Melihat sikap Andika yang terlihat sangat baik kepada Mama dan Papa, Salsa justru sangat kesal ketika mendengar Mama membanggakan Andika.
"Mama dan Papa bersikap memalukan, kenapa aku harus melihat mereka bersikap sangat baik kepada Andika," gumam Salsa saat berbaring dalam ranjangnya.
"Salsa," panggil Mama.
"Iya Ma," jawab Salsa. Mendengar Mama memanggil, Salsa harus segera menghampiri mama.
"Salsa, Mama ingin kamu segera menikah, tapi dengan seorang dokter."
"Dokter? Salsa sama sekali tidak pernah memiliki pasangan seorang dokter, jika Mama meminta Salsha untuk menikah dengan seorang dokter, Salsa belum bisa mendapatkannya."
Salsa tahu apa yang dimaksud oleh Mama, Mama sangat menyukai sikap Andika, tentu Mama berharap jika Salsa bisa menikah dengan Andika Andika.
"Mama sangat ingin jika kamu menikah dengan Andika, Dia terlihat sangat baik dan juga tampan."
"Kenapa harus Andika Ma? Bukankah masih banyak laki-laki lain yang jauh lebih baik darinya."
Salsa tidak mau jika dirinya harus menikah dengan Andika, melihat sikap Andika yang sering menemui Raisa, Salsa sangat marah.
"Andika seorang playboy, Dia sangat senang bergonta-ganti pasangan."
Salsa sangat kesal ketika Mama mengharapkan hubungannya bersama Andika.
"Mama sudah mengenal Andika sejak lama, jadi Mama sudah mengenal sikapnya." Mama menjelaskan kepada Salsa mengenai Andika.
"Tapi Salsa tidak mencintai Andika Ma, Salsa kecewa dengan Andika."
"Kamu sudah pernah memiliki hubungan dengannya?"
Mama bertanya mengenai masa lalu Salsa bersama Andika.
"Salsa pernah sempat dekat, akan tetapi ada wanita yang sering menemui Andika, Salsa sama sekali tidak suka, apalagi jika melihat Andika memperhatikan wanita tersebut."
"Kamu cemburu?"
Mama melihat jika sikap Salsa kepada Andika terlihat seperti orang sedang cemburu.
"Tidak, Aku sama sekali tidak cemburu dengannya, Aku hanya tidak suka melihat sikapnya yang sering memperhatikan wanita lain.''
"Salsa, Apakah kamu tahu apa artinya cemburu?" Mama bertanya kepada Salsa sambil menatap wajahnya.
"Tidak, aku belum pernah memiliki kekasih, jadi aku sama sekali tidak paham apa itu cemburu?"
Mama dan papa tersenyum mendengar jawaban Salsa.
"Itu yang disebut dengan cemburu, Jika kamu memiliki perasaan lain kepada Andika, itu yang namanya jatuh cinta." Mama menjelaskan kepada Salsa mengenai, Apa itu jatuh cinta, tapi terlihat pada wajah Salsha bahwasanya dia tidak suka mendengarkan penjelasan mama.
"Ma, Salsa masih ingin menikmati kehidupan Salsa, Salsa tidak ingin buru-buru menikah." Salsa menceritakan kepada Mama bahwasanya dirinya belum siap untuk berumah tangga.
"Jika kamu tidak mau cepat menikah, jadi kapan mama bisa menggendong cucu?" Mama sangat berharap jika Salsa bisa segera menikah, Mama sangat ingin bisa menggendong cucu.
"Ma menikah itu bukan persoalan yang mudah, Apalagi aku belum siap untuk menikah."
"Jika kamu terus tidak siap untuk menikah, Mama takut kamu selamanya tidak mau menikah?"
Mama tidak ingin jika Salsa menjadi perawan tua, tidak memiliki kekasih dan juga pasangan.
"Salsa pasti akan menikah Ma, tapi tidak sekarang."
"Lalu kapan kamu mau menikah?"
Mama terus bertanya kepada Salsa mengenai pernikahan yang akan Salsa hadapi.
"Aku tidak tahu Ma, Aku tidak ingin segera menikah." Salsa sangat bingung ketika Mama memintanya menikah.
Mama terdiam dan tidak memperhatikan Salsa kembali, Mama terlihat sangat kesal saat melihat anak yang bisa diharapkan, untuk masa depannya justru tidak mau mengikuti sarannya.
"Mama marah dengan Salsa?"
Salsa bertanya kepada Mama saat melihat Mama terdiam.
"Ma, jika itu bisa membuat mama senang, Salsa akan mencoba mengikuti saran mama."
Dengan sangat berat hati Salsha harus mengatakan itu semua, namun ucapan yang Salsa katakan, membuat mama bisa tersenyum bahagia.
"Mama sangat senang jika kamu bisa menikah dengannya, Mama ini bisa segera memiliki cucu."
Mama hanya berharap jika Salsa bisa segera menikah, memiliki baby boy yang bisa membuat mama merasa terhibur.
"Sa, kamu sudah cukup dewasa untuk menikah, jika mamamu berharap kamu menikah, Papa rasa tidak ada salahnya jika kamu menikah."
Papa memberi saran kepada Salsa, agar mendengarkan semua nasihat orang tuanya.
"Baik Pa, Salsa akan mencoba semua nasihat yang Papa berikan."
Salsa harus bersikap sopan kepada kedua orangtuanya, menjadi anak semata wayang membuat Salsa harus bisa menjadi seorang anak yang bisa menjadi kebanggaan orang tua.
"Papa sangat senang jika kamu mau mendengarkan nasehat kami." Tata terlihat sangat menyayangi Salsa.
"Mama segera tidur ya, tidak usah memikirkan masalah Salsa, Salsa akan mengikuti semua saran yang Mama berikan."
Mama tersenyum saat melihat anaknya mengikuti semua sarannya.
"Jika kamu mau melihat mama bisa bahagia, Mama sangat berharap jika kamu bisa memiliki anak dari Andika."
Salsa sebenarnya ingin menjauh dari Andika, melihat kedekatan Andika dengan wanita lain, Salsa terlihat sangat cemburu.
"Baik ma, jika Andika mau menikah denganku, aku akan menerimanya."
Salsa berusaha untuk bisa menjadi kekasih Andika, meskipun rasa kesal yang Salsa miliki, namun Salsa harus bersikap baik terhadap Andika.
"Terima kasih sa, kamu sudah mengerti perasaan mama."
Mama tersenyum bahagia saat mendengar ucapan anaknya, melihat anaknya bersikap sangat baik membuat hati Mama menjadi senang.
"Berbagai cara telah Mama lakukan untuk bisa bahagia, namun satu hal yang tidak bisa Mama miliki saat ini."
"Mama ingin apa?"
Salsa ingin tahu sesuatu yang Mama inginkan.
"Mama hanya ingin melihat gadis mama bisa menikah dengan laki-laki yang sangat baik."
"Baik ma, Aku akan berusaha untuk bisa segera menikah."
Salsa mencoba untuk membuang semua rasa egois yang ada pada dirinya, Mencoba untuk bisa lebih tenang menjalani semua kehidupan.
"Sebaiknya kamu Segera beristirahat, Mama tahu kamu pasti sangat lelah."
Mama meminta Salsa untuk segera beristirahat, Salsa mencium kening mamanya sambil berkata.
"Mama harus sembuh, Salsa tidak ingin melihat Mama sakit."
Mama merasa sangat lega, melihat gadis yang dimiliki sudah tumbuh dewasa.
"Papa, Jaga kesehatan selalu, Salsa tidak mau jika melihat Papa sakit."
Papa tersenyum mendengar ucapan anaknya, menjadi seorang dokter yang dulu selalu ditimang-timang.
"Papa tidak menyangka, dahulu kamu sering menangis saat ingin makan sesuatu, sekarang kamu sudah tumbuh besar." Papa sangat terharu ketika melihat Salsa sudah tumbuh dewasa.
"Salsa kembali ke kamar ya pa, Salsa sangat lelah," ucap Salsha sambil berjalan menuju kamarnya.
Saat tiba di dalam kamarnya, ponsel salsa pun berbunyi. Panggilan telepon dari seorang laki-laki yang menjadi pilihan orang tuanya.
"Halo ada apa?" Jawab Salsa saat mengangkat panggilan dari Andika.
"Aku hanya kangen ingin mendengar suaramu," jawab Andika.
"Baru saja kamu pulang, Kenapa kamu sudah merindukanku?"
Salsa merasa Jika Andika terlalu berlebihan, melihat sikapnya yang sangat menggoda dirinya.
"Aku hanya ingin kamu tahu, Aku sangat mencintaimu, Apalagi setelah aku bertemu dengan kedua orang tuamu, Aku sangat ingin mengenalkan mu kepada keluargaku."
"Apa?" Salsa sangat terkejut ketika mendengar Andika akan mengenalkan dirinya kepada keluarganya.
"Aku tidak pernah bermain-main dengan ucapanku, aku sangat serius."
Andika bersungguh-sungguh ingin memperkenalkan Salsa kepada keluarga besarnya.
"Kita masih saling bertengkar, apakah pantas menjadi sepasang kekasih?" Salsa masih sangat ragu ketika harus menjadi pasangan Andika.
"Aku akan mencoba lebih bersabar menghadapi mu, aku tahu sebenarnya kamu tidak seburuk seperti yang aku pikirkan."
"Jadi selama ini kamu berpikir aku menjadi wanita yang buruk?"
Salsa mulai kesal mendengar ucapan Andika.
"Mungkin? Tapi sepertinya kamu tidak pernah bisa mengakui sifat buruk mu." Andika sangat senang bisa mengatakan itu semua, melihat Salsa yang mulai marah padanya, Andika justru senang menggoda nya.
"Jika aku menjadi wanita yang menyebalkan, Kenapa kamu terus mendekatiku, bukankah Masih banyak wanita yang bisa kamu cintai?"
Salsa begitu kesal ketika mendengar Andika mengatakan itu semua, namun Andika justru tersenyum saat mendengar kekasihnya marah.
"Setiap kemarahan yang kamu berikan kepadaku, aku merasa kamu cocok menjadi pendamping hidupku."
Salsa merasa heran melihat sikap Andika, laki-laki yang selama ini sempat singgah di Hati Salsa, namun sering menorehkan rasa cemburu Di Hati Salsa.
"Aku hanya tidak mau melihat kamu bersama wanita lain?"
Salsa tidak sadar mengatakan kata-kata itu semua kepada Andika.
"Apakah kamu cemburu jika aku melihat wanita lain?"
"Tidak, Aku sama sekali tidak cemburu, untuk apa aku mencemburui seorang laki-laki sepertimu." Salsa sangat malu ketika harus mengakui bahwasanya dia mencintai Andika.
"Benarkah? Kamu tidak cemburu?" Andika sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya Salsa rasakan.
"Tentu saja tidak, masih banyak laki-laki yang tampan, yang tidak sepertimu." Salsa terus marah kepada Andika.
"Besok aku akan menjemputmu, Aku harap kamu segera mempersiapkannya."
Andika sangat yakin jika Salsa mau ketemu dengan keluarganya, meskipun Salsa belum menyetujui jika dirinya akan bertemu dengan keluarga besar Andika.
"Aku tidak mau, aku tidak cocok jika menjadi kekasihmu, bukankah Raisa jauh lebih cantik dari pada aku?"
"Aku heran saat berbicara denganmu, Kenapa harus selalu membahas Raisa, Padahal aku sama sekali tidak memiliki perasaan dengannya."
Karena kesal adiknya segera mematikan teleponnya.
"Tuh kebiasaan, saat dia berbicara aku harus mendengarkannya, namun saat aku kesal Andika selalu matikan panggilan teleponnya." Karena Salsha tidak ingin melanjutkan kekesalannya, Salsa segala berbaring dan mulai tidur.
"Daripada aku memikirkan lelaki seperti Andika, lebih baik aku segera tidur." Salsa mencoba untuk memejamkan matanya.
Terdengar kembali ucapan kedua orang tuanya, Salsa tidak bisa untuk tidur.
"Apakah aku harus berbuat baik kepada Andika?" Salsa sangat berat ketika harus melakukan kebaikan untuk Andika.
"Melihat kedua orang tuaku yang sangat menyukai Andika, sepertinya aku tidak mampu jika harus membuat Andika merasa kesal."
Salsa mencoba untuk menahan semua emosi yang tersirat dalam jiwanya, memberanikan dirinya untuk meminta maaf kepada Andika.
"Andika aku minta maaf," ucap Salsa dalam pesan singkatnya.
Andika segera membaca pesan yang Salsa berikan.
"Aku tahu jika kamu cemburu dengan Raisa, tapi kamu harus tahu jika hatiku hanya untukmu."
Andika tersenyum saat membalas pesan yang dikirimkan untuk Salsa.
"Ya memang benar jika cinta itu harus dipaksakan?"
Salsa bertanya-tanya pada dirinya, Salsa sebenarnya tidak ingin ketika harus menjalani hubungan yang dipaksakan.
"Aku tidak mau jika harus menjadi kekasih Adika, aku sama sekali belum siap, apalagi jika aku harus menikah dengannya."
Salsa sangat merasa keberatan jika dia harus menikah dengan Andika, rasa cemburu dan egois masih sering membuat Salsa kesal.
"Selama ini Andika memang terus mencoba untuk membuatku jatuh cinta padanya, tapi menurutku hal itu terlihat sangat sulit, apalagi jika aku harus bersamanya."
Terkadang mencintai seseorang membutuhkan waktu, menerima cintanya dan bersikap manis sangat sulit untuk dilakukan.
"Aku terbiasa bersikap kasar, sangat tidak mungkin Jika aku bersikap baik kepadanya."
Salsa mengakui jika selama ini Salsa selalu kasar kepada setiap laki-laki yang mendekatinya, rasa patah Hati yang pernah Salsa rasakan, membuat rasa trauma yang begitu besar.
"Sekuat tenaga Aku harus bisa melupakan masa laluku, namun kecewaan itu sepertinya selalu datang menghampiriku."
Salsa sangat tidak suka ketika dirinya Harus melihat kekasih yang pernah singgah di hatinya, kekecewaan terus terjadi disaat Salsa berada dalam masalah yang cukup besar.
"Aku hanya ingin hidup bahagia, Aku tidak mau jika semua masalah yang hadir membuatku merasa kecewa, sudah cukup masa lalu yang pernah aku lalui, Aku hanya ingin bahagia, menjalani kehidupanku yang penuh teka-teki."
"Aku harus tidur, Aku tidak ingin jika esok terlihat sangat lelah, aku hanya bisa menemani ibuku sehari ini saja, besok aku harus segera pulang ke Jakarta, menjalani tugas yang harus aku lakukan."
Salsa begitu sedih ketika harus meninggalkan ibunya di rumah bersama ayahnya, namun Salsa masih ingin menuntut ilmu, menjadi dokter yang sangat profesional.
Kebanyakan wanita merasa jatuh cinta saat melihat Andika, namun Salsa justru merasa kesal saat bersahabat dengan Andika.
"Aku hanya tidak ingin ketika aku bersamanya, banyak wanita yang tersenyum padanya."
Ternyata Salsa sangat cemburu ketika harus melihat Andika diperhatikan oleh beberapa wanita.
"Biarkan aku bisa melupakannya, Aku ingin tidur tanpa harus mengingat namanya di hatiku."
Salsa sangat sulit membuang nama Andika yang ada di dalam jiwanya, sel-sel terus berfikir mengenai Andika.
"Apalah daya jika aku harus menjadi kekasihnya, tentu saja akan sangat sulit membuatku merasa bahagia."
Salsa berpikir jika kebersamaannya bersama Andika, tidak akan bisa membuatnya bahagia, apalagi Salsa harus bisa mengalah, menjalani kodrat sebagai seorang wanita.
"Aku tidak akan pernah bisa bersikap baik kepada Andika," ucap Salsha sambil memejamkan matanya.
Setelah terlalu lelah memikirkan Andika, Salsa mulai tertidur dengan sangat pulas, nampaknya beban yang ada pada jiwanya mulai hilang.
Mimpi yang indah Salsa, kebahagiaan akan menunggumu...