengan penuh berharap jika Salsa mau mengikuti sarannya.
"Kamu tahu, jika aku berbohong, itu sama saja mengawali hubungan dengan tidak baik," jelas Salsa.
"Baiklah, Jika kamu tidak mau mengikuti saran ku, Aku berharap kamu bisa bersikap sopan." Andika sangat takut jika Salsa bersikap tidak sopan, melihat sikap Salsa selama ini membuat Andika merasa ragu.
"Kamu malu, jika kedua orang tuamu mengetahui sifat asliku," tanya Salsa kepada Andika.
"Aku tidak malu sa, Aku hanya ingin menutupi aib mu, kamu tahu." Andika berusaha menjelaskan kepada Salsa, Andika takut jika Salsha salah paham.
"Aku tahu, aku tidak sempurna seperti yang kamu pikirkan, tapi aku tetap bisa menjaga nama baikku," jelas Salsa.
"Aku minta maaf, jika sudah membuatmu merasa tersinggung, aku hanya ingin kamu tahu, jika aku hanya ingin yang terbaik untukmu."
Karena tidak ingin berdebat, Andika segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Salsa tidak mau berbicara dengan Andika, karena sangat kesal dengan sikap Andika yang terlihat sangat memaksakan.
"Jika kamu terus seperti itu, aku tidak mau mendengar ucapan mu lagi," ucap Salsa.
"Sebaiknya aku diam saja, jika aku berbicara dengannya, Salsa pasti akan semakin kesal," gumam Andika sambil menatap wajah Salsa.
"Kenapa kamu tidak mau menjawab ucapan ku," tanya Salsa dengan sangat kesal.
"Salsa, aku hanya tidak ingin berdebat dengan mu," jelas Andika.
"Andika, kamu memang menyebalkan," ucap Salsa dengan wajah kesal.
"Aku memang menyebalkan, tapi percayalah aku bisa memberikan cucu untuk orang tuamu," ucap Andika sambil tersenyum.
"Kenapa Andika bersikap seperti itu, aku kesal jika melihat Andika bersikap tidak baik denganku," gumam Salsa.
"Memang kamu sudah pasti bisa memberikan cucu untuk orang tuaku," tanya Salsa dengan wajah kesal.
"Apakah kamu mau mencobanya, jika kamu mau, aku akan memberikan benih bayi di rahimmu," jelas Andika.
"Andika," teriak Salsa dengan nada kesal.
"Kamu meragukan kesehatan ku, jika aku mau membuktikan kamu tidak mau." Salsa terdiam mendengar jawaban Andika.
"Kenapa Andika terlalu berpikir seperti itu, aku kesal mendengar ucapan Andika." Salsa tidak mau mendengar ucapan yang Andika ucapkan, Salsa berpikir jika Andika berlebihan.
"Salsa, suatu saat kita pasti akan melakukan itu,baju berharap kamu bisa menerima ku." Andika ingin berbicara masalah yang lebih dewasa lagi, namun Salsa kesal.
"Apakah kamu tidak bisa mengatakan sesuatu yang bermakna, aku jijik mendengar ucapan mu." Salsa tidak mau mendengar ucapan Andika, yang membahas sesuatu yang tidak baik.
"Kamu dan aku sudah dewasa, jadi sudah sewajarnya jika kita membahas itu semua," jelas Andika.
"Itu tidak sekarang kamu membahasnya, kamu hanya boleh membahas jika aku sudah menikah dengan mu."
"Aku akui jika aku salah, aku minta maaf Sa," ucap Andika.
"Bagus, jika kamu mau meminta maaf sebelumnya, aku tidak suka mendengarkan ucapan mu yang terlihat sangat berlebihan." Salsa tidak mau jika pembahasan bersama Andika bersikap dewasa.
Sesampainya di rumah Andika, Salsa mulai merasa malu saat hendak akan masuk ke dalam rumah Andika.
"Andika, aku takut," ucap Salsa.
Andika menguatkan Salsa sambil memegang tangannya, Andika berharap jika Salsa bisa lebih nyaman lagi saat Andika memegang tangannya.
"Bersikaplah dengan santai, aku yakin kamu akan bisa." Andika melepaskan tangannya dan segera keluar dari mobil untuk membuka pintu mobilnya.
"Silahkan, tuan putri," ucap Andika sambil tersenyum.
"Ternyata kamu bisa bersikap sangat baik," ucap Salsha sambil tersenyum.
"Aku akan menjadi pangeranmu hari ini, jadilah Ratu untukku." Andika mencoba membuat Salsa lebih tenang, berharap jika Salsa bisa mengikuti semua keinginannya.
"Kamu sangat tampan, hatiku mulai berdebar-debar," jelas Salsa.
"Hai sayang," ucap Mama menyapa Andika dan Salsa.
"Mama, ini Salsa," ucap Andika memperkenalkan Salsa.
"Salam kenal Tante," ucap Salsa.
"Kok manggil Nama Tante."
"Maaf Ma," jawab Salsa.
Mama tersenyum ketika melihat Salsa bersikap malu-malu, ini adalah pertama kalinya Andika membawa seorang wanita ke rumahnya.
"Ayo masuk, Mama sudah menyiapkan makanan spesial untukmu," ucap Mama.
"Salsa merasa tidak enak Ma, Mama mempersiapkan makanan untuk menyambut Salsa."
"Mama senang, Mama juga sangat ingin bisa segera menimang cucu." Mama sangat berharap jika Andika bisa menikah dengan wanita baik-baik, profesi yang sama membuat Mama sangat mendukung hubungan Salsa dan Andhika.
"Mama, doakan saja kami bisa segera menikah, sepertinya Andika jika sudah ingin segera menikah," jawab Salsa.
"Kenapa tidak dipercepat saja pernikahan kalian, Mama sangat ingin bisa melihat kalian memiliki cucu yang sangat lucu."
"Salsa hanya bisa mengikuti semua keinginan Andika, jika Andika meminta secepatnya, Salsa akan sangat setuju."
Salsa bersikap sangat baik saat menghadapi mama, Andika merasa sangat senang melihat sikap Salsa yang terlihat sopan.
"Salsa, Apakah kita akan mempercepat pernikahan ini," ucap Andika.
"Aku setuju dengan keputusan mu."
Salsa tidak ingin membuat Mama kesal dengan sikapnya, Salsa berusaha untuk menjadi lebih sopan.
"Bagaimana jika nanti malam kita tunangan," ucap Andika sambil tersenyum.
"Nanti malam?" Salsa sedikit ragu untuk mengikuti ajakan Andika.
"Iya, nanti malam aku ingin kita bertunangan." Andika sengaja ingin mempercepat proses tunangan.
"Andika, tidak semudah itu, undangan pun belum ada," Mama menginginkan jika pesta tunangan Andika terlihat mewah.
"Ma, yang penting Andika bisa menyematkan cincin di jari Salsa," ucap Andika dengan sangat percaya diri.
"Mama tidak setuju, kasihan Salsa jika terlalu mendadak," jelas Mama.
"Mama mengerti sesuatu yang aku rasakan, aku bahagia sekali mendengar ucapan Mama," ucap Salsa sambil tersenyum.
Ini pertama kalinya Salsa bertemu dengan Mama Andika, namun Salsa bisa menangani semua rasa malunya.
"Baiklah, jika Mama tidak setuju," ucap Andika dengan sangat lemas ketika mendapatkan penolakan dari Mama.
"Salsa, Mama tidak menolak untuk melakukan pertukaran cincin, namun Nama ingin acara terlihat sangat spesial."
"Salsa juga sangat ingin jika pertunangan berjalan sangat meriah Ma, menikah hanya sekali, Salsa ingin yang mengesankan." Salsa menginginkan jika pernikahan bisa terjadi sangat indah.
"Baiklah, jika memang tidak bisa nanti malam, mungkin bisa lain kali, sebenarnya Andika sangat berharap jika bisa pulang dengan gelar tunangan, namun sepertinya sangat sulit jika harus bertunangan secara mendadak.
"Setidaknya aku bisa menghindar kali ini, aku belum siap untuk menikah dengan Andika," gumam Salsa. Salsa merasa bahagia saat bisa menghindari masalah yang ada, meskipun dia tahu suatu saat akan menghadapinya lagi.
"Salsa, Kamu senang jika kita tidak jadi tunangan sekarang," bisik Andika di telinga Salsa.
"Tentu, aku senang sekali," jawab Salsa sambil tersenyum bahagia.
Salsa sangat sibuk mengobrol dengan Mama Andika, mereka terlihat sangat asik saat mengobrol.
"Mama, Salsa sebenarnya sangat ingin pernikahan ini dipersiapkan secara matang, Salsa tidak mau terburu-buru," ucap Salsa.
"Mama mengerti, Mama juga tidak mau pernikahan ini berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan."
"Memang mau ada pesta seperti apa, sampai persiapannya harus benar-benar matang," tanya Andika.
"Yah, setidaknya ada sesuatu yang spesial," ucap Salsa sambil tersenyum pada Andika.
"Sa, kalau kamu terus senyum begini, hatiku senang sekali," ucap Andika memuji kecantikan Salsa.
"Kamu memang jago menggoda ku," ucap Salsa.
"Sepertinya Andika sudah tidak tahan lagi untuk menunggu menikah," ucap Mama sambil tersenyum.
"Mama, aku jadi malu." Andika terlihat malu saat Mama menggodanya.
"Kamu harus tahu sayang, jika cinta itu harus diperjuangkan, jangan sampai Salsa di ambil laki-laki lain," ucap Mama sambil menatap Salsa.
"Aku berpikir juga seperti itu Ma, aku tidak mau jika orang yang aku cintai dinikahi laki-laki lain." Andika menatap wajah Salsa yang tersenyum.
"Andika, di luar sepertinya hujan besar," ucap Mama sambil merasa kedinginan.
"Mama masuk kamar dulu Sa, Mama sedang alergi dingin," ucap Mama sambil masuk ke dalam kamar.
"Salsa, kamu ingin tahu sesuatu yang ada dikamar ku," tanya Andika.
"Nggak, aku tidak ingin melihatnya," jawab Salsa. Andika ingin menunjukkan sesuatu pada Salsa yang dimilikinya di kamar.
"Aku hanya ingin memberi tahu mu sesuatu yang sangat penting," ucap Andika sambil menatap wajah Salsa.
Salsa tetap tidak mau pergi ke kamar Andika, Salsa takut jika sampai terjadi sesuatu di dalam kamarnya.
''Ayolah Sa, please." Andika terus mengajak Salsa untuk masuk kedalam kamarnya.
"Andika, aku nggak mau, aku nggak pantas masuk ke dalam kamar mu," ucap Salsa menolak. Andika terlihat sangat kesal mendengar Salsa terus menolak keinginannya.
"Salsa, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Andika dengan sangat berharap jika Salsa akan mengikuti langkahnya.
"Jika aku tidak mau, aku mohon kamu jangan memaksaku," ucap Salsa dengan nada kesal. Terlihat sangat jelas jika Salsa terlihat mudah marah dengan sikap Andika.
"Baiklah jika kamu tetap menolak," ucap Andika dengan sangat kecewa.