Saat Salsa sedang bersama dengan Andika, terlihat sangat jelas jika Andika melihat Salsa dari jendela.
"Siapa lagi yang mendekati Salsa, Aku merasa heran ketika harus menatap Salsa bersama dengan orang lain," gumam Andika. Sungguh Andika tidak suka ketika Salsa bersama dengan pria lainnya.
"Setiap aku memandangi Salsa, saat itu juga ada pria tampan yang mendekatinya."
Karet kesal melihat Salsa semakin mesra saat bersama dengan Reza, saat itu juga Andika masuk ke dalam ruangan pasien.
"Andika," ucap Salsa sangat terkejut. Andika terlihat sangat marah ketika melihat Salsa bersama dengan pria yang tidak di kenalnya.
"Salsa aku ada perlu," ucap Andika sambil menatap wajah Reza.
"Kamu kenapa mendekati seorang dokter di rumah sakit ini?" Andika mencoba memarahi Reza.
"Apa maksudnya kamu marah dengan ku?" Reza tidak terima jika harus melihat Andika datang memarahinya.
"Ini masih jam kerja, tentu saja tidak boleh jika ada dokter yang bermesraan dengan orang di jam kerja," ucap Andika memarahi Reza.
"Ayo ikuti aku," ucap Salsa dengan sangat kesal.
Andika terpaksa mengikuti Salsa, mereka terlihat sangat panik ketika harus menatap wajah Salsa.
"Kenapa Salsa sangat marah denganku?" ucap Andika dengan menunjukkan wajah yang sangat kesal.
"Andika, kenapa kamu tiba-tiba datang dan marah?" Salsa bertanya dengan sangat kesal.
"Aku nggak mau jika kamu mendekati pria itu," jawab Andika. Salsa terlihat sangat kesal ketika mendengar ucapan itu.
"Oh jadi kamu merasa cemburu?"
"Tidak aku tidak cemburu," jawab Andika sambil berjalan pergi meninggalkan Salsa.
"Dasar orang aneh," ucap Salsa karena kesal melihat Andika bersikap seperti itu.
Reza masih duduk di ruangan rumah sakit, karena tidak ingin melihat Salsa merasa kecewa dengan sikapnya, Reza mencoba memberikan Salsa perhatiannya.
"Ada apa Sa?" Reza sangat ingin tahu masalah yang sedang dihadapi oleh Salsa.
"Hanya ada sedikit masalah, dan aku sudah menyelesaikan dengan sangat baik." Salsa tidak ingin jika memberitahu Reza masalah yang sedang dihadapinya, menatap wajah Salsa yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan membuat Reza tidak berani bertanya lagi.
"Sepertinya anak ini sudah siuman," ucap Salsha sambil memegang kening anak kecil tersebut.
"Sepertinya besok aku juga akan pergi bekerja."
"Biarkan anak ini aku yang ngurus."
Salsa dan Reza terlihat sangat lelah ketika semalaman tidak tidur, melihat anak kecil yang tidak memiliki keluarga tentu saja membuat mereka merasa kasihan.
"Aku akan segera mencari tahu siapa orang tuanya?" Reza tidak ingin jika melihat anak kecil tersebut harus hidup di jalanan, melihat wajahnya terlihat Jika dia bukan anak jalanan.
"Aku rasa mungkin dia adalah salah satu korban dari kelalaian orang tuanya, banyak kasus seperti ini yang terjadi." Reza menduga jika anak tersebut hilang saat pergi bersama orang tuanya.
"Mudah-mudahan dia bisa segera bertemu dengan kedua orang tuanya, sungguh aku sangat merasa kasihan jika melihat ada anak kecil yang mencari orang tuanya." Salsa tidak pernah menduga jika ada anak kecil yang hilang.
Karena Andika masih penasaran dengan keadaan Salsa dan Reza, Andika kembali ke ruangan tersebut sambil menatap keduanya dari jendela.
"Aku akan mengawasi mereka dari sini," ucap Andika.
Terlihat kemesraan di antara Salsa dan Reza, tentu saja membuat Andika merasa sangat cemburu, apalagi mereka sangat cocok.
Saat Salsa sedang asyik bersama Reza, tiba-tiba ponsel Salsa berdering, Salsa segera melihat layar ponselnya.
"Bagas," ucap Salsha saat melihat Bagas sedang menelpon nya.
"Ada apa Sa?" Reza melihat Salsa nggak mau mengangkat panggilan tersebut.
"Hanya temanku," jawab Salsa.
"Siapa tahu ada berita yang sangat penting, angkat saja teleponnya." T
Reza meminta Salsa untuk mengangkat panggilan tersebut, Salsa terlihat sangat ragu saat akan mengangkat ponselnya.
"Sungguh menyebalkan, Kenapa Bagas menelponku di saat aku bersama dengan Reza," gumam Salsa sambil mengangkat panggilan telepon Bagas.
"Ada apa Bagas?" Salsa bertanya kepada Bagas sambil tersenyum kepada Reza.
"Aku hanya rindu kepadamu, sejak tadi aku menantikan panggilan telepon darimu." Bagas tidak bisa tidur sebelum mendengar suara Salsa.
"Aku sedang bekerja, karena tadi ada sedikit jadwal tambahan," jawab Salsa. Salsa tidak ingin jika sampai bagas mengetahui jika dirinya bersama laki-laki lain, tentu saja akan membuat Bagas merasa cemburu.
"Aku rasa jika sampai Bagas mengetahui jika aku bersama Reza, tentu saja dia akan sangat cemburu," gumam Salsa sambil berusaha untuk membohongi Bagas.
"Maafkan aku jika aku mengganggu, jujur aku tidak bisa tidur sebelum mendengar suaramu." Bagas memang pandai membuat Salsa merasa tersenyum, namun ucapan Bagas membuat Salsa justru merasa tidak nyaman.
"Maafkan aku Bagas, aku sedang sangat sibuk sekali," ucap Salsha sambil mematikan ponselnya.
"Kenapa Salsa sangat cuek padaku, padahal biasanya dia terlihat sangat ramah." Bagas merasa jika ada sesuatu yang sangat aneh, namun Bagas berpikir kembali, Bagas tidak mau membuat Salsa merasa kesal.
"Mungkin memang Salsa benar-benar sangat sibuk, Wajar saja jika dia sibuk." Bagas Mencoba memahami pekerjaan Salsa, mengingat wajah Salsha membuat Bagas merasa semakin cinta.
"Wajah Salsa terlihat sangat cantik sekali, Aku tidak menyangka jika aku bisa memiliki pasangan seperti Salsa." Bagas sangat bersyukur dirinya bisa memiliki kekasih seperti Salsa, meskipun Bagas tidak tahu sebenarnya yang dilakukan oleh Salsa.
"Sebenarnya ada apa yang terjadi?" Reza bertanya kepada Salsa, untuk memastikan orang yang menelpon Salsa.
"Tidak ada sesuatu yang sangat penting, aku hanya berbicara kepada sahabatku saja.'' tentu saja Salsa tidak berani berkata jujur, jika sampai Salsa berkata jujur, tentu saja akan membuat Reza menjadi cemburu.
"Salsa sepertinya aku akan segera pulang, Apakah kamu akan pulang bersamaku?" Reza menawarkan kepada Salsa untuk pulang bersama nya.
"Boleh, aku juga sangat ingin beristirahat." Salsa terlihat sangat lelah, pekerjaannya hari ini membuat Salsa merasa tidak bisa beristirahat.
"Aku tahu kamu sangat lelah sekali, Ayo pulang bersamaku," ucap Reza sambil menatap wajah Salsa.
Ketampanan yang dimiliki oleh Reza membuat Salsa merasa semakin jatuh cinta, wajahnya yang terlihat sangat mempesona, tentu memberikan arti yang sangat besar.
"Aku tidak menjaga jika bisa kenal dengan orang sepertimu, aku merasa nyaman saat berbicara dengan mu." Salsa hampir tidak menyadari jika dirinya sangat nyaman dengan Reza, hal yang sudah biasa dikatakan oleh Salsa saat dekat dengan pria yang tampan.
"Sayangnya aku bukanlah pria yang spesial untukmu," ucapan Reza sambil berharap jika dirinya bisa mendapatkan hati Salsa.
"Mungkin saja, karena aku juga tahu, pasti kamu memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dariku." Salsa mengingat jika Reza memiliki kekasih yang jauh lebih cantik darinya, wanita yang selama ini Reza cintai.
"Sebenarnya aku sudah lama tidak memiliki kekasih, karena aku sangat sibuk bekerja sampai lupa dengan pasanganku.''
"Sayangnya aku tidak percaya dengan ucapan mu, aku sudah terbiasa mendengar rayuan dari seorang pria, kali ini aku tidak akan membiarkan ada pria yang mencoba merayu ku."
"Aku sama sekali tidak merayumu, aku berkata jujur atas semua ucapan yang aku katakan." Reza mengakui bahwa dirinya benar-benar mencintai Salsa, terlihat sangat jelas jika Salsa memiliki perasaan kepada Reza.
"Reza, Aku tinggal di salah satu apartemen yang letaknya tidak jauh dari sini," ucap Salsha memberitahu Reza alamat tempat tinggalnya.
"Bolehkah Aku berkunjung ke apartemen mu?" Reza bertanya kepada Salsa.
"Tidak bisa, Aku tinggal di apartemen bersama saudaraku, dia tentu akan sangat marah jika ada teman laki-laki yang datang."
Salsa sangat memahami sikap Reiner, Reiner sering marah ketika ada teman Salsa yang datang.
"Apakah saudaramu sangat galak?" Reza sangat ingin mengetahui sifat dari saudara Salsa.
"Iya, dia tidak akan mengizinkanku untuk bersama teman laki-laki, bahkan saat ada temannya yang menyukaiku, dia selalu berusaha untuk membuat ku menjauh dari laki-laki tersebut." Salsa menceritakan tentang watak asli Rainer.
"Itu sangat bagus, Aku sangat senang jika melihat ada orang yang peduli denganmu, bayangkan saja jika dia tidak perhatian denganmu, tentu dia tidak akan bisa menjagamu dengan baik." Reza sangat memahami karakter Reiner. Meskipun Reza baru saja mengenal Salsa, namun Mereka terlihat sangat akrab sekali.
"Beberapa kali aku dekat dengan teman pria, namun baru kamu yang merasa cocok dengan sikap Rainer." Salsa sungguh merasa heran dengan sikap Reza.
"Jika saudara laki-lakimu peduli dengan mu, tentu saja dia akan mencoba menjagamu, berbeda jika dia sama sekali tidak peduli, dia akan mencoba membiarkanmu berada dalam masalah." Reza terlihat sangat dewasa, mungkin karena Reza adalah salah satu lulusan hukum jadi bersikap sangat bijak.
"Aku baru pertama kali ini dikenal dengan seorang polisi, awalnya aku sangat takut denganmu, Namun ternyata kamu jauh lebih baik."
Reza tertawa saat mendengar ucapan Salsa, melihat sikap Salsa yang begitu polos membuat Andika merasa sangat yakin jika Salsa adalah wanita yang baik.
"Sikapmu begitu mempesona, Aku sangat senang jika berbicara denganmu." Salsa mendapat pujian dari Reza, namun Salsa justru tidak merasa bahagia, karena menganggap jika Ini adalah sebuah permainan.
"Aku tidak ingin kau permainkan perasaanku, aku sudah sangat lelah Ketika Harus berada di dekat laki-laki yang terus membuatku merasa terpesona.'' Salsa mengakui jika dirinya terpesona dengan Reza.
"Aku sangat senang jika kamu bisa terpesona dengan senyuman ku, Itu adalah sebuah prestasi untuk ku." Reza mencoba menggoda Salsa, agar Salsa bisa tersenyum bahagia.
"Itu apartemenku, aku sangat berterima kasih kamu sudah mengantarkan pulang." Salsa tersenyum sebelum turun dari mobil, namun Reza tidak ingin kehilangan jejak Salsa, Reza segera bertanya kepada Salsa.
"Bolehkah aku menyimpan nomor ponselmu, aku yakin jika aku tidak memiliki nomor ponselmu, tentu kita tidak bisa bersatu kembali." Reza sangat berharap jika pertemuan pertamanya bisa membuahkan hasil.
"Ini kartu nama ku," ucap Salsha sambil memberikan kartu namanya.
Reza tersenyum saat Salsa membagikan kartu namanya, berharap jika dirinya bisa jauh lebih dekat dengan Salsa.
"Aku sangat berterima kasih kepadamu, besok aku akan menghubungimu kembali." Reza tidak akan pantang menyerah sebelum bisa menambahkan hati Salsha, Salsha hanya tersenyum saat mendengar ucapan Reza.
"Jangan terlalu menghubungiku, aku takut jika sampai kamu jatuh cinta denganku." Salsa tertawa bahagia.
"Untuk apa aku memiliki nomor ponselmu jika aku tidak mencintaimu, Maaf aku salah berbicara, maksudku menghubungi mu.'' Reza hampir saja memberi tahu perasaannya kepada Salsa, meskipun sudah mengetahui perasaannya yang sebenarnya.
"Aku sungguh senang jika kata pertama yang terjadi," ucap Salsha membukakan perasaannya untuk Reza.
"Benarkah hal itu terjadi?" Reza memandangi wajah Salsa sampai tersenyum.
"Tentu saja aku hanya bercanda," ucap Salsha sambil turun pergi meninggalkan mobil Reza.