"Sayang, kamu ingat sesuatu tidak," tanya Andika kepada Salsa.
"Apa?" Salsa sama sekali tidak mengingat sesuatu yang disebutkan oleh Andika.
"Satu hal yang perlu kamu ketahui, aku sangat mencintaimu, jadi aku berharap hubungan ini bisa menjadi sesuatu hubungan yang sangat indah," jelas Andika.
"Aku kira ada sesuatu yang penting yang akan kamu sampaikan," ucap Salsa sambil terlihat kesal.
"Salsa," ucap Andika sambil memberikan satu tanda cinta di bibir Salsa, saat itu juga Salsa sangat terkejut dengan sikap Andika.
"Kenapa kamu melakukan itu, aku tidak mau jika sampai terjadi sesuatu padaku." Salsa sangat kesal melihat sikap Andika yang sudah sangat berani memberikan sebuah tanda cinta.
"Salsa, aku sangat sayanf dengan mu, aku ingin sekali bisa merasakannya." Andika sangat berharap jika Salsa bisa menjadi kekasih yang menuruti keinginan Andika.
"Kamu sangat membuat ku kesal, bahkan kamu sudah berani berbohong," jelas Salsa dengan wajah kesal.
"Aku nggak bermaksud membuat kamu kesal Sa, aku hanya ingin sedikit merasakan kebahagiaan," ucap Andika.
"Kamu memang selalu berpikir m***m, aku tidak suka dengan sikap mu," jelas Salsa sambil mengerutkan dahinya.
"Aku nggak bermaksud seperti itu Dan, aku sebenarnya tulus mencintaimu," ucap Andika.
"Tulus, menurutmu sudah baik, tapi berbeda denganku." Jelas Salsa dengan nada kesal.
"Aku nggak tahu kenapa Salsa sangat marah padaku, padahal aku sangat berharap Jika dia mau merespon cintaku," gumam Fahmi sambil melihat Salsa berjalan pergi meninggalkannya.
"Kenapa Andika bisa melakukan itu padaku, dasar manusia serigala," ucap Salsa dengan sangat kesal ketika melihat sikap Andika yang sudah tidak sopan dengannya.
"Lebih baik, aku berpamitan untuk pulang saja," ucap Salsa sambil berjalan mencari Mama.
Salsa berkeliling ruangan untuk mencari Mama, namun Salsa tidak menemukan dimana Mama berada.
"Mama tidak ada di sini," ucap Salsa saat melihat ruangan terlihat sangat sepi.
Andika berjalan mengikuti Salsa, karena tidak ingin jika Salsa marah lagi, Andika berjalan dan memberi jarak untuk Salsa.
"Aku harus berjalan dan sedikit menjauh dari Salsa, aku tidak mau jika sampai Salsa kesal denganku," ucap Andika.
Salsa melihat kebelakang, Salsa menatap wajah Andika yang sedang melihatnya.
"Kamu kenapa Salsa," ucap Andika saat Salsa menatap wajah tampan Andika.
"Aku hanya ingin pulang, namun saat aku mencari Mama, rumah ini terlihat sangat sepi sekali."
Salsa bingung saat tidak ada satupun orang yang terlihat di dalam rumah Andika.
"Jika kamu mau pulang, aku akan mengantarkan kamu." Andika tidak ingin jika Salsa merasa kesal dengannya, Andika segera mengikuti semua yang Salsa inginkan.
"Apakah Mama tidak marah jika aku pulang, tanpa izin Mama," ucap Salsa.
Salsa tidak ingin jika sampai Mama merasa kesal dengan sikap yang dilakukan.
"Mama tidak akan pernah berani marah, selama aku bersama dengan wanita yang aku cintai," ucap Andika sambil menatap wajah Salsa.
"Yah aku berharap seperti itu, tapi aku merasa tidak nyaman jika harus pulang tanpa seizin mama."
Salsa sangat ingin bersikap sopan, tidak ingin membuat sebuah kekacauan yang biasa dilakukan.
"Jika kamu mau menunggu, Aku sungguh bahagia, bisa lebih lama melihat wajahmu."
Andika sangat senang jika Salsa tetap berada di rumahnya, tapi Salsa justru terlihat sangat kesal.
"Itu maumu, aku jujur merasa tidak nyaman saat kamu memandangiku."
"Kenapa kamu terus menolak cintaku, Apakah sangat sulit menerima cintaku?"
Andika ingin tahu apa yang Salsa harapkan, setiap kali Andika berkata mengenai cinta, Salsa terus menolak.
"Aku sudah bilang padamu, kita hanya berpura-pura," ucap Salsha dengan sangat serius.
"Jadi hubungan ini hanya sekedar permainan saja?" Andika bertanya kepada Salsa. Salsa tersenyum sambil menjawab pertanyaan Andika.
"Iya, setidaknya sampai aku bisa mencintaimu," ucap Salsha sambil tersenyum.
Andika mulai lega, ketika mendengar Salsa akan Mencintainya, meskipun belum tentu hal itu akan terjadi.
"Sebenarnya aku tidak ingin menjalani hubungan dengan permainan, aku sangat serius mencintaimu," ucap Andika.
"Andika, meskipun aku hanya berpura-pura, tapi aku akan menjaga cintaku hanya untukmu."
Salsa sebenarnya mencintai Andika, karena tidak ingin Andika dekat dengan wanita lain, terpaksa Salsa harus bersikap bahwa dirinya sudah tidak mencintai Andika.
"Salsa, Aku senang mendengar ucapanmu, Aku berharap kita bisa saling mencintai."
Meskipun melihat sikap Salsa yang terlihat seperti anak kecil, Andika tetap bertahan untuk mencintai Salsa.
"Bolehkah aku mencium kening mu," ucap Andika dengan sangat berharap jika Salsa menerima permintaannya.
"Tentu saja, dengan senang hati aku akan menerima."
Kali ini Salsa tidak bisa menolak, karena sesungguhnya Salsa mulai mencintai Andika.
Saat Andika mencium Salsa, tiba-tiba Mama datang dan melihat mereka sedang berciuman.
"Hai kalian belum menikah," ucap Mama memanggil Salsa dan Andhika.
"Mama." Andika dan Salsa sangat terkejut ketika Mama datang.
"Maafkan mama, mama hanya tidak ingin jika kalian melakukan sebuah dosa, lebih baik kalian segera menikah."
Mama tidak ingin jika sesuatu terjadi pada Salsa, meskipun mereka saling mencintai, Mama berharap jika mereka bisa menjadi satu keluarga.
"Salsa, Mama minta maaf, jika sudah membuat kamu merasa malu." Mama tidak ingin jika Salsa merasakan kekesalan saat Mama melihat sesuatu yang terjadi.
"Ini semua salah Salsa Ma, Mama tidak usah merasa bersalah."
Salsa menundukkan kepalanya karena merasa malu sudah melakukan sesuatu bersama Andika.
"Kamu jangan marah,; Mama tidak sengaja," ucap Andika membisiki Salsa.
"Aku sama sekali tidak marah, aku hanya merasa jika aku tidak pantas melakukan itu."
"Ayo kita pulang, sebentar lagi hari menjelang sore, kita harus bersiap-siap untuk pulang besok." Andika mencoba untuk membuat Salsa merasa tenang.
"Mama, Salsa pulang dulu," ucap Salsha sambil mencium tangan mama.
"Jangan pernah merasa marah, Mama sama sekali tidak sengaja," ucap mama. Mama takut jika sampai Salsa merasa marah dengan sikap mama.
"Salsa tidak marah Ma, Salsa justru bersyukur Mama mau mengingatkan Salsa."
Salsa tersenyum sambil menatap wajah mama, senyuman Salsa mampu mendinginkan suasana, Mama terlihat sangat senang ketika melihat Salsa bersikap sangat baik.
"Mama Salsa pulang, Salsa berharap jika mama tidak marah melihat sikap Salsa," ucap Salsa berpamitan dengan Mama.
"Ayo pulang," ajak Andika sambil memegang tangan Salsa.
Salsa tersenyum melihat sikap Mama yang sangat baik kepadanya, Mama sangat bijak dalam segala hal, Salsa senang jika memiliki mertua seperti Mama.
"Karena ulah mu, aku harus malu," ucap Salsa dengan sangat kesal.
"Aku nggak salah, kan tadi sudah meminta izin," ucap Andika sambil tersenyum.
"Ingat janjimu," ucap Andika sambil membisiki Salsa.
Salsa lupa dengan ucapan yang dikatakan, untuk mengingat ucapan tersebut Salsa bertanya kepada Andika.
"Sebenarnya apa yang kamu maksud?" Salsa bertanya dengan wajah sangat kesal.
"Aku hanya ingin kamu tahu, jika aku sangat berharap kamu bisa menepati janjimu."
"Janji, aku lupa dengan janji yang pernah aku ucapkan." Salsa melupakan janji yang pernah diucapkannya.
"Kamu lupa, kamu sungguh menyebalkan." Andika kesal ketika mendengar Salsa melupakan janji yang diucapkan.
"Aku tidak ingat, jadi tolong kamu katakan." Salsa meminta Andika untuk memberitahu janji yang pernah diucapkan.
"Aku tidak mau, Aku ingin kamu mengingat kembali." Andika segera masuk ke dalam mobil, kali ini Andika tidak membukakan pintu untuk Salsa, Salsa berdiri di dekat pintu dan tidak mau masuk ke dalam mobil.
"Ayo masuk, Kenapa kamu terus berdiri di situ, nanti baju kamu basah," ucap Andika.
"Aku tidak bisa membuka pintu mobil ini, jika tidak ada yang membuka Aku tidak akan bisa masuk," ucap Salsha.
"Dasar manja." Andika kesal ketika melihat Salsa bersikap seperti itu, Andika sangat berharap jika Salsa bisa lebih dewasa lagi.
"Baiklah akan aku bukakan pintu ini." Andika keluar dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Salsa.
"Silakan Nyonya Andika," ucap Andika sambil tersenyum.
"Sejak kapan dia memanggilku dengan sebutan nyonya, pasti dia menganggapku sebagai wanita yang manja." Salsa berpikir jika Andika tidak ikhlas membukakan pintu mobil tersebut.
"Kenapa kamu sangat manja?" Andika bertanya kepada Salsa.
"Jika aku tidak manja, Aku tidak akan pernah tahu seberapa besar cintamu padaku."
"Baiklah, memang seorang wanita harus dicintai, meskipun sikapnya terlihat sangat aneh." Andika merasa jika sikap Salsa selama ini terlihat sangat aneh, Salsa menatap sinis kearah Andika.
"Tolong kamu bisa hargai Aku tidak, Jika kamu terus mengejekku, lebih baik aku turun." Salsa kembali kesal dengan ucapan Andika.
Karena tidak ingin jika sampai Mama mengetahui mereka sedang berdebat, Andika segera membawa mobilnya menuju ke rumah Salsa.
"Kenapa dia diam," gumam Salsa saat melihat Andika terdiam.
"Mungkin karena sikap yang terlalu egois sehingga membuat Andika merasa kesal." Salsa menganggap selama ini Andika adalah orang yang sangat egois, bahkan sikap baik Andika tidak pernah terlihat di mata Salsa.
Salsa tidak sengaja memegang tangan Andika yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Maaf aku tidak sengaja," ucap Salsha.
Andika menatap wajah manis Salsa, hati Andika mulai tidak tega jika harus marah dengan Salsa.
"Sengaja atau tidak, yang terpenting kamu sudah memegang tanganku, aku yakin kamu tidak bisa melihatku marah." Andika tersenyum ketika melihat Salsa mendekati dirinya.
"Kamu jangan terlalu senang, Aku sama sekali tidak ingin kamu merasa bahwasanya aku mencintaimu." Salsa kesal dengan sikap Andika, meskipun Andika sedang marah, Andika tidak bisa membiarkan Salsa terdiam.
"Aku heran, meskipun kamu sering marah padaku, tapi hatiku tetap mencintaimu." Andika sama sekali tidak bisa melupakan Salsa, apalagi menggantikan Salsa dengan wanita lain.
"Kenapa kamu tidak menjalin cinta dengan Raisa, dia jauh lebih baik dan sopan." Salsa kembali cemburu dengan Raisa, padahal Andika sudah sering sekali menasehati Salsa, Namun sepertinya rasa cemburu sangat Salsa rasakan.
"Aku tidak tahu, sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran mu, kamu terus berpikir buruk tentangku."
"Aku tidak berpikir buruk tentangmu, aku hanya mengatakan sesuatu yang aku lihat, selama ini kamu dekat dengan Raisa."
"Salsa, aku dengan Reisa hanya dekat saat kami berada di rumah sakit, kami sama sekali tidak pernah menjalin cinta."
Berulang kali Andika terus menasehati Salsa, agar tidak terjadi salah paham, namun ternyata Salsa sering berpikir buruk mengenai Andika.
"Aku hanya tidak ingin berdebat, terus berdebat denganmu hanya membuatku merasa kesal." Salsa terdiam.
Bahkan saat Salsa sampai di depan rumahnya, Salsa sama sekali tidak menyapa Andika, Salsa segera turun dan masuk ke dalam rumah.
"Salsa, Apakah kamu tidak bisa mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah," tanya Mama. Mama melihat Salsa terlihat sangat kesal, sudah bisa dipastikan jika Salsa sedang bertengkar dengan Andika.
"Andika," panggil mama saat melihat Andika baru saja turun dari mobil.
"Andika meminta maaf, jika mungkin Andika melakukan kesalahan, sebenarnya tidak ada sesuatu yang perlu dicemaskan, Salsa hanya cemburu dengan dokter yang bekerja di rumah sakit."
Andika tidak ingin jika mama berpikir buruk mengenai dirinya, Andika segera menjelaskan kepada mama mengenai persoalan yang sedang terjadi.
"Baiklah, jika memang itu yang terjadi, Mama tidak marah." Mama tersenyum melihat sikap yang terlihat sangat sopan.
"Andika pulang terlebih dahulu Ma, besok Andika akan menjemput Salsa." Andika segera mencium tangan Mama dan segera pergi meninggalkan rumah Salsa.
"Terima kasih Andika, kamu sudah sangat sabar memahami sifat Salsa."
"Sudah menjadi kewajiban Andika, jika Salsa harus Andika didik menjadi wanita yang dewasa.'' Andika tersenyum sambil masuk kedalam mobilnya.
Mama sangat ingin tahu apa yang sedang Salsa rasakan, mama takut jika sampai terjadi sesuatu pada Salsa.
"Ada apa Sa, sepertinya kamu terlihat sangat kesal,'' tanya Mama saat melihat Salsa sedang menangis.
"Aku hanya tidak ingin melihat Andika dekat dengan siapapun, hatiku sakit Ma." Salsa berkata jujur kepada Mama, karena tidak ingin jika mama berpikir buruk mengenai Andika.
"Jadi karena itu kamu menangis, seharusnya kamu tidak boleh bersikap seperti itu, Andika adalah seorang dokter, tentu dia harus bersikap baik kepada semua orang."
"Tapi Salsa sedih Ma, Andika terkadang membuat Salsa merasa kesal, Salsa tidak suka jika melihat Andika makan siang bersama wanita itu.''
Salsa bercerita kepada mama mengenai masalah yang sedang dihadapi, meskipun Andika tidak bermaksud melakukan sesuatu, namun Salsa terus berpikir buruk mengenai dirinya
"Yang perlu kamu ketahui, tidak semua laki-laki bersikap tidak setia, mungkin karena pekerjaan, Andika harus makan bersama wanita itu."
Mama menjelaskan kepada Salsa, agar Salsa tidak bersikap seperti gadis kecil.
"Mama tidak pernah tahu apa yang Salsa rasakan, Mama terus membela Andika, sebenarnya aku merasa iri dengan sikap mama." Salsa segera memejamkan matanya, karena tidak ingin mendengar Mama terus menasehati.
Mama bingung harus berkata apa, melihat sikap Salsa Mama harus lebih memahami situasi yang Salsa rasakan.
"Ternyata Salsha belum dewasa," gumam mama.