Andika segera bangun dari tidurnya dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini Andika ingin terlihat semakin tampan di hadapan Salsa.
"Aku harus bisa berpakaian rapi, aku sangat ingin bisa menjadi lebih tampan," ucap Andika sambil tersenyum.
Andika memakai kemeja dan celana jins bewarna hitam, Andika terlihat sangat tampan, penampilannya sungguh menarik.
"Jika Salsa tetap tidak bisa mencintai diriku, mungkin Salsa butuh melakukan pengobatan mata." Andika tidak mau jika sampai Salsa terus menolak cintanya.
"Sungguh aku sangat lelah jika harus mendengar Sikap Salsa yang terus berusaha menolak cinta ku," ucap Andika. Andika sebenarnya sangat lelah ketika harus berjuang untuk mendapatkan cinta Salsa, namun Andika tidak mau jika sampai perjuangannya tidak bisa berjalan dengan lancar.
"Setidaknya aku harus bisa terus bertahan untuk mendapatkan cinta Salsa, aku tidak mau jika sampai ada pria lain yang mendapatkan cinta Salsa," ucap Andika sambil menatap wajahnya di depan cermin.
"Andika, Apakah kamu sudah siap," teriak Mama memanggil Andika. Andika segera turun untuk menemui Mama.
"Sudah Ma, Andika sudah rapi dan terlihat sangat tampan," ucap Andika sambil tersenyum menatap wajah Mama.
"Percuma saja jika masih belum bisa memberikan Mama seorang cucu," ucap Mama sambil tersenyum.
"Jadi Mama ingi. Melihat Andika segera menikah?" Andika bertanya kepada Mama sambil tersenyum.
"Iya sayang, jika kamu belum juga menikah, mama sangat sedih."
Mama sungguh sangat menginginkan jika Andika bisa segera menikah, dan berharap bisa tinggal bersama Mama.
"Andika akan berusaha Ma, Andika juga sangat ingin menikah," ucap Andika sambil tersenyum.
"Mama sangat berharap jika kamu akan menikah dengan Salsa," ucap Mama sambil tersenyum.
"Mama, apakah menurut Mama Salsa cocok menjadi kekasih Andika?" Andika ingin mengetahui perasaan Mama, Andika tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu pada pernikahannya.
"Mama sangat setuju, bahkan dari semua wanita yang pernah kamu perkenalkan kepada Mama, hanya Salsa yang bisa membuat Mama tersenyum.'' Mama sangat berharap jika suatu saat Andika bisa menjadi seorang Ayah dan menikah dengan Salsa.
"Sebenarnya Andika merasa ragu jika harus menikah dengan Salsa, karena sikapnya yang masih seperti gadis kecil." Andika ingin Mama bisa mengetahui sikap Salsa yang sebenarnya.
"Kamu mungkin tidak bersikap romantis, jadi wajar saja jika Salsa marah denganmu," ucap Mama sambil menatap wajah Andika.
"Tidak Ma, aku sudah berusaha bersikap sangat romantis, namun Salsa tidak pernah bisa menghargai perasaan ku," ucap Andika sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu terlalu pesimis, kamu harus bisa menjadi laki-laki yang dewasa dan bersikap romantis, jika kamu bersikap seperti itu, Mama yakin tidak akan ada wanita yang mau mendekati mu," ucap Mama sambil menatap kesal ke arah Andika.
"Aku sungguh hanya ingin melihat jika akan ada wanita yang bisa mencintaiku dengan tulus, aku tidak mau jika sampai mendapatkan wanita yang tidak tulus." Andika sangat takut jika Salsa tidak bisa mencintai dengan tulus, Andika sudah berusaha untuk mencintai Salsa dengan sepenuh hatinya.
"Andika, wanita hanya ingin jika kamu bisa bersikap baik dan mesra, jika kamu bisa mendapatkan semua cinta wanita tersebut, kamu pasti akan bahagia."
Mama sangat memahami sikap asli setiap wanita yang ada di dekatnya, selama ini Mama harus bisa bekerja keras untuk bisa memberikan Andika sebuah nasehat yang terbaik.
"Aku sangat berharap jika aku bisa menikah dengan Salsa, meskipun aku tidak yakin jika aku bisa menjadi suaminya."
"Kamu adalah laki-laki yang sangat tampan, aku yakin kamu akan bisa mendapatkan semuanya." Mama selalu yakin dengan keputusannya.
"Ayo makan, Papa sebentar lagi akan turun dari kamarnya," ucap Mama sambil mengambilkan Andika makanan.
"Andika ingin bertanya, apakah wanita mudah cemburu?" Andika bertanya kepada Mama.
"Ya tentu saja, bahkan wanita akan sangat marah jika sampai orang yang dicintainya bersama wanita lain,'' ucap Mama dengan sangat bersemangat.
"Jadi ini alasan kamu tidak mau berjuang mendapatkan cinta Saat," ucap Ma sambil menatap wajah Andika.
"Andika sangat bingung ketika harus mendengar Salsa marah." Andika mulai bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapinya.
"Jadi selama ini Salsa sering cemburu?" Mama bertanya kepada Andika.
"Semenjak ada teman Andika yang sering mendekati Andika, sikap Salsa berubah, Dia terus berusaha menjauhiku,'' ucap Andika sambil menundukkan kepalanya.
"Jika terus bersikap seperti itu, aku yakin kamu tidak akan bisa menjadi laki-laki yang Salsa harapkan, bersikap baik dengan Salsa," ucap Mama.
Mama tidak pernah tahu jika Andika sudah berusaha untuk membuat Salsa tersenyum, namun Salsa tidak pernah mau memahami isi hati Andika.
"Meskipun aku berusaha keras, namun Salsa tetap tidak mau mengerti perasaan ini," ucap Andika dengan sangat sedih.
Papa datang ketika melihat Andika merasa sangat sedih.
"Hai Andika, kamu adalah seorang laki-laki, jangan sampai kamu bersikap seperti laki-laki yang sangat bodoh." Papa tidak mau jika sampai melihat Andika terlihat sangat sedih, Papa ingi. Andika bisa bersikap dewasa.
"Meskipun Andika sudah dewasa, namun perasaan cinta sangat sulit untuk bisa di taklukkan," ucap Andika .
"Kamu seorang dokter yang terkenal, tidak mungkin jika kamu akan diremehkan oleh wanita, jangan pernah mau jika mereka memintaku bersikap seperti pecundang," ucap Papa.
Papa sangat tidak ingin jika sampai Andika mendapatkan perlakuan yang buruk saat berada di dekat wanita.
"Papa cuma ingin melihat kamu bisa bahagia."
Papa sangat ingin melihat Andika bahagia, berbagai cara Papa lakukan untuk melihat kebahagiaan itu datang.
"Aku akan berusaha untuk bisa lebih bahagia, meskipun berbagai cara telah aku lakukan, namun terlihat sangat sulit, tapi aku tidak akan pernah menyerah."
Andika kali ini berpikir sangat positif, meskipun dirinya tidak bisa mendapatkan hati Salsha, tapi Andika terus mencobanya.
"Papa, Ayo kita habiskan makanan yang ada di meja ini, sebentar lagi aku akan berangkat," ucap Andika sambil tersenyum.
"Andika, jika suatu saat kamu bisa menikah, Papa sangat berharap jika kamu bisa menikah dengan wanita yang bekerja sebagai dokter," ucap Papa sambil menatap wajah Andika.
"Papa, Aku tidak tahu Siapa jodohku sebenarnya, meskipun saat ini aku dekat dengan Salsa, namun belum tentu juga aku bisa menikah dengannya," jawab Andika.
"Ya kamu sangat benar, Papa juga berpikir seperti itu, cuma Papa sangat berharap jika kamu bisa berjodoh dengan Salsa," ucap Papa sambil tersenyum.
Andika sangat heran dengan orang tuanya, mereka sangat berharap jika Andika berjodoh dengan Salsa, begitu pula dengan keluarga Salsa, Mereka menginginkan Andika untuk menjadi suami Salsa.
"Papa, Andika akan berangkat," ucap Andika sambil melihat jam yang ada di tangannya.
"Jangan lupa kamu harus pergi ke rumah Salsa terlebih dahulu, Papa tidak mau jika Salsa pulang dengan bus," ucap Papa sembari tersenyum.
"Tentu saja Andika akan pergi ke rumah Salsa, Andika tidak mau jika wanita yang Andika cintai menantikan kedatangan ku," jawab Andika.
"Mama yakin, kalian adalah pasangan yang sangat cocok, meskipun kamu merasa malu untuk mengungkapkan perasaanmu, tapi sepertinya Salsa juga mencintaimu."
Namun saat Andika akan berdiri, tidak sengaja Andika memecahkan gelas yang ada di depannya.
"Aduh gelasnya pecah," ucap Andika sambil menatap pecahan gelas.
"Biarkan Mama yang membereskan, kamu harus berhati-hati, Mama tidak ingin jika terjadi sesuatu,'' ucap Mama dengan sangat khawatir.
"Tentu saja Ma, Andika akan lebih berhati-hati, Andika tidak mau ja sampai mama merasa khawatir." Andika mulai merasa ragu ketika akan pergi.
"Ayo Papa antarkan kamu berangkat, Papa yakin jika kamu akan baik-baik saja," ucap Papa sambil tersenyum.
"Andika, apakah ada wanita yang mendekatimu selain Salsa?"
Papa pertanyaan kepada Andika, dengan berharap jika Andika tidak memiliki wanita selain Salsa.
"Iya Andika memiliki teman wanita yang sangat cantik, Salsa sering marah karena melihat kedekatan kami," jawab Andika.
"Wajar saja jika Salsa terus mencoba menolak cintamu, jadi ini alasannya," ucap Papa sambil menatap wajah Andika.
"Sebenarnya Andika sangat berharap jika Salsa tidak cemburu dengan wanita itu, namun Ternyata Salsa sangat cemburu."
"Andika, ini sudah siang, ayo berangkat jika kamu akan pulang,"ucap Mama.
"Papa, Mama Andika berangkat dulu iya," ucap Andika sambil tersenyum.
"Hati-hati di jalan sayang," ucap Mama sambil memeluk Andika.
"Nanti setelah sampai kamu harus menelepon Mama," ucap Mama sambil melambaikan tangannya.
"Meskipun aku sudah dewasa tapi mereka masih menganggap jika aku masih kecil," ucap Andika.
Melihat semuanya Andika terlihat sangat ingin bisa menjadi seorang pria yang bertanggung jawab, bisa menjadi panutan untuk semuanya.
"Aku harus bisa menjadi pria sukses yang bisa membahagiakan keluargaku."
Menjadi seorang dokter adalah impian ibu dan Ayah, namun setelah sukses menjadi seorang dokter, orang tua Andhika mengharapkan jika Andika bisa menikah dengan seorang dokter.
Hal yang sangat sulit untuk Andika, mendapatkan cinta Salsa, meskipun berbagai cara dilakukan, Salsa tidak bisa membuka hatinya untuk Andika.
"Meskipun aku terlihat sangat pandai, dan tampan tapi untuk mendapatkan hati Salsha butuh perjuangan yang sangat melelahkan," gumam Andika.
Mendapatkan perhatian dari keluarga Salsa tidak bisa membuat Salsa menjadi jatuh hati dengan Andika.
"Kenapa sangat sulit meluluhkan hati seorang wanita seperti Salsa, padahal dan banyak wanita yang ingin menjadi kekasihku.'' Andika selalu berpikir mencari cara untuk bisa mendapatkan hati Salsha, Andika tidak mau jika sampai membuat keluarganya merasa kecewa.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan hati Salsha, Salsa pasti akan lebih dekat dengan laki-laki itu." Andika sangat khawatir jika sampai Salsa menikah dengan laki-laki yang selama ini mencoba mendekati Salsa.
Andika sudah sampai di depan rumah Salsa, orang tua Salsa sudah mendukung kedatangan Andika.
Andika turun dan segera menghampiri papa dan mama yang sudah berdiri di depan pintu.
"Selamat pagi Pa, Ma," ucap Andika sambil tersenyum.
"Pagi sayang," jawab orang tua Salsa.
"Apakah Salsa sudah bersiap-siap," tanya Andika.
"Sepertinya sudah, mari kita tunggu di dalam rumah," ajak Mama masuk ke dalam rumahnya.
"Baik Ma," jawab Andika sambil mengikuti langkah kaki orang tua Salsa.
Salsa sedang duduk di kursi sambil bermain ponselnya, Andika menatap wajah Salsa sambil tersenyum.
"Kamu terlihat sangat cantik," ucap Andika sambil tersenyum.
"Aku sudah menunggumu sejak lama, tapi sepertinya kamu jauh lebih sibuk dari pada aku," jawab Salsa.
Salsa sama sekali tidak mau menatap wajah Andika, Salsa sangat sibuk dengan sosial media yang dimilikinya, tanpa memikirkan perasaan Andika.
"Aku harus bisa bersabar, aku tidak mau jika sampai Salsa merasa kesal dengan ku," ucap Andika.
"Apakah kamu sudah bersiap-siap," tanya Andika.
"Tadi saya sudah mengatakan bahwasanya saya sudah menunggu mu, tapi sepertinya kamu tidak bisa mendengar ucapanku," jawab Salsa sambil menundukkan wajah kesalnya.
"Salsa, bersikap baik kepada Andika, kamu sama sekali tidak bisa memperlihatkan wajah ceriamu," ucap Mama dengan nada kesal, Mama tidak ingin jika Salsa bersikap kasar dengan Andika.
"Kenapa Mama selalu membela Andika, Aku heran dengan sikap Mama," jawab Salsa dengan sangat kesal.
"Mama tidak pernah mengajarkan mu bersikap tidak sopan, kamu harus bisa bersikap dengan baik," ucap Mama sambil menatap wajah Salsa.
"Aku sangat lelah mendengar Mama selalu membela Andika, Apakah Mama lupa, jika aku adalah anak dari Mama," jawab Salsa.
"Kamu semakin besar, sikapmu justru semakin membuat Mama kesal, Apakah kamu tidak bisa menghargai Mama," ucap Mama.
"Aku hanya ingin Mama bisa mengetahui perasaanku, Mama sama sekali tidak mengetahui perasaan yang Salsa miliki," ucap Salsa dengan nada sangat kesal.
"Mama heran melihat sikap mu, sekarang kamu jauh lebih membuat Mama merasa kecewa, kamu sama sekali tidak mau mengerti perasaan Mama."
Mama melihat sikap Salsa sekarang berubah menjadi wanita yang sangat pemarah, Andika merasa sangat tidak nyaman saat melihat perdebatan itu terjadi.
"Ayo kita berangkat," ajak Andika.
Andika tidak ingin jika sampai Salsa berdebat dengan Mama, melihat kekesalan yang Salsa miliki, Andika sangat berharap jika Salsa bisa bersikap dengan baik."
"Sebenarnya aku sangat sedih melihat Mama selalu meminta aku untuk segera menikah," ucap Salsha dengan nada sangat kesal, Salsa segera berlari menuju ke Arah mobil Andika.
"Maafkan Salsa Ma, mungkin Salsha belum dewasa," ucap Andika. Mama justru tersenyum saat melihat Andika membela Salsa.
"Kamu sangat perhatian dengan Salsa, meskipun Salsa sering membuatmu merasa kesal," ucap Mama sambil tersenyum kepada Andika.
"Andika hanya tidak mau, jika sampai terjadi sesuatu pada Salsa, sikap Salsa masih seperti anak kecil, Jadi wajar jika dia belum dewasa.'' Andika Justru lebih memahami sifat Salsa, Mama sangat bangga ketika bisa memperkenalkan Salsa dengan laki-laki sebaik Andika.