Saat melihat keadaan anak kecil yang diselamatkan oleh Salsa mulai membaik, Reza segera mendekati Salsa sambil tersenyum.
"Semua kerja keras yang kamu lakukan sangat berarti, anak itu sudah mulai membaik,'' ucap Reza.
"Itu adalah tugas seorang dokter, jadi aku sangat senang jika bisa membantu anak kecil itu bisa kembali sehat." Salsa tersenyum saat menatap wajah Reza, ini pertama kalinya saat berhadapan langsung dengan seorang polisi yang tampan, wajahnya begitu mempesona membuat semua wanita terpukau dengan ketampanannya.
"Sebenarnya aku merasa sangat bahagia bisa mengenalmu, hari-hariku menjadi lebih bersemangat," ucap Reza sambil memegang tangan Salsa, saat itu juga detak jantung Salsa berdetak sangat kencang.
"Aku hanyalah seorang dokter biasa, tidak juga cantik." Salsa mencoba merendahkan dirinya, berharap jika Reza bisa mendapatkan hatinya.
"Apa yang ada pada dirimu Sungguh membuatku jatuh cinta, aku sangat berharap jika kita bisa bersatu."
Reza begitu cepat mengungkapkan perasaannya, berawal dari tatapan saling cinta, dan membuat Juwita merasa bahagia.
"Ini bukanlah hal yang istimewa, aku takut kamu akan kecewa setelah memiliki hubungan dengan ku," ucap Salsha berusaha untuk menolak cinta Reza.
"Jika kamu tidak mau memiliki hubungan lebih dekat, bolehkah aku menjadi sahabatmu." Reza berniat untuk bisa menjadi sahabat Salsa.
Senyuman mulai terlihat di wajah Salsa, memberikan tanda bahwasannya Salsa menyetujui ucapan Reza.
"Jika menjadi sahabat aku sangat setuju, karena memang aku sangat butuh sahabat," jawab Salsa.
Persahabatan memang sangat dibutuhkan dalam sebuah hubungan, jika cinta akan berakhir setelah ada masalah yang dihadapi, tapi sahabat akan tetap setia berada di sisi temannya meskipun sedang memiliki banyak masalah.
"Baiklah jadi mulai sekarang kita menjadi sepasang sahabat," ucap Salsa sambil tersenyum.
"Aku sangat setuju dengan keputusan mu,'' ucap Reza sambil tersenyum. Tak sengaja mereka berpelukan dengan sangat mesra membuat salah seorang perawat terkejut saat akan masuk ke dalam ruangan.
"Kenapa bisa ada orang berpelukan?" gumam perawat saat membuka pintu ruangan, ada sesuatu yang sangat jarang terjadi, membuat setiap wanita merasa iri dengan kebahagiaan Salsa.
"Sungguh beruntung menjadi Salsa, banyak laki-laki yang ingin menjadikannya sebagai pasangan hidup, namun tidak satupun yang menjadi kekasih Salsa." Salsa memang tidak ingin memiliki hubungan yang begitu dekat, menurut Salsa dirinya belum siap jika harus menikah.
Mungkin karena Salsa masih ingin hidup bebas, setiap pinangan yang diberikan oleh laki-laki selalu ditolak oleh Salsa. Masih ingin menikmati masa mudanya.
"Reza, Kenapa kita bisa berpelukan?" Salsa merasa sangat aneh ketika mendapati tubuhnya dipeluk oleh Reza.
"Aku hanya ingin melihat dirimu bisa menjadi kekasihku," ucap Reza sambil memandang wajah Salsa.
"Sudah aku katakan aku tidak mau menjadi kekasihmu," ucap Salsha.
Wajah Salsa terlihat sangat kesal Ketika Harus mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di depannya, melihat sikap Reza selama ini membuat Salsa merasa bahwasanya dirinya tidak pantas untuk menjadi kekasih Reza.
"Aku hanya tidak ingin dirimu terus berusaha mendekatiku, aku hanya nyaman menjadi sahabatmu."Salsa menjelaskan kepada Reza apa yang diharapkan.
"Baiklah jika itu maumu, apapun keputusanmu Aku akan tetap menunggu."
Reza sangat yakin jika dirinya bisa menjadi kekasih Salsa, meskipun saat ini hanya mendapat penolakan.
"Kamu benar-benar keras kepala? Aku baru pertama kali ini melihat ada seseorang laki-laki yang yang berjuang mendapatkan hatiku," ucap Salsa sambil tersenyum.
Reza semakin bersemangat untuk mendekati Salsa, karena ini adalah alternatif untuk bisa mendapatkan cinta Salsa.
"Aku sangat yakin jika kita bisa bersatu meskipun ada banyak halangan dan rintangan." Sasak segera menjauh dari Reza, namun saat itu juga tidak sengaja satu kecupan mendarat di bibir Salsha, kali ini sangat tidak bisa menolak tanda cinta itu, Salsa bahkan sangat menikmatinya.
"Sungguh nikmat bisa merasakan kasih sayang dari pria yang tampan," ucap Salsa.
"Sepertinya Salsa sangat menikmatinya, Aku tidak akan mengakhiri sampai Salsa melepaskannya." Reza begitu semangat bermain cinta dengan Salsa.
"Sungguh indah jika bisa memiliki Salsa sepenuhnya." Kecupannya semakin berat membuat Salsa melepaskannya.
"Kamu kenapa?" Salsa bertanya kepada Andika.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya merasa bahagia saat dekat denganmu." Reza memang terlihat sangat pandai menggoda Salsa.
"Aku minta maaf," ucap Salsha sambil menjauh dari Reza.
"Kamu sama sekali tidak bersalah, jadi tolong jangan meminta maaf kepada ku," ucap Reza menolak ucapan maaf Salsa.
"Kenapa kamu terlihat sangat sedih?" Reza melihat wajah Salsa yang berubah menjadi sedih, Salsa tidak tahu harus berbicara apa? Saat ini wajahnya sangat malu.
"Apakah karena kamu malu?" Berusaha bisa menebak isi hati Salsha, agar Salsa tidak merasa sedih.
"Kenapa kamu terus mengerti perasaanku, padahal aku sudah berusaha menyembunyikan rasa ini." Salsa tidak ingin jika Reza mengetahui isi hatinya.
"Aku hanya tidak ingin jika kamu sampai kecewa, menatap wajahmu sudah membuatku merasa nyaman." Salsa berharap jika Reza tidak menceritakan tentang dirinya, Salsa sangat takut jika sampai ada orang tahu.
"Kamu harus berjanji untuk merahasiakan hal ini, Aku tidak ingin jika sampai ada orang yang tahu?" Salsa berusaha untuk membuat tidak bercerita dengan siapapun.
"Tanpa kamu meminta aku akan tetap menjaga harga diri mu," ucap Reza.
Reza sangat mengetahui perasaan Salsa, meskipun mereka baru saja saling mengenal.
"Sikapnya jauh lebih dewasa, yang bisa membuatku merasa nyaman." Salsa memikirkan semua tentang Reza, menatap Reza membuat Salsa merasa sangat yakin.
"Aku benar-benar mencintaimu," bisik Reza di telinga Salsa. Salsa terkejut dengan ucapan Reza, berusaha menghindari kemesraan yang terjadi.
Reza segera memegang tangan Salsa, mencium tangannya, dan membelai rambut Salsa.
"Kamu begitu sempurna dimataku, Aku sangat mencintaimu." Terus berusaha mengungkapkan perasaannya, jika sudah menikah mungkin tidak akan semesra saat pacaran.
"Jangan membuat malu, Aku tidak ingin mendengar ucapanmu." Salsa terlihat kesal ketika melihat Reza mencoba untuk mengungkapkan perasaannya, ini baru pertama kalinya Salsha dekat dengan seorang polisi yang sangat tampan, tentu saja Hati Salsa begitu bahagia.
Satu kecupan mendarat dengan sempurna membuat Salsa merasa tidak bisa menolak hasratnya, menikmati ke indahan dunia.
"Aku seperti sedang terbang melayang di udara," gumam Salsa.
Melihat wajah pria yang berada di depannya, sungguh bisa membuat Salsa semakin jatuh cinta, teringat ucapan manis yang ada di bibirnya.
"Ini adalah surga dunia yang akan membuat mu semakin jatuh cinta," ucap Reza. Salsa tidak ingin jika dirinya sampai tergoda dengan rayuan Reza, berharap jika bisa menjaga perasaannya.
"Aku tidak bermaksud melakukan itu semua, maafkan aku jika aku membuat mu merasa tidak nyaman," ucap Salsa sambil menjauhi Reza.
Tatapan Cinta membuat mereka saling bertatapan memadu cinta, meskipun mereka tidak bisa membohongi perasaannya.